
rafka pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang,
salsa pun hanya melihat sekeliling jalanan yg sedikit padat, tapi tidak sampai terjadi macet di pagi hari ini
dia terus saja memperhatikan jalanan dan sesekali mata nya melirik ke arah rafka
dia sebenar nya ingin mengucapkan sepatah dua patah kata kepada rafka, namun dia hanya melihat rafka yg hanya fokus ke jalan dan terlalu cuek, sehingga salsa pun enggan untuk memulai percakapan nya
"dasar laki laki sok ganteng, gak ada sedikit basa basi kek buat nyairin suasana, biar gk kaku gini"
gumam salsa sambil melirik kan mata nya dengan sinis kepada rafka
tak lama kemudian, mereka sudah mendekati kampus tempat salsa kuliah
"aku turun di sana saja"
ucap salsa sambil menunjuk halte yg tak jauh dari kampus nya
"gak mau langsung aku anter ke dalam"
jawab rafka santai menunjukan sikap baik nya
"gak usah di sini saja, aku gk mau jika ada yg sampai ngelihat kalo aku di anterin sama laki laki"
jawab salsa karna dia tidak ingin jika sampai ada yg melihat nya, apalagi jika teman teman nya tau kalau yg mengantar nya adalah sumai nya
rafka pun kemudin memperlambat laju mobil nya, dan berhenti di halte yg salsa tunjuk tadi
"terimakasih"
ucap salsa singkat lalu keluar dari mobil sport mikik rafka
rafka pun kemudian bergegas pergi meninggalkan nya tanpa menjawab ucapan terima kasih dari salsa
"iiih.. nyebelin banget sih, main pergi gitu aj gak menjawab ucapan ku lagi"
gumam salsa yg kesal karena dia merasa di cuekin oleh rafka
entah kenapa ada sedikit rasa kecewa dalam diri salsa saat di cuekin oleh suami nya itu
ia merasa hati nya seperti terluka,
" apakah aku menyukai nya"
pikir dalam hati salsa
"iish.. jangan sampe jangan sampe..
ayolah salsa, kamu tidak boleh jatuh cinta terhadap nya"
gumam salsa lagi dalam hati nya
salsa pun terus berjalan menuju ruang kelas nya, saat di perjalanan, ia pun kemudian di kaget kan oleh seseorang
__ADS_1
"Doooor......... "
ucap citra dan ayu berbarengan mengagetkan salsa dari belakang
"cieee... pengantin ba.. "
belum selesai citra mengucapkan kata kata nya, salsa pun langsung menutup mulut sahabat nya itu dengan kuat
"aduuuh.. apaan sih.."
ucap citra pada salsa
" kamu sengaja ya mau membocorkan rahasia ku"
ucap salsa lirih sambil melototkan kedua mata nya kepada citra dan ayu
"e.. maaf.. maff sa
aku gak bermaksud gt kok, aku lupa"
ucap citra lagi sambil meminta maaf pada salsa, karna dia keceplosan
"pokok nya kalian ingat ya, jika sampai ada yg tau akan hal ini. kalian berdua yg akan saya cari"
ucap salsa mengancam kedua sahabat baik nya itu
"iyaa.. lain kali aku akan lebih hati hati lagi"
jawab salsa lagi sambil memberikan senyuman manis nya pada salsa, dia tidak ingin jika salsa, sahabat baik nya itu sampai marah kepada nya
ucap ayu lagi pada citra
"ya nama ny juga keceplosan"
ujar citra pada ayu dan salsa
"gimana malam pertama nya"
lanjut citra lagi menggoda salsa
"iiih.. apaan sih, ayok ah masuk kelas"
ucap salsa yg sedikit malu saat teman nya ini menggoda diri nya
"cieee.... roman roman nya ada sesuatu ni yee.."
ucap ayu dan citra bebarengan, mereka pun kemudian tertawa dengan lepas, karna melihat salsa yg sprti nya sudah mulai menyukai rafka
lalu menyusul salsa ke dalam kelas,
setelah mata kuliah telah selesai, salsa dan kedua sahabat nya itu pun tidak langsung pulang, mereka hendak pergi ke kafe untuk sekedar ngobrol menghilangkan penat mereka
"hei salsa.. kalian mau kemana "
__ADS_1
ucap denis yg tiba tiba datang dari arah belakang mengagetkan mereka bertiga
"mau ke kafe"
jawab salsa singkat pada denis
denis adalah teman satu jurusan salsa, dia sudah menyukai salsa sejak lama, dan selalu berusaha mendekati salsa
denis mengetahui karakter salsa, bahwa seorang salsa adalah sosok yg tidak suka terhadap lelaki yg terlalu mengejar ngejar nya berlebihan
jadi dia hanya mendekati salsa secara perlahan, dia tidak ingin sampai salsa merasa risih terhadap nya, denis selalu berusaha menjadi sosok teman yg bisa membuat salsa merasa nyaman
denis semakin jatuh cinta kepada salsa saat mengetahui bahwa salsa adalah sosok musilamah yg taat, selalu menjaga diri dengan baik dari laki laki yg bukan muhrim nya, dan juga belum pernah pacaran sekali pun
selain cantik, salsa juga memiliki kepribadian dan akhlak yg bagus,
denis merasa bahwa salