jatuh cinta dalam perjodohan

jatuh cinta dalam perjodohan
bab 12. wanita yg berharga


__ADS_3

salsa dan kedua sahabat nya pun kemudian pergi ke cafe yg tak jauh letak nya dari kampus tempat mereka belajar,


mereka bertiga sering nongkrong di cafe tersebut untuk mengerjakan tugas kuliah atau hanya sekedar menghabiskan waktu mereka untuk bercerita membahas hal dari yg penting untuk masa depan mereka, ataupun hal hal yg tak penting bagi mereka, hanya sekedar untung menghilangkan stres akibat tugas yg terkadang numpuk sehingga membuat kepala mereka pusing ataupun hanya menghabiskan waktu luang di saat mereka suntuk dan bingung mau kemana saat mata kuliah kosong


mereka bertiga pun kemudian memesan cemilan dan minuman dingin untuk menemani cerita mereka


"sa, emang kamu gak ada rasa suka gitu sama denis"


tanya ayu pada salsa


"kamu ngomong apaan sih"


sahut salsa singkat


"gak usah nutup nutupin diri deh sama kita, kita kalo ada masalah, ataupun hal hal yg receh atau pun klo kita naksir sama cowok, kita selalu cerita sama kamu"


"iya nih salsa, kita mulu yg selalu cerita, dari hal kecil sampe ke borok kita pun kamu tau, tapi ha hal pribadi kamu, kamu pun gak pernah cerita ke kita"


lanjut ayu menambahkan ucapan citra


"apa yg mau aku ceritain, orang gk ada cerita apa apa kok"


ucap salsa pada kedua sahabat nya itu


"iiis... tuh kan, kamu masih aja gk mau cerita"


ucap ayu kesal pada salsa


"ya mau cerita apa?


tanya salsa polos pada kedua sahabat nya itu


"ya itu tadi, kamu sama denis kan udah lama kenal, denis juga ku perhatiin dia orang nya baik, sopan, ganteng lagi, banyak yg naksir sama dia, apa kamu gak suka sama orang kayak dia"


tanya ayu lagi pada salsa


"apa penting buat aku jawab"


tanya salsa lagi pada ayu


"penting bagi kami"


jawab citra yg mulai kesal pada salsa


"kita udah kenal lama, tapi gak pernah kamu cerita sprti apa kriteria cowok idaman mu, kamu pun gak pernah membahas cowok yg kamu suka"


sambung citra lagi


"apakah di sini gak ada cowok yg bisa membuat hati seorang salsa bisa jatuh cinta? "


sambung ayu lagi yg mulai bertanya tanya, sosok seperti apakah pria idaman salsa ini, dari sekian banyak mahasiswa yg ganteng dan keren di kampus ini pun belum ada yg membuat nya merasa kagum


salsa pun mengernyitkan alis nya karna merasa bingung terhadap dua sahabat nya ini, yg tiba tiba menyecar pertanyaan pertanyaan tentang sosok pria yg dia idamkan

__ADS_1


salsa pun kemudian tersipu, pipi nya berubah mera muda saat memikirkan denis, pria yg sejak lama sudah mendekati nya, namun denis tak pernah mengungkap kan perasaan nya terhadap salsa, salsa pun hanya menyimpan perasaan nya selama ini kepada denis tanpa pernah menceritakan nya kepada siapa pun


lalu tiba tiba ia pun teringat akan ciuaman yg di berikan oleh rafka tadi malam, dan teringat akan diri nya yg kini telah berstatus menjadi seorang istri


ia pun kemudian menarik nafas panjang agar hati nya menjadi lebih tenang


"hemmmm.... tipe pria idaman ku kayak nya sama saja sama kalian"


ucap salsa yg sedikit lesu, tatapan wajah nya pun kini menjadi kosong


ayu dan citra yg melihat perubahan ekspresi wajah salsa yg secara drastis itu pun kemudian saling bertatap lalu kemudian bertanya pada salsa


"kamu baik baik saja kan sa? "


tanya citra khawatir pada sahabat baik nya itu


"aku gak apa apa kok"


salsa pun kemudian tersenyum manis pada kedua sahabat nya itu, menunjukan bahwa ia dalam keadaan baik baik saja


