Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 11.


__ADS_3

Kejadian kurang mengenakkan sewaktu mereka berada di mall, mereka lupakan.


Sava diantarkan kembali kerumah, dan sudah siuman. Selama perjalanan itu tak ada yang bicara kecuali Syaki yang asik mengomeli Calum agar jangan terlalu terbawa emosi. Calum hanya mendengerkan tanpa ada niat untuk membalas perkataan Syaki.


🦋🦋🦋


Di sekolah, para siswa/i sudah pulang kerumah masing masing. Mungkin sekarang sekolah itu sudah kosong.


Di sebuah kelas yang pintunya tak tertutup rapat, terdapat seorang siswi yang menyandarkan kepalanya ke meja. Mata itu tak tertutup, sedang menatap ke arah pintu. Pandangannya kosong.


Kriettt....


Suara pintu terbuka, Calum yang sedang menatap kosong itu pun langsung sadar. Ia tegakkan kepalanya,


'Tampan....' ucap Calum dalam hati. Entahlah, mungkin mengagumi orang tampan adalah kebiasaan Calum.


" Sedang melamun lagi ?" lelaki itu berjalan kearah calum dan menarik kursi di dekatnya, Calum yang ada disitu hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh kakak kelasnya.


' Daffa Prasetya Brata.' itulah namanya, baik hati, tampan, ramah dan juga salah satu murid teladan di sekolah. Tentu saja teladan, karna Daffa sendiri adalah seorang ketua osis. Saat Calum masih MPLS dulu, Daffa lah yang sering membantunya jika Calum sedang kesulitan. Sejak itu pula keduanya dekat, dan kedekatan itu sampai saat ini masih terjaga.


Merasa tak mendapat jawaban, Daffa kembali bertanya, " Kamu ada masalah ? " ucapnya dengan penuh kelembutan.


Mendengar hal itu, Calum langsung menatap kocak Daffa,


" Gak, tidak ada masalah kok kak.." sambil tersenyum smriwing....


Sudah mengetahui sifat Calum, Daffa hanya terseyum kecil. Ia tau jika adik kelasnya ini sedang mempunyai masalah yang cukup untuk membuat depresi, tapi Daffa salut karna sampai saat ini yang di khawatirkan malah memasang wajah riang tanpa beban, walau dalamnya sudah berantakan.


" Kalau kamu ada masalah, jangan sungkan untuk cerita sama kakak. Kita udah tau masalah masing masing. Jadi, kakak harap kamu mau berbagi masalah itu sama kakak, jangan dipendam sendiri." mendapat perhatian seperti itu, jujur saja Calum merasa tersentuh. Ia sangat merindukan perhatian-perhatian kecil yang seperti ini. Hampir saja air matanya menetes.


Merasa suasana yang menjadi sendu dan sedih, Daffa mencoba membalikkan suasana itu.


Daffa melihat ke sekeliling dan menemukan benda yang cocok membangkitkan suasana. Ia berdiri, lalu mengambil benda itu.


" Liat nih Calum, kakak nemu apa..." ucapnya sambil menunjukkan benda yang ada ditangannya.


" Gitar...." Calum terkekeh gemas, saat melihat Daffa menenteng sebuah gitar yang didapatnya dari atas meja guru.


" Kenapa gitarnya ada di meja guru ya ???" sungguh, Sepertinya tadi Calum tidak melihat benda itu.


" Entahlah, ini kan kelasmu. Mungkin ada hantu yang ingin kau tersenyum lagi, makanya hantu itu meletakkan gitar ini." canda Daffa.


" Okkk ,,, karna kita sudah mendapat kan gitar ini dari hantu yang berniat baik, maka kita harus memanfaatkannya."


" Gimana kalau kita duet." tawar Daffa.


" Ok, siapa takut. Tapi kalau suaraku cempreng jangan kecewa..." Daffa hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu pasti tau lagu ini. " ucap Daffa begitu yakin.


" Kita mulai..." Daffa mulai memainkan gitar nya dengan sangat lihai.


" Kamu duluan."


Mendengar suara petikan dari senar gitar itu, dan juga nadanya, Calum langsung tersenyum. Ia mulai menyanyikan bait per baitnya.

__ADS_1


Perjalanan membawamu


Bertemu denganku


Ku bertemu kamu


Sepertimu yang kucari


Konon aku juga seperti yang kau cari


( Calum menyanyikannya dengan sangat baik, suara yang merdu membuat nya semakin candu.)


Kukira kita asam dan garam


Dan kita bertemu di belanga


Kisah yang ternyata tak seindah itu


( giliran Daffa yang menyanyikan, suaranya tak kalah merdu. Keduanya terus melakukan duet yang sangat baik.)


Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira takkan ada kendala


Kukira inikan mudah


Kau aku jadi kita


Redam kini sudah pijar istimewa


Entah apa maksud dunia


Tentang ujung cerita


Kita tak bersama


Semoga rindu ini menghilang


Konon katanya waktu sembuhkan


Akan adakah lagi yang sepertimu


Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira takkan ada kendala


Kukira inikan mudah

__ADS_1


Kau aku jadi kita


Kau melanjutkan perjalananmu


Ku melanjutkan perjalananku


Uh uh uh


Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira takkan ada kendala


Kukira inikan mudah


Kau aku jadi kita


Kukira kita akan bersama


Hati-hati di jalan


( Akhirnya mereka selesai menyanyikan lagu itu dan saling melempar senyuman.)


{HATI-HATI DI JALAN : TULUS }


..........................................


Sungguh, suara mereka sangat indah jika di dengar, mungkin jika ada banyak orang, mereka akan di berikan tepuk tangan yang sangat meriah.


Sebenarnya ada seseorang yang mendengarkan mereka berduet tadi. Bahkan sejak awal ia berada di sana sebelum Daffa datang. Orang itu mendengarkan suara Calum yang sangat merdu itu dengan tersenyum. ia bahagia saat Calum bisa tersenyum . Tapi disisi lain ia sedih karna bukan ia yang membuat Calum tersenyum.


Seseorang itu pergi begitu mereka menyelesaikan duetnya. Berjalan ia menuju keluar sekolah dengan membawa sebungkus cemilan manis yang tak jadi diberikan.


" Are you okay ??? " ucap sesuatu dalam dirinya...


"Huffft.... As you see and fell."


( seperti yang kamu lihat dan rasakan.). Ucap nya pada sesuatu yang ada di depannya..


Sesuatu itu terkekeh."Be patient.." (sabar.)


orang itu menatap malas pada sesuatu di depannya itu.


" pergi sana !!!" usirnya." pergi yang jauh. Jangan temuin saya untuk sementara waktu."


" Wuhuuu.... sang pemilik sedang ngambek..." sesuatu itu menghilang dalam sekejab.


...⚜️⚜️⚜️⚜️...


Semoga suka ok.


Salam dari Nini ( 👻 )

__ADS_1


 


Ayooo ada yang bisa nebak gak siapa sih mereka....


__ADS_2