Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 6 : aku-kamu


__ADS_3

" Hoammmm." Calum menguap dengan tidak anggunnya saat jam pelajaran.


Pluk.


Sebuah tangan menutup mulut Calum yang terbuka lebar. Calum melotot, lalu menoleh ke sampingnya. Seseorang yang tanpa malu meletakkan tangan nya ke mulut seorang gadis tampak biasa saja dengan masih memperhatikan penjelasan dari guru.


" Awssss. Sakit." Calum menggigit tangan orang itu


Calum menatap orang disebelah kirinya dengan tatapan jengkel. " maksud lo apa, pake segala nutup mulut gue. "


" Gak ada maksud apa apa. Cuma, kalau lagi nguap itu mulutnya di tutup. Nanti malah masuk serangga." jelas Karno tenang.


" Gak usah sok peduli deh. Untung bukan tangan kiri lo yang buat nutupin mulut gue. Bisa bisa muntah gue." Karno tak merasa tersinggung atau apapun. Ia mendiamkan Calum yang mengomeli dirinya.


" Oiii. Kalau orang ngomong di dengerin." karno menoleh, lalu menatap Calum. Yang di tatap pun tetap memasang muka badak. Walaupun dalam hati nya berdoa supaya tidak terpesona pada ketampanan orang itu.


" Saya punya nama, panggil saya dengan nama saya. " pinta Karno.


" Idih, ogah. Ngapain gue manggil lo pake nama. Gue gak mau ya, deket ama lo." tolak Calum dengan suara yang tak terkontrol.


Baru saja akan dibalas oleh Karno, mereka mendapat teguran.


" Calum, Karno. Kenapa kalian ribut sekali, teman kalian yang belajar jadi terganggu konsentrasinya. Sekarang, kalian berdua KELUAR. Berdiri di depan kelas." Calum menghela nafas, sedangkan Karno malah sudah berdiri dan berjalan ke luar kelas.


Calum masih saja duduk di kursinya, tak percaya bahwa Karno akan langsung menurut pada guru itu.


"Calum !! Apa kamu tak mendengar perintah saya ??" tegur guru lagi. " Ah, baik buk."


Ketika hendak keluar dari kelas, Calum mendengar bisik" para siswi.


" Karno ganteng banget yaa, " siswi 1


" Iya, gantengnya kelewatan, pengen jadi pacarnya.deh aku." siswi 2.


" Eh, tapi kalau jadi pacarnya sih harus siap dapet nyinyiran cewek lain" siswi 3

__ADS_1


" Bener juga sih." siswi 1 dan 2


Terlalu serius mendengar percakapan teman sekelasnya, tanpa sadar Calum malah menabrak pintu yang sudah di depan mata.


" Aduhh." ringis Calum.


" hahahahah." siisi kelas menertawakan Calum, termasuk sahabatnya. Ya,,,kecuali satu orang. Aletra, ia malah memandang khawatir pada Calum. Makin sayang saja Calum pada Aletra ini.


Calum sudah berada di depan kelasnya dengan tangan mengusap keningnya. Terlihat Karno berdiri tegap memandang lurus.


" Ngapain kita disini ? " tanya Calum.


" Gak tau. Buk Sintia gak ngasih kita hukuman." Karno mengalihkan pandangan nya ke arah Calum


" Kamu kenapa ?." Karno heran melihat Calum menutupi dahinya.


" Ouhhh, gak papa, cuma kejedot pintu tadi." tak percaya yang dikatakan calum, Karno membuka tangan Cakum dan kaget dengan yang dilihat.


" Kening kamu berdarah,"


" Kita ke UKS." Karno hendak membawa Calum ke uks, tapi di cegah.


" Gak usah, lagipula lukanya gak gede kok." tolak Calum


" Tapi nanti bisa infeksi." dengan keras kepala, Calum menolaknya. Kesal dengan sikap Calum, karno masuk kembali kedalam kelas meninggalkan calum yang berdiri sendiri.


Beberapa saat kemudian....


" Duduk." perintah seseorang.


" Dimana ?"


" Disitu." tunjuk Karno menunjuk bangku di taman kelas mereka.


Karno membuka tas kecil yang ia bawa dari kelas tadi, lalu mengambil sesuatu.

__ADS_1


" Lo bawa kotak P3k ?" heran Calum.


" Buat apa."


" Gak usah banyak tanya." Tangan Karno dengan lincah mebersihkan luka Calum, Lalu mengobatinya. Calum yang mendapat perhatian kecil seperti ini pun sedikit luluh pada pria di hadapannya.


Saat sudah selesai mengobati Calum, Karno membereskan peralatannya. Tapi gerakannya terhenti saat mendengar suara lirih dari Calum.


" Kamu bilang apa ? " Karno mengangkat sebelah alisnya karna tak bisa mendengar suara Calum.


"......ga" ucap lirih Calum lagi.


" Apa? Aku gak denger. Ngomong yang jelas.


" Zaga !!! " teriak Calum.


Karno yang tidak mengerti maksud Calum pun hanya bisa diam. Mengerti dengan keadaan Karno, Calum pun mulai menjelaskan.


" Gue bakal panggil lo pake panggilan Zaga." jelasnya dengan suara lirih.


Mendengar itupun, membuat Karno tersenyum bercampur dengan suasana haru. Entahlah, bagi Karno yang mendengar nama panggilan dari Calum, itu adalah suatu yang mengharukan.


" Ok. Makasih. Terus, bisa gak kalau kita manggilnya, aku-kamu." Calum mendelik.


" Nglunjak yaaa." dipukul lah lengan Karno oleh Calum.


" Hahahh, ampunnn." bukannya sakit, Karno malah tertawa.


...⚜️⚜️⚜️⚜️...


Semoga suka ok.


Salam dari Nini ( 👻 )


 

__ADS_1


Mohon dukung karya ini. Berikan kritik dan saran, terima kasih


__ADS_2