
" Calummm..."
Mendengar namanya dipanggil tak membuat Calum berhenti dengan kegiatannya.
Karno yang melihat itu langsung melerai dua gadis yang sedang jambak menjambak rambut itu.
" Udah, kamu kenapa malah bertengkar kaya gini.!!!" Karno mengambil alih Calum yang sudah dikendalikan emosi.
" biarin aku !!! Biar aku jambak dan pukul dia. Kalau perlu aku bunuh sekalian." tak dapat dikendalikan lagi emosi Calum saat ini.
" Calum, kamu kenapa sih. Sadar... kamu dikendalikan emosi" Susah payah Karno menahan Tubuh Calum yang berontak agar tak lagi menyakiti orang lain
Sementara satu gadis lainnya, sedang berdiri menatap Calum Yang sangat ingin melukainya. Gadis itu menangis tanpa suara, setelah mendengar perkataan Calum tadi.
Kejadian sebelum pertengkaran..
Saat Aletra dan Karno asik bicara berdua di bangku yang disediakan, maka saat itu Calum, Syakila dan Meisya sedang asik melihat barang barang yang menurut mereka unik. Contohnya saja ini.
"Calum, Meisya, lihat deh sini. " merasa dipanggik pun, mereka mendekat ke arah Syakila yang menatap sesuatu dengan mata berbinar.
" Ada apa sih syaki.?"
" Liat deh ini, tas nya bagus banget !" tunjuknya pada sebuah tas yang menurut Calum dan Meisya sangat w-wooow.
" Serius kamu bilang ini bagus ? " Ukar Calum keheranan.
" Yaiyalah." Calum kembali melihar tas dengan merk 'Buaya buntung'. Di mana di tas itu terdapat gambar sepasang kekasih yang sangat mesra. Jika itu hanya kekasih biasa mungkin Calum Dan Meisya tidak akan masalah, tapi pria di dalam gambar tersebut mempunyai badan buaya, punya rambut berwarna merah muda, ditambah aksesori kacamata berbentuk Hati.
__ADS_1
Kira kira seperti itulah gambarnya... Jangan protes kalau jelek.
" Aku gak tau seleramu kaya gitu ternyata Syaki...." Calum Memandang Syakila dengan tatapan kasihan, begitupula dengan Meisya.
Ini juga, Jangan protes. Nini gak bisa bikin gambar yang bagus dan rapi..
Syakila memutar bola mata malas, mendengar perkataan teman nya itu.
" Ini itu bukan untuk aku yaa." ucapnya sebal. " aku mau beli iNi buat hadiah seseorang." setelah mengatakan itu, Syaki tersenyum ala ala iblis yang malah terlihat seperti orang gila.
"yayayyay."
Mereka melanjutkan acara belanja mereka sampai Syaki kembali memanggil Calum.
" Calum..... Itu bukannya...." Calum menoleh dan memusatkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Syaki. Seketika raut wajahnya datar Dan nafasnya memburu. Terlihat disana terdapat sepasang suami istri dan seorang anak perempuan sedang berbincang dengan hangat. Kehangatan itulah yang membuat dada Calum semakin bergemuruh. Melihat pasangan pasutri tersebut sudah pergi, Calum langsung menghampiri anak perempuan itu dan mulai menjambaknya.
Anak perempuan yang rambutnya tiba tiba dijambak pun mengeluh kesakitan, dan melawan. Tapi terhenti karna kata kata Calum selanjutnya.
" Lo udah ambil kehidupan gue,, dan sekarang lo malah hidup dengan bahagia....enggak, gue gak akan biarin itu terjadi. Gue udah muak pura pura gak peduli. Lo gak akan bahagia karna gue bakal hancurin itu. Keluarga lo..." dan mulailah pertengkaran mereka. Syakila dan Meisya mencoba melerai, tapi mereka tidak bisa. Orang orang pun sudah berkerumun menonton Calum dan anak perempuan tadi.
" Woyyy, bantu lerai in lah. Kenapa malah cuma nonton doang." Syaki menatap kesal pada orang yang hanya menonton. Syaki sudah berusaha ubtuk melerai,tapi Calum seakan tak memberi Celah. Apalagi Syaki hanya seorang gadis biasa, tak akan kuat jika hanya ia yang melakukannya.
Pertengkaran itu masih tetap berlanjut sampai karno datang untuk menahan Calum.
------?-----
__ADS_1
" Calum !!! Sadar.." Karno membalikkan tubuh Calum kearahnya dan menatap lekat Calum. Sepersekian detik yang terasa bagai mimpi, Calum melihat mata Karno menjadi berwarna biru, setelahnya pandangan Calum menjadi kabur.
Hap...
Karno langsung menggendong Calum keluar dari mall menuju mobil mereka . Setelah membaringkan Calum dengan nyaman, Karno kembali masuk ke dalam mall.
"Sebenarnya ada masalah apa tadi sampai kalian bertengkar ?" semua orang yang menonton tadi sudah dibubarkan. Hanya tersisa Aletra, Syaki , Karno dan....Miran ???. Sedangkan Meisya sedang menjaga Calum di dalam mobil.
" Aku gak tau !! Calum tiba tiba datang dan jambak rambut aku. Apa salah aku !!" marah ? Tentu saja Miran marah, jika ia tak mengetahui apa apa.
Mendengar hal itu, Karno pun menatap temannya seakan mengatakan 'kalian tau masalahnya ?'. Aletra yang mengetahui arti tatapan itu langsung menyenggol lengan Syaki.
" Jelaskan apa yang terjadi tadi.!" perintah Alerltra.
Tak mengerti apa maksud nya Syaki Pun hanya bisa melongo." Apa !!" ucapnya.
" Kejadian kenapa Calum bisa bertengkar."
" Ouhhh." angguknya. " emm,, sebenernya sih si Miran ini gak salah. Aku tadi cuma nunjukin ke Calum sebuah keluarga yang sangat bahagia. " jeda Syaki bercerita.
" Mungkin karna Calum lagi sensitif, dihampiri lah si Miran pas orang tuanya udah pergi. Dan,, kalian pasti tau kaya apa kelanjutannya.."
Sebenarnya Karno belum sepenuhnya mengerti cerita mereka, tapi bisa disimpulkan kalau Calum, sangat membenci teman sekelasnya itu.
...⚜️⚜️⚜️⚜️...
Semoga suka ok.
Salam dari Nini ( 👻 )
__ADS_1
Mohon kritik, saran dan jangan lupa tinggalkan jejak. Minimal sukai cerita ini.