
SALSA yg berada di Rumah Sakit sedang merasa cemas karna kondisi ibu nya yg tiba tiba melemah saat tadi pagi terkena serangan jantung
ia pun merasa menyesal karna pertengkaran nya tadi pagi bisa menyebabkan ibu nya masuk ke ruang ICU,
SALSA yg selama ini menurut pada ibu nya pun harus bertengkar karena sang ibu memaksa nya untuk segera menikah dengan anak sahabat ibu nya itu, SALSA karena ia ingin menyelesaikan kuliah nya terlebih dahulu, namun sang ibu terus bersikukuh memaksa nya
"kreeeet..." pintu kamar terbuka
"gimana dok keadaan ibu saya?.."
tanya SALSA
"ibu kamu saat ini sudah sadarkan diri, dan keadaan nya pun sudah sudah lebih baik,
namun kamu harus tetap menjaga ibumu agar kondisi nya bisa lebih baik lagi, jaga pola makan dan kondisi tubuh nya agar tak terlalu memikirkan banyak hal terlebih dahulu sehingga bisa membuat nya depresi dan mempengaruhi kondisi tubuh nya"
jawab dokter menjelaskan
"iya trimakasih Dok,"
jawab SALSA singkat
ia pun langsung masuk menemui ibu nya yg sedang terbaring di Ranjang rumah sakit saat dokter telah menjelaskan bagaimana kondisi sang ibu
"maafin SALSA ya bun, karna SALSA bunda jadi masuk Rumah sakit"
ucap SALSA sembari menggenggam erat tangan ibu nya dan menunjukan raut muka penyesalan
"SALSA janji, kalo bunda keluar Rumah sakit nanti, akan SALSA penuhin keinginan Bunda untuk menikah dengan anak tante MAYA,
tapi Bunda juga harus janji, agar bunda cepet sembuh dan gak boleh sakit lagi, karna cuma Bunda yg SALSA miliki saat ini"
Bu ROSA (ibu nya SALSA) yg mendengar perkataan anak nya itu pun tiba tiba langsung tersenyum,
"kamu janji bakal nurutin permintaan bunda??"
tanya bu ROSA
"iya SALSA janji bun"
jawab SALSA singkat
"bunda tau kamu pasti terpaksa, tapi bunda ngelakuin ini demi kebaikan kita dan keinginan almarhum ayahmu dulu sebelum meninggal dunia, bu MAYA dan pak BRIMA adalah orang tua yg sangat baik, mereka temen baik Almarhum ayah mu dan bunda, bunda yakin, saat kamu jadi menantu nya nanti, mereka pasti akan memperlakukan mu dengan baik, bunda juga banyak berhutang budi pada mereka, karna keluarga mereka yg selalu membantu kita di saat kita ada masalah"
"iya bun, SALSA janji akan menuhin permintaan bunda, tapi dengan satu syarat, bunda harus ikut dengan SALSA, karna SALSA gak mau bunda tinggal sendirian nanti kalo SALSA nikah"
"kalo masalah itu, nanti kamu sendiri yg minta sama tante MAYA, karna bunda gak berhak untuk memutuskan nya, yg berhak nanti itu adalah suami mu, mau gak dia mengizinkan bunda untuk tinggal sama kamu, kalo gak mau pun bunda gk apa apa, kan ada RIKA dia nanti yg nemenin bunda"
RIKA adalqh sepupu SALSA dari kampung yg kuliah bareng SALSA
"iya itu kan beda bun, ya udah nanti SALSA yg ngomong sama mereka, tapi klo mereka gak mau, SALSA gak jadi nikah"
ucap SALSA tegas
"hemmm.... kamu ini Saaa,"
__ADS_1
sambil membelai pipi manis SALSA yg kemerahan
di tempat berbeda,
RAFKA yg sedang duduk santai di atas balkon rumah, sebuah villa mewah yg berada di bogor dengan suasana asri, pemandangan indah dan udara yg sejuk, tidak seperti pusat kota jakarta yg udara nya di penuhi polusi udara, ia pun menikmati udara sore itu dengan pikiran yg berkecamuk karna desakan orang tua nya yg selalu memaksakan nya untuk segera menikah, akan hal itu ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah nya dan tinggal di villa ini untuk sekedar menenangkan pikiran nya, namun pikiran nya masih tetap melayang entah kemana pergi nya
ia terus memikirkan perkataan RARA (adik kesayangan nya) bahwa selama ini dia tidak pernah peduli dengan kedua orang tua nya, dia asik dengan dunia nya sendiri, ia selalu menghambur hamburkan uang pribadi nya, pulang malam dalam keadaan mabauk, namun di balik itu semua dia adalah sosok yg menyayangi kedua orang tua, namun ia tidak menunjukan nya pada kluarga nya karna gengsi, dan setiap selesai pertengkaran dengan orang tua nya, ia selalu menyesali nya,
kriiing... kriiing.. kriiiing..
bunyi handphone RAFKA pun memecah lamunan nya
RARA.. tulisan dalam Layar Handphone nya..
