
Hoshh...
Hoshh...
Hoshh...
Nafas yang terengah-engah menyertai perjalanan Calum menuju gerbang yang hampir tertutup.
" Pak..... Stopppp." bak adegan yang di slow-motion, akhirnya Calum bisa masuk kedalam kawasan sekolah tanpa harus lari keliling lapangan.
" Untung gak terlambat. Kalau sampai terlambat lagi, bapak yakin kaki kamu akan tambah berotot." ujar penjaga gerbang.
" Hiss. Bapak mah gitu. Masa cantik-cantik gini kakinya berotot, kan lucu pak. " oceh Calum.
" Nih pak. Bayangin aja kalau muka aku baby face, terus kakinya berotot. Kabur semua cowo pak, gak ada yang mau sama aku. Hiiii."Calum membayangkan dirinya yang seperti itu bergidik ngeri.
" Hahah, yaudah gih kamu masuk. Nanti malah telat beneran terus dihukum lagi." ujar sang bapak, yang direspon anggukan oleh Calum.
" Tapi kayanya kamu tetap bakal dihukum deh." lirih bapak penjaga dengan menggeleng kan kepala.
.
Calum sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak terlambat masuk ke kelas. Yaa, jika dilihat para guru memang belum memasuki kelas mereka. Aman lah untuk Calum.
Saat hendak masuk ke dalam kelas, calum merasa ada yang menarik nya.
" Eitsss, mau kemana ?? " senyum guru terpampang jelas.
" Mau ke kelas buk. Hehhe."
" Ohh, mau ke kelas,,,,." Calum mengangguk.
" iya buk. Tolong, ini tangan ibuk lepasin dari baju saya. Hehehh" Calum menunjuk tangan guru nya yabg mencincing kerah baju belakangnya.
" Mau dilepasin ??. Kamu gak tau kesalahan kamu apa." masih tetap pada posisi yang sama. Hingga anak anak yang masih berada di dalam kelas mulai tertarik untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
" Soal baju ??."" tanya Calum dan diangguki oleh Ibu Rita.
" Baju saya kan gak ada yang salah buk. "
" Kamu tau sekarang hari apa ? Sekarang itu hari selasa dan kamu malah pakai baju olahraga ?" Calum menggaruk kepala nya yabg tidak gatal.
" Soal nya saya ada jam olahraga buk. Makanya saya pakai baju olahraga." jawab Calum
cukup sudah. Entah sudah berapa guru yang dibuat Calum mengelus dada untuk bersabar.
" Jam olahraga di kelas kamu itu jam pelajaran kedua, sedangkan ini masih jam pelajaran pertama Calummm."
" Sekalian bukk. Peace.✌"
__ADS_1
" Calum,, kamu lari 5 keliling lapangan sekarang juga atau mau ibuk kunciin di kamar mandi. " ancam ibu Rita.
" Ehhhh, iya buk. Saya lari,,,tapi tolong kurangin putaran nya buk. Saya gak mau jadi berotot dan perawan tua buk...." ujarnya sembari menuju lapangan.
" Calummmmm"
⚜️⚜️⚜️
" Haaa, capek guee. "
Saat ini Calum sudah berada di kelasnya setelah menjalani beberapa hukuman. yap beberapa hukuman, alasan.nya agar Calum kapok dan tidak mau berulah lagi.
" Lo sihh, udah tau olahraga itu di pelajaran kedua. Malah pake baju olahraga." Aletra mengelap keringat Calum bergantungan dengan Tisuu.
yaaa, ini baru namanya Sahabat. Menolong saat yang lain butuh bantuan.
" Aaaaa. Maaci Aletla, cayang aletla banyak banyak." Dicium nya pipi Aletra dengan gemas.
" Tu mulut kenapa sihh." Geli Aletra segera menghapus bekas ciuman Calum.
" Ihhhh ngomong lo alay banget. Jijik tau gak " Syaki memandang Calum Waspada.
" Ngapa ? Mau gue cium juga ?" usil Calum.
" Ogah ya. Mending gue dicium sama anak pungut dari kolong jembatan."
" Oyyyy suami gue itu. Asal minta cium aja." dihampirinya Syaki lalu dicubit lengan nya.
………****
^^^****………^^^
" Sakit oyyyy." teriak Syaki.
" Udahh." kesal Meisya yang sedari tadi diam.
" Kalian bisa gak sih. Diem, sehari aja. Pusing gue denger nya."
" Gak bisa ..... hhaha." keduanya menjulurkan lidah nya lalu lari menghindari amukan Meisya.
" Kalian... Jangan lari." Meisya hendak mengejar keduannya tapi tidak jadi karna ia melihat guru yang akan mengajar.
" Hahah kejar aja kalau bisa." sedangkan Syaki dan Calum tak tau kalau ada guru yang mendekat. Saat mereka membuka pintu, mereka menabrak sesuatu yang empuk. (bukan roti)
" Aduhh ini apaan lagi." keduanya mendongak, lalu menelan saliva masing masing.
" Mati gue." batin mereka.
" kalian sedang apa ? " suara bariton yang menakutkan. Yaa, mereka tau yang akan terjadi selanjutNya.
__ADS_1
⚜️⚜️⚜️
" Lo gak capek apa ? " bisik seseorang
" Ya capek lah. Ini semua gara gara lo, jadinya gue juga ikut ikutan kena." balas nya.
" Kok jadi karna gue ?? " balas lagi tak terima.
" Iya karna loh lah. Kan lo yang gang...." ucapan nya terpotong karna di tegurr.
" Kalian kenapa malah diskusi. Jika kalian seperti itu lagi, bapak tambah durasi hukumannya." ancam guru yang sedang mengajar.
Kalian pasti taulah siapa yang ditegur oleh guru.
………****
Apa.. Gak tauuu 🤨. Yaudah Nini kasih tau. Mereka adalahhhh :
1. Lady Alesha Calum Bellvania
2. Lady Syakila Maheswara.
^^^****………^^^
" Maaf pak." lirih mereka dengan kaki diangkat sebelah, kedua tangan menjewer telinga.
" Ada ada saja." sang guru pun kembali mengajar.
Lalu...
Tok
tok
tok......
" Permisi pak." senyum orang yang membuka pintu.
...⚜️⚜️⚜️⚜️...
Semoga suka ok.
Salam dari Nini ( 👻 )
…………
Kalau ada salah atau typo harap ditandai. Karna Nini masih dalam tahap belajar. Kritik and saran sangat Nini butuhkan.
Baca dan tinggalkan jejak di cerita Nini ya..
__ADS_1
Makasihh.…💖