
Rafka yg telah tidur di sofa pun terbangun, dia merasa sofa yg di jadikan nya tempat tidur kurang luas, sehingga ruang gerak nya terbatas,
rafka pun melihat ke kasur yg biasa dia tempati, dan melihat salsa yg tengah tertutup seluruh tubuh nya oleh selimut, dia pun kemudian menghela nafas panjang
"bisa bisa nya sih, kasur yg begitu empuk dan luas aku kasih begitu saja sama dia, enak sekali dia bisa tidur begitu pulas, sedangkan aku susah buat tidur, haduuh.. rafka.. rafka.. "
gumam nya dalam hati, dia merasa bahwa hidup nya kini telah ketiban sial, bukan hanya malam ini, tapi malam malam berikut nya dia juga harus tidur di sofa
dia terus mencoba memejamkan mata nya, namun pikiran nya terus melayang memikirkan masa depan nya akan berakhir seperti apa, dan pada akhir nya dia pun bisa tertidur lelap
saat tepat pukul 03.00 dini hari, salsa pun terbangun dari tidur nya, dia melihat sekeliling kamar nya, dan terlihat rafka yg tengah tertidur pulas di sofa
dia pun melihat diri nya kembali, apakah semalam lelaki itu telah bermacam macam dengan nya, setelah mengecek tubuh nya, dan sekitar ranjang nya, barulah dia merasa lega. karna tidak terjadi apapun terhadap diri nya
salsa pun memandangi wajah suami nya yg sedang terlelap itu,
"sebenar nya dia terlihat tampan, walaupun dalam keadaan tidur"
ucap nya dalam hati, dia pun kemudian bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
salsa adalah seorang perempuan yg taat, diri nya selalu mencoba untuk menjadi muslimah yg baik, menjalankan perintah agama nya dengan baik, diri nya selalu di didik dengan baik sedari kecil oleh ayah dan ibu nya, dan sampai sekarang, salsa sudah terbiasa dengan kegiatan rutin nya
salsa selalu berusaha untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud di setiap malam, di saat hati nya sedih, atau senang, dia selalu mencurahkan nya di sepertiga malam tersebut
dia merasa, tempat curhat yg baik, adalah curhat terhadap sang pencipta, sebagai seorang muslimah, dia yakin dan percaya, bahwa Doa doa nya pasti di dengar, dan sutu saat pasti akan di kabulkan,
jika di dunia tidak di kabulkan, dia pun yakin, Allah pasti akan memberikan nya di akhirat nanti,
saat dia berdoa dan mencurahkan isi hati nya kepada sang pencipta, hati nya akan merasa lebih tenang, adakala nya dia bercerita kepada teman atau sahabat nya, meminta saran dan masukan jika dia sedang ada masalah dalam hidup nya
tapi diri nya yg tercipta sebagai makhluk, dia pun tidak melupakan tuhan nya dalam keadaan sedih ataupun senang, selalu meminta petunjuk dan perlindungan nya
__ADS_1
setelah selesai sholat tahajud, salsa pun kembali untuk tidur lagi, karna dia masih merasa sangat mengantuk
"masih pukul 04. lumayan lah bisa tidur sekitar setengah jam lagi, baru sholat subuh "
ucap salsa sembari menguap karna menahan kantuk dan melanjutkan untuk tidur kembali
pada saat pagi hari, setelah selesai mandi dan berganti pakaian, salsa pun berdandan di kaca rias yg telah di siapkan oleh bu maya sejak pernikahan mereka, di meja tersebut terdapat beberapa macam perawatan wajah, juga di tambah dengan perawatan wajah yg salsa beli bersama rafka ke mall kemaren, tentu nya perawatan wajah yg telah di siapkan bu maya jauh lebih mahal harga nya di banding dengan yg salsa beli kemaren,
saat salsa melihat nya pun dia sedikit terkejut, karna terdapat banyak perawatan wajah yg bermerek terkenal, dan tentu nya harga nya sangat mahal bagi salsa yg keseharian nya hanya memakai brand lokal yg harga nya tidak sampai 500 ribu
Dua diantara skincare yg ada di meja tersebut adalah Platinum Rare Cellular Cream dari La Prairie seharga Rp 19,7 juta dan Platinum Rare Cellular Night Elixir dari La Prairie seharga Rp 20,3 juta.
ad juga skincare yg lain yakni essence SK-II seharga Rp 3,4 juta rupiah, serum dan krim Dr. Barbara dengan total Rp 5,5 juta rupiah,
bu maya sengaja membelikan beberapa merek skincare karna dia tidak tau, skincare sprti apa yg biasa salsa pakai
salsa pun kemudian hanya sedikit merias wajah nya dengan make up yg dia beli
Rafka yg baru selesai mandi, hanya memakai handuk pun keluar dari kamar mandi
salsa pun melihat rafka yg hanya mengenakan handuk, tubuh nya yg kekar serta dada nya yg bidang pun terlihat jelas oleh kedua mata salsa
salsa yg menyadari itupun langsung memalingkan pandangan nya
"aku gak tau baju sprti ap yg kamu biasa pakai, dan kita pun menikah hanya karna terpaksa, jadi aku minta maaf pada mu, kalau aku tidak bisa melayani mu sprti seorang istri yg selalu menyiapkan pakaian suami nya"
ucap salsa pada rafka menjelaskan
"kau tidak perlu repot repot, aku bisa memilih baju ku sendiri di dalam lemari"
rafka pun kemudian mengambil baju dalam lemari nya
__ADS_1
salsa yg tengah memakai make up pun kemudian cepat cepat menyelesaikan nya dan segera turun ke bawah untuk sarapan pagi, lalu menyapa semua orang yg ada di meja makan tersebut
"pagi sayang.."
jawab bu rosa kepada anak nya
"kok gak bareng rafka turun nya"
tanya bu maya pada salsa
"rafka masih memakai baju ma, jadi salsa tinggal dulu ke bawah"
jawab salsa singkat, lalu mengambil roti yg telah di siapkan di meja makan tersebut
"sa, aku berangkat duluan ya, soal nya ada yg mau aku kerjain dulu di kampus, aku pergi dulu ya tante, om, bu maya"
ucap Rika, yg kemudian bergegas pergi meninggalkan mereka semua
tidak lama kemudian rafka pun turun dari atas, dan menyapa mereka semua
"raka, kamu jangan lupa buat nganterin salsa dulu ke kampus, kantor kamu kan searah sama kampus nya salsa"
ucap bu maya pada raka, agar anak nya itu bisa selalu bersama dengan salsa
"loh, trus rika gmn ma klo salsa aku yg nganterin"
jawab rafka pada ibu nya
"rika sudah berangkat duluan sama pak darmoko, mulai sekarang tugas mu adalah nganterin salsa ke kampus"
"hmmmm.. iya ma "
__ADS_1
rafka pun hanya bisa menuruti perkataan ibu nya,
setelah selesai sarapan, rafka dan salsa pun pergi menaiki mobil sport milik rafka, dan meninggalkan rumah keluarga pak brima dan bu maya