"halo.. "
jawab RAFKA
"kakak dimana?.."
"di villa"
Jawab RAFKA pada adik nya
"apa kk sudah memikirkan kembali tentang perjodohan ini?.."
"kak SALSA adalah wanita yg baik kak, dan Mama Papa ngelakuin ini pun untuk kebaikan kakak, karna orang sprti dialah yg kakak butuhkan untuk menjadi istri, bkn seperti pacar kakak, yg memiliki sifat yg sama, tidak ada yg mau mengalah"
ucap salsa menjelaskan
"iya.. bilang sama PAPA kakak terima perjodohan ini"
"waah... yg bener kak?.."
tanya salsa yg kegirangan karna mendegar jawaban kakak nya ini
"iya benar"
jawab RAFKA singkat
"iyaa.. nanti RARA kasih tau PAPA, tapi kakak pulang ya, "
mohon RARA pada sang kakak
"hmmmm...." hela nafas RAFKA
"ok, nanti kakak pulang"
"okee... di tunggu kedatangan nya kakak gantengk "
jawab RARA manja pada sang kakak
RARA pun kemudian mengatakan ini kepada pak BRIMA (ayah nya)
mereka pun berencana menemui keluarga bu ROSA untuk melamar SALSA anak nya setelah bu ROSA keluar dari Rumah sakit
__ADS_1
beberapa hari kemudian, pak BRIMA pun mendapat kabar bahwa bu ROSA telah keluar dari Rumah sakit, dan mereka pun berencana untuk datang menemui nya besok pagi
"tuuuut... tuuuut... "
nada tunggu telpon
"halo pak "
terdengar suara wanita menjawab dari seberang telpon pak BRIMA
"SISKA, kamu keruangan saya sekarang "
ujar pak BRIMA, pada SISKA asisten pribadi di kantor milik nya
"baik pak, saya segera ke sana "
siska pun segera berjalan kerumah pak BRIMA"
"Tok.. tok.. tok.. "
terdengar ketukan pintu di ruangan pak Brima
"masuk "
ucap pak brima singkat"
SISKA pun mebuka punti ruangan Pak BRIMA yg terlihat luas, dan melangkah maju ke arah meja tempat bekerja nya
"Silahkan duduk"
ucap pak Brima
"besok ada agenda apa saja kita "
tanya pak BRIMA pada SISKA
"besok kita cuma ada dua pertemuan saja pak dengan klien, yg pertama dari perusahaan OSTO grup yg bergerak dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit, mereka ingin bergabung menjadi bagian dari anak perusahaan kita pak"
"yg ke dua pertemuan dengan petinggi anak perusahaan kita"
jawab SISKA menjelaskan
"oke.. besok, ini saya serahkan semua pada mu, karna saya ada urusan yg harus saya selesaikan terlebih dahulu, untuk pertemuan pertama, jika mereka mau memberikan saham nya sebesar 60 persen, maka mereka bisa bergabung dengan kita, dan segera kucurkan dana buat mereka"
"pertemuan yg kedua, kamu pasti bisa menangani nya dengan Baik,
itu saja, kamu bisa kembali bekerja lagi"
"baik pak "
ucap SISKA yg kemudian pergi meninggalkan ruangan kerja pak BRIMA
ke esokan pagi nya pak BRIMA sekeluarga pergi ke tempat bu ROSA sahabat baik bu MAYA, dan almarhum suami bu ROSA pun merupakan sahabat baik dari pak BRIMA, dia mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai mobil pribadi milin nya, dan terjatuh ke dalam jurang setinggi 20 meter, bersama dengan anak pertama nya, jika dia masih hidup maka usianya akan sama dengan RAFKA yakni 27 tahun
setelah memakan waktu sekitar 30 menit, akhir nya mereka memasuki area perumahan bu ROSA, saat memasuki area tersebut, terlihat perumahan perumahan sederhana pada umum nya, namun tertata dengan Rapi, sesaat kemudian mereka pun akhir nya sampai di depan Rumah bu Rosa yg tetlihat Asri karna di halaman Depan Rumah nya banyak di tanami berbagai macam jenis bunga sehingga menimbulkan suasana yg sejuk dan indah di pandang..
__ADS_1