"kalo kamu gak mau cerita sama kita gak apa apa kok, kami gak maksa, kami tadi nya hanya ingin tau aja, sprti apa sih cowok idaman kamu itu,"


sambung ayu menjelaskan lalu mendekatkan tubuh nya kepada salsa sembari mengelus punggung belakang salsa


tanpa salsa sadari air mata nya pun langsung berlinang di kedua bola mata nya, perlahan jatuh membasahi pipi nya yg mulus itu, lalu salsa langsung menghapus nya dengan cepat dan memberikan senyuman kepada kedua sahabat nya, namun sudut bibir nya bergetar menahan tangis


ayu dan citra yg menyadari itu pun langsung memeluk sahabat baik nya itu sambil mengelus punggung salsa


ucap ayu yg merasakan kesedihan sahabat baik nya itu


"gak apa apa kok, aku seneng bisa punya sahabat seprti kalian, kalian bukan hanya ada di saat aku bahagia, kalian bahkan juga selalu ada di saat kondisiku lagi terpuruk, saat aku ada masalah, kalian lah yg selalu menolong ku"


ucap salsa sembari menghapus air mata nya tg telah mengalir, lalu dia pun tersenyum dan mengangkat kepala nya


"aku tidak apa apa "


ucap salsa sembari memberikan senyum manis nya yg lebar, dia menunjukan kepada kedua sahabat nya itu bahwa kondisi nya kini baik baik saja


"ya kalian berdua memang benar, aku tak pernah mencurahkan isi hati ku kepada kalian berdua, tentang kepada siapa aku jatuh cinta"


mulut nya melengkung membentuk senyum di bibir yg indah, lalu dia pun menarik nafas panjang,


hati nya pun terasa sedikit lebih tenang, lalu ia pun kemudian melanjutkan pembicaraan nya


"aku bukan lah seorang wanita yg sempurna, aku juga memiliki begitu banyak kekurangan, namun aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai seorang muslimah, bukan pula aku mengatakan kalau diri ku seorang yg taat, tapi aku hanya selalu berusaha agar tetap bisa jd muslimah yg taat,


almarhum ayahku selalu berpesan, agar akau selalu dapat menjaga martabat ku sebagai seorang perempuan


karna di situlah letak harga diri kita sebagai seorang perempuan


satu hal yg aku selalu ingat akan kata kata almarhum ayah ku, dan aku juga akan mengatakan nya pada kalian berdua"


ucap salsa sambil menatap kedua sahabat nya itu, lalu mengentikan ucapan nya

__ADS_1


citra dan ayu pun memandang wajah salsa dengan penuh minat, ingin mengetahui apa yg di ucapkan oleh almarhum ayah nya salsa


"apakah kalian tau, siapa kah wanita yg tidak memiliki harga diri? "


tanya salsa pada ayu dan citra dengan nada serius dan tatapan tajam


ayu pun memandang citra, lalu menggelengkan kepala nya pada salsa, tanda diri nya tidak mengetahui


"pelacu* .."


jawab citra yakin


salsa pun menggelengkan kepala nya dan tersenyum


"seorang pelacu* masih memiliki harga, saat mereka telah selesai melaksanakan tugas nya, mereka akan mendapatkan bayaran bukan? "


jawab salsa tegas dengan pandangan tajam kepada kedua sahabat nya itu


ayu dan citra pun saling memandang satu sama lain


"lalu..? "


ucap citra dan ayu kompak menanyakan


"wanita yg tidak memiliki harga diri adalah dia wanita yg suka berpacran, dia wanita yg suka gonta ganti pacar, dia wanita yg selalu memamerkan kemesraan


dengan bangga nya mereka memamerkan kemesraan nya ke khalayak ramai, dan lucu nya, banyak pula wanita yg merasa iri atas kemesraan nya"


ayu dan citra pun terus memandang salsa dan mendengarkan ucapan nya penuh minat


salsa pun kemudian melanjutkan pembicaraan nya


"seorang pelacu* akan mendaptkan bayaran nya setelah menyelesaikan pekerjaan nya,


walau hanya di hargai 10 ribu, dia masih bernilai, dan memiliki harga


tetapi wanita yg berpacaran??


salsa pun mengehentikan ucapan nya sebentar, kemudian menarik nafas panjang dan melanjutkan


mereka akan memberikan tubuh nya secara gratis kepada pacar nya, ya grtis, yg berarti dia tidak bernilai, tidak memiliki harga


jadi jelas, seorang pelacu* lebih memiliki nilai dan harga, dari pada orang yg suka bermesraan dengan pacar nya"


ayu dan citra pun kemudian saling memandang satu sama lain, mereka tercengang akan kata kata salsa, yg seolah olah telah menyambuk mereka berdua


mereka baru paham, apa yg di maksud oleh salsa, sehingga sampai saat ini dia mampu menjaga diri nya dengan begitu baik, karna dia ingin hanya ingin menjadi seorang perempuan yg berharga


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2