Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 3


__ADS_3

Tok..


tok...


tok...


Pintu terbuka lebar menghadapkan seorang pria yang gagah dengan seorang wanita paruh baya.


" Karno..." teriak khawatir wanita paruh baya itu.


" Kamu kenapa nak... Kok pulang keadaannnya kaya gini sih." keduanya masuk kedalam rumah.


" Karno gak papa ibu. Sekarang, lebih baik ibu istirahat. Karno juga mau istirahat. Makasih udah Bukaiin pintunya ya bu." karno meninggalkan ibunya yang menatap khawatir.


...🦋🦋🦋🦋...


Back to Calum


" Guyss.... Yuhuuuuu. Waktu nya ngantin yuk. Pada bengong bae. " ajak Calum pada ketiga temannya yang bengong. Entah memikirkan apa


Melihat teman nya tidak ada yang merespon, membuat calum menghela nafas. " Woyyyy!!!!!"


Brakk.. Calum menggebrak meja sehingga membuat ketiga temannya kaget dan latah."


" Eh calum mirip komodo bawa pedang masuk ke kandang singa." latah Syaki, sedang dua lainnya hanya kaget dan mengelus dada.


" Buset dah, dikatain komodo gua."


" Heheh sorry, kaget gue, maklumi ya." Syaki cengengesan.


" Baiklah, karna calum hari ini lagi baik gue maafin. Yaudah ayok ke kantin kita, laper nih." ucap Calum Sambil mengusap perut nya.


" Ehh, apa ?? Ohhh iya yuk kita ke kantin. Laper nih." sahut Aletra yang sudah sadar.


" Ohh iya. " jawab kedua teman lagi secara bersamaan.


Ke empat nya berjalan beriringan menuju kantin. Tentu dengan penuh canda tawa.


" Ehh, iya. Tadi kalian kenapa bengong ??tanya Calum yang ingat dengan tingkah temannya tadi.


" Ohh, kalau gue sih lagi mikirin pak suami yang mau konser ke indonesia. Pengen banget jenguk paksu, tapi sadar gue kaga punya black card." tutur Syaki dengan nada yang meng-sedih.


" Huaaa, nasib kita sama syaki. Gue juga kaga punya uang segerobak buat beli tuh tiket konser." peluk Calum yang sangat mengerti penderitaan sahabatnya itu.


" Nasib dah jadi istri yang dinikahin siri doang. Kagak dikasih jatah dolar kita."

__ADS_1


" He'em." balas Syaki.


Sedang kedua manusia yang berada di samping Calum dan Syaki hanya diam menatap jengah dengan tingkah kedua nya.


" Mulai deh mulai. capek gue liat kalian, mau aja dipoligami satu dunia." Meisya memutar bola mata malas.


" Diem loo." bentak kedua istri yang menangisi nasib mereka.


" Udah, jangan di ladenin. Biarin mereka dengan dunia perhaluan yang sangat kuat."


" Iya sih. Kalau lo lagi mikirin apa sampe bengong gitu ? " sekarang giliran Meisya yang bertanya kepada Aletra.


" Gue ?? " Meisya mengangguk.


" Kalau gue sih lagi mikirin mereka berdua tuh. Gimana nanti suami mereka kalau dapet Bini modelan mereka." Aletra tersenyum yang dibalas tatapan tak percaya dari Meisya.


" Wahh, kaga bener semua nih temen gue." gumam nya pelan.


⚜️⚜️⚜️


Sekolah sudah berakhir sejak satu jam lalu, seusai Calum mengucap salam perpisahan dengan temannya dengan wajah riang, ia berjalan menuju rumah yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.


Saat ini ia sudah berada di depan pintu rumah nya. Seketika raut wajah Calum berubah. Wajah riang gembira diganti dengan wajah datar dan sorot mata yang dingin.


Perlahan ia mulai memasuki rumah yang jika dilihat seperti tak terurus. Padahal ada orang yang menempati nya. Bukan karna Calun malas membersihkan nya ya...


walaupun berucap begitu, Calum membersihkannya lalu setelah rapi ia langsung masuk kedalam kamar nya dan merebahkan diri.


Mencoba tidur dengan nyenyak dengan mengunci pintu nya.


.


.


.


.


.


Brak.. brak


Buk


prang

__ADS_1


Baru saja rasannya Calum tertidur, sudah ada suara yang mengganggu nya


Sedikit menghela nafas dan setetes air jatuh, Calum keluar dati kamar nya. Ia menuju ke sumber suara.


Dapur adalah tujuannnya. Bayak barang berserakan dan juga pecahan kaca. Terlihat wanita paruh baya sedang memasak dengan tersenyum gembira. Terlalu memperhatikan wanita itu, Calum tak hati-hati dan terkena pacahan kaca itu.


" Awwww." rintih Calum


Wanita yang memasak tadi pun menoleh ke arah calum.


" Nak, kamu kenapa ?? Aduh sayang, sini bunda obatin ya. Ini kok bisa kena kaca sih." dengan sigap wanita itu ingin mencari obat obatan tapi Calum mencegahnya.


" Gak usah bunda, banyak kaca. Nanti bunda juga kena." calum mencoba menahan sang bunda. Dan mebersihkan pecahan kaca yang berserakan


" Aduhhh ini salah bunda. Harus nya bunda bersihin dulu kaca nya. "


Calum tak menyahut dan masih memungut kaca, lalu membuang Nya ke tempat sampah.


" Bunda terlalu senang karna sebentar lagi ayah dan abang kamu mau pulang. Jadi nya bunda lupa bersihin kacanya. Maafin bunda ya nak." jelas sang bunda


Degg....


seketika Calum mematung. Dan bisa terlihat tetesan mengalir air mengalir.


" Bunda, Calum mohon jangan pernah ungkit mereka lagi bun. " tangis Calum bercampur marah dan rindu.


Raut wajah sang bunda berubah menjadi datar. Lalu melepas tangan yang di genggam Calum


" Kamu gak anggep ayah dan abang kamu ??. Anak macam apa kamu ini. "


" Enggak, bukan gitu bun. Bunda..." panggil Calum saat melihat Bunda Mira berjalan tergesa


Calum mengikuti sang bunda yang berjalan ke arah kamar nya.


Diambil barang barang Calum lalu ditumpuk jadi satu.


" Kamu menerima ini semua dari ayah dan abang kamu tapi kamu tidak menganggap nya. Hah !!!!." teriak sang bunda.


" Bunda, jangan gini bunda, calum gak mau bunda kaya gini." calum memasukkan sebagian kembali barang nya ke dalam lemari dan saat berbalik.


Wussshh


Kobaran merah berada dihadapan Calum.


...⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


Semoga suka ok.


Salam dari Nini ( 👻 )


__ADS_2