Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 1


__ADS_3

Hari yang sudah larut malam. Jalan sepi yang terlihat seperti kuburan. Norka mengendarai mobilnya dengan sebelah tangan memijit pelipisnya yang sakit. Matanya menyipit melihat jalanan, sungguh ia sangat pusing.


" Aku harus cepat kembali ke rumah dan membicarakannya dengan ibu."


" Lalu aku akan menepati jajiku, Asha." kedua sudut bibir nya melengkung.


Mobil Norka melaju dengan kecepatan normal. Kalian ingin tanya kenapa ? Tentu ia tak ingin mengalami kecelakaan. Ia masih ingat jika dirinya sedang dalam keadaan yang tidak terlalu baik.


Tapi yah... Siapa yang tau dengan takdir. Dari arah belakang muncul kendaraan yang sama seperti miliknya dengan kecepatan yang sangat penuh. Awalnya Norka membiarkan. Tapi semakin lama, mobil di belakang nya itu semakin mendekat dengannya. Sontak netra Norka yang menyipit tadi langsung terbuka lebar.


Norka mencoba menghindar, tapi tak ada celah sedikitpun. Seakan mobil itu sedang mengincar Norka. Terjadilah kegiatan kejar mengejar. Tak lama setelah itu, timah panas mulai berterbangan kearah mobil yang dikendarai Norka


Kini Norka tau apa yang terjadi.


" Dasar, lebih baik aku terjun saja ke jurang daripada tertangkap oleh mereka."


Merasa tak punya waktu lagi, Norka menabrakkan mobilnya ke pembatas jalan dan terjun dengan mobilnya. Gila memang, tapi itulah satu-satunya jalan yang ia punya sekarang.


Norka membuka pintu dan mencoba keluar, siapa tau dibawah sana ada sungai jadi ia bisa berenang. Tapi entah kenapa hari ini keberuntunggan Norka seperti sudah habis saja.


Brakk.....


Bukan air yang ada di dasar jurang itu, tapi bebatuan. Tubuh Norka mendapat luka yang parah. Ada batu tajam yang menancap tepat di dadanya.

__ADS_1


Sekarang yang ada dipikirannya hanya ada satu wanita dan seorang gadis kecil..


Netranya hampir tertutup sempurna, saat sebuah suara menghampiri indra pendengarnya.


" Aku membutuhkan mu dan kau membutuhkanku. Janji yang yang ingin ditepati akan kau lanjutkan. Tak selamanya. Sakit." Norka tak mengerti apa yang dikatakan oleh dia.


" Kau setuju ? Kau berhak mengendalikan nya, aku akan membantu dan menumpang padamu." ???


Sungguh Norka tak mengerti apapun, tapi ia mengangguk setuju. Yah,,, semua menjadi gelap.


Masih terdengar di telinga Norka ada suara kepakan sayap yang tak sempurna. Entahlah ia tak puduli, mungkin setelah ini ia akan mendengar lebih sering suara kepakan itu.


...🦋🦋🦋🦋...


Diletakkan bawaan mereka pada tempat yang sudah disediakan.


" Meisyaaa....." heboh para gadis itu kesebuah meja yang ditempati seorang gadis dengan buku ditangannya.


" Kalian kenapa sih." kesal Meisya.


" Gabutt. " jawab seorang gadis dengan rambut yang dijalin berantakan tapi indah dipandang.


"Calummm. Bisa gak sih lo tu diem. Sehari aja jangan ganggu hidup tenang gue." Meisya menatap tajam gadis cantik di depannya.

__ADS_1


" Eitsss, jangan panggil gue Calum. Panggil gue Belva. Hahahah"


" Gila." kompak teman nya mengatai Calum sudah gila.


" Denger ya,,, sejak SMP, kita udah biasa manggil lo Calum. Mana bisa diubah se-enak jidat ." Syaki, meremat gemas pipi gadis itu.


" Ya walaupun kamu punya nama yang semua katanya bisa dibuat jadi panggilan, tapi kami suka sama nama panggilan Calum" ucap Aletra.


Syaki dan Calum menatap Aletra yang duduk manis di sebelah Meisya.


" Iya,, gue cuma bercanda kok. Terserah mau panggil gue apa, asal jangan panggilan itu." peringatan dari Calum.


" siap bosque, kita-kita gak mau lo jadi sakit kepala karna panggilan itu." ketiga teman nya melakukan hormat , membuat Calum tertawa.


" Udah udah eoyyy. Guru dah dateng tuu."


...⚜️⚜️⚜️⚜️...


Semoga suka yaa


Salam dari Nini ( 👻 )


.

__ADS_1


__ADS_2