Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 8


__ADS_3

Kelas saat ini sedang melaksanakan PBM ( Proses Belajar Mengajar.) semua tampak berjalan normal hingga waktu istirahat. Namun ada yang kurang.


" Calum kemana ya ?? Gak biasanya dia bolos gini walaupun bandel." syaki memulai pembicaraan.


" Iya, mana si Karno juga bolos lagi. " Ketiga nya melotot setelah mendengar ucapan dari Aletra.


" Jangan-jangan mereka di grebek warga lagi . Gilla sih kalau bener." Syaki kembali menimpali.


" Tapi masa mereka digrebek sih. Mereka aja kan gak ngaku kalau pacaran, kalau emang bener di grebek, bisa bonyok si Calum sama bunda Nya." Ucap Meisya yang tidak setuju dengan ucapan Syaki.


Syaki dan Aletra membenarkan perkataan Meisya, lalu sesaat kemudian.


" Waduhhhh, jangan bilang Calum udah bonyok. Gawat ini.."


" Oke, kita tenang, nanti sehabis pulang sekolah kita ke rumah nya, bawa buah tangan, dan jangan buruk sangka dulu. Siapa tau Calum gak sekolah karna lagi sakit dan gak bisa ngirim surat." usul Aletra.


" Setuju !!! Emang deh, aletra paling bijak." puji kedua temannya.


---------***----------


Sedangkan disisi lain,


Tok....tok....tok.....


Pintu terbuka memperlihatkan seorang gadis yang terlihat lingkaran hitam pada matanya.


" Kenapa kesini pagi sekali ?" tanya Calum lemas.


" Kamu gak tidur semalaman ? Nanti kalau kamu sakit gimana. ?" terlihat jelas ke khawatiran Karno saat melihat kondisi Calum.


Tak menjawab yang di pertanyakan oleh Karno, kini fokus Calum ada pada Lengan Karno yang terlilit perban dengan asal asalan.

__ADS_1


" Harus nya yang dipertanyakan itu kamu" calum mempersilahkan Karno untuk masuk.


" Aku ? Kenapa ?" Calum menghela Nafasnya. Lalu ia berjalan ke sebuah lemari dan mengambil kotak P3k.


" Kamu teliti banget pas ngobatin luka aku. Tapi pas kamu sendiri terluka malah asal gini."


Calum mulai melepas lilitan yang ada di lengan Karno , lalu mulai membersihkannya lagi dan memberi obat yang baru. Kemudian dililit kembali dengan rapi.


Karno memandang lengannya dengan senyum merekah, lalu mulai bicara aneh." Kalau kaya gini terus sih aku mau terluka setiap hari." ucapan itu yang langsung mendapat reward tepukan pada lengan yang terluka tadi.


" Awsss, kenapa di tepuk, kan masih baru lukanya." Calum hanya melirik malas pada pria di sebelahnya.


Di tata kembali barang barang itu dan diletakkan pada tempatnya.


" Kenapa kamu bolos sekolah ? " to the point Calum


" Karna aku mau nemenin kamu." ucapnya dengan Senyum.


Calum tak lagi mempertanyakan sesuatu yang nantinya malah ia akan dibuat terdiam.


" Lagi tidur. Tadi habis makan, bunda ngeluh pusing jadi aku suruh tidur aja." jelasnya.


" Bunda kamu normal terus setiap pagi atau bagaimana. Maaf kalau pertanyaan aku buat kamu risih. Kalau gak mau jawab gak papa kok."


Calum terlihat menghela Nafas beberapa saat,


" Bunda gak terkendali kalau ada pemicu nya. Kalau misalkan gak ada hal yang mancing amarah dia ya bunda gak akan kenapa-napa. "Karno mengangguk kan kepala, walau tidak semua Calum ceritakan, tapi Karno mengerti. Pasti sulit bercerita pada orang 'baru'.


Angin berhembus mengisi keheningan yang melanda keduanya, bak mendapat bisikan, Karno menoleh ke arah pintu utama rumah Calum.


" Kayanya temen kita bakal datang deh." ucap nya yang menarik. Perhatian Calum.

__ADS_1


" Siapa ?"


Tok...tok...tok...


Calum mendekati pintu dan membukanya,ia terkejut saat mendapati sahabatnya yang berkunjung.


"Kalian ??"


🦋🦋🦋


" Kalian juga bolos ? " tanya Calum setelah membuatkan minuman untuk tamu nya.


" Enggak kok. Kamu gak bolos. Cuma tadi ada rapat, jadi pulangnya cepet. Rencana sih mau kesini sehabis pulang sekolah." jelas Aletra.


" Tapi tak disangka kalian malah berdua an disini. Jangan jangan kalian habis di grebek lagi, terus di suruh nikah kaya di cerita novel-novel itu."


" Ngaco kamu. " jawab Calum


" Kalian dari tadi diem kaya gini aja ? Gak bosen gitu.?" ujar Syaki.


" Jalan yuk. Kan udah lama banget kita gak jalan sejak kejadi.....emmmp" mulut Meisya yang kadang bocor langsung ditutup oleh aletra.


" Jangan dipikirin Calum. Tapi bener loh. Kita jalan yuk." Lanjut Aletra.


" Bukannya gue gak mau,tapi bunda gak ada yang jagain." tolak halus Calum.


" Pergi aja." suara seseorang.


...⚜️⚜️⚜️⚜️...


Semoga suka ok.

__ADS_1


Salam dari Nini ( 👻 )


Tolong tandai typo.


__ADS_2