
salsa pun kini sudah menjadi lebih tenang, namun iya kemudian tersadar akan diri nya yg berada dalam pelukan Rafka
"kamu dasar brengsek, suka sekali mengambil kesempatan"
hardik Salsa memarahi Rafka sambil mendorong tubuh rafka ke belakang,
rafka yg melihat salsa menyeka air mata nya pun merasa bersalah, iya sebetul nya hanya ingin bermain main saja dengan salsa, namun hal itu justru malah membuat salsa menjadi marah terhadap nya
" saya salah, maaf kalau tadi sudah membuat mu marah"
salsa pun hanya diam menatap nya, seolah olah tatapan nya memiliki petir yg tersembunyi yg bisa mengeluarkan kilatan cahaya yg bisa membunuh rafka kapan pun,
"oke.. aku paham, pernikahan kita memanglah bukan kehendak kita, bukan hanya kamu, aku pun sama, tidak menginginkan pernikahan ini,
aku hanya merasa kesal terhadap dirimu, jadi..."
"jadi kau ingin melampiaskan amarah mu terhadap ku, lalu.. kau merusak kehidupan ku, dan aku hancur, itu...
itu yg kau inginkan, hah.. ? "
hardik salsa penuh emosi memotong ucapan rafka
"bukan begitu sa, "
ucap rafka tenang kepada salsa
"oke.. aku berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi, jika kamu tidak percaya, terserah
kita bikin kesepakatan saja, jika saya melanggar, kamu bisa menghukum ku, terserah apa hukuman mu, selagi aku sanggup menjalankan hukuman tersebut, aku akan terima,"
sambung rafka lagi menjelaskan bahwa iya benar benar menyesali perbuatan nya
salsa pun terdiam sesaat menatap wajah Rafka, Rafka yg hanya memakai kaos lengan pendek di padu padankan dengan celana pendek, sehingga tubuh nya yg tegap dan sedikit berotot sangat terlihat jelas, dalam bayangan salsa tubuh rafka adalah sosok lelaki idaman nya,
ia mengakui ketampanan wajah Rafka, dan hati kecil nya pun pun sebenar menyukai Rafka, namun dia tidak dengan begitu mudah bisa memberikan cinta nya begitu saja kepada Rafka,
"baiklah, besok saya akan buat perjanjian yg akan kita sepakati, dan kamu harus menandatangani nya, jika kesepakatan itu kamu langgar, maka sprti yg kamu bilang tadi, aku akan menghukum mu semauku, bukan itu saja, jika sampai kau berbuat hal yg tidak tidak, aku tidak akan segan segan menuntut mu"
setelah melihat ketulusan ucapan Rafka salsa pun menyetujui permintaan maaf Rafka, dengan beberapa pertimbangan
__ADS_1
rafka pun kemudian menarik nafas lega, tetapi juga sedikit cemas apa bila sewaktu waktu dia khilaf dan terjadi sesuatu hal pada salsa,
dia adalah pria yg normal, tinggal satu kamar dengan seorang perempuan cantik, apa lagi dia mengetahui jika salsa belum pernah berpacaran dengan seorang pria pun, bisa saja sewaktu waktu membuat nya merasa semakin penasaran, dan siapa yg bisa menjamin akan hal itu?
dia pun kini menyadari, bahwa ibu nya telah memilihkan nya seorang perempuan cantik dan juga bisa menjaga diri
dia pun hanya bisa menyetujui permintaan dari salsa
"oke.. sepakat.. "
ucap rafka lalu menyodorkan tangan nya untuk bersalaman
salsa pun dengan reflek menghindari tangan rafka, karna dia tidak terbiasa bersentuhan dengan seorang lelaki yg bukan muhrim nya
rafka yg melihat tingkah salsa pun kemudian menarik nafas panjang nya
"heeeii... kita ini sudah menjadi suami istri, sah secara agama, jadi kamu gak bakal dapat dosa jika hanya sebatas menyentuh tangan ku, "
ucap rafka menjelaskan pada salsa, dia mengetahui jika salsa adalah tipe tipe wanita yg takut akan dosa jika bersentuhan dengan lawan jenis nya,
hal ini pun semakin membuat rafka kagum terhadap salsa
pikiran salsa pun semakin melayang layang entah kemana, pipi nya pun kini mulai berubah warna menjadi kemerah merahan, dia pun mulai merasa malu akan hal itu
"aahh.. apaan sih pikiran ku kok jadi gini"
gumam salsa dalam hati, dan tersadar akan lamunan nya, kemudian menjulurkan tangan nya pada rafka, mereka berdua pun kemudian berjabat tangan
"kamu malam ini tidur saja di kasur, biar aku yg tidur di sofa"
ucap rafka lagi sambil menarik guling dan selimut nya lalu menaruh nya di sofa yg cukup nyaman untuk di jadikan tempat tidur nya,
salsa yg berdiri di samping sofa itu pun terdiam memperhatikan rafka
"kamu jangan khawatir, kasur itu tidak aku kasih obat tidur, kamu akan aman dan lebih nyaman untuk tidur di situ, aku tidak akan melakukan apa pun terhadap mu"
ucap rafka meyakinkan salsa
"awaass.. jika kau berani menyentuhku sedikit saja, akan ku hajar kau sampai habis"
__ADS_1
ancam salsa sembari menunjukan jari telunjuk nya kepda rafka
rafka yg mendengar nya pun hanya terkekeh lalu menggeleng gelengkan kepala nya
"kenapa tertawa, apa kau mau berniat jahat pada ku lagi"
ucap salsa yg mulai panik melihat tingkah rafka
"heei.. sudah lah, lebih baik kau tidur saja
jika aku ingin berniat jahat padamu, maka itu sudah ku lakukan dari tadi, dengan badan mu yg sekecil ini, bisa berbuat apa kamu terhadap ku hah.. "
ucap rafka yg melihat tubuh ramping salsa itu
salsa yg mengenakan baju tidur yg tidak terlalu tebal, di sertai dengan jilbab yg tidak terlalu besar, terlihat manis di mata rafka
"jaga mata mu itu kalau tidak akan aku colok nanti"
ucap ketus salsa yg menyadari bahwa rafka tengah memperhatikan tubuh nya, iya pun kemudian mengambil selimut milik nya dan pergi ke kasur yg selama ini menjadi tempat tidur rafka
salsa pun kemudian menarik selimut nya dan mencoba memejamkan mata nya agar bisa tidur, namun diri nya sedikit khawatir, dia takut akan kejadian tadi, dan berpikir jika dia terlelap dalam tidur nya dan rafka tiba tiba melakukan sesuatu yg aneh
diri nya pun teringat akan ciuman rafka di bibir nya, dia sebenar nya marah, tapi ada rasa bahagia juga dalam hati nya, bayangan itu terus memenuhi pikiran salsa yg tengah terbaring
salsa pun tanpa sadar tersenyum karna ulah suami nya yg nakal tadi,
"ayolah salsa. . . ada apa dengan mu, bisa bisa nya kamu malah bahagia dengan kejadian tadi, hiiiis... seharus nya ciuman pertama ku ini hanya di peruntukan oleh orang yg benar benar aku cintai, bukan nya dia"
gumam nya dalam hati yg merasa kesal oleh pikiran nya sendiri, dan juga kesal karna rafka
"jadi begitu ya rasa nya di cium oleh pria, "
pikir nya lagi dalam hati
dia pun kembali tersenyum sambil mengingat kejadian saat rafka mencium bibir nya tadi, sambil memegang megang bibir nya, pipi nya pun kini berubah kemerah merahan karna menahan rasa malu,
salsa pun kemudian menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut, sambil terbayang bayang wajah rafka
tak lama kemudian, dia pun tertidur dengan lelap
__ADS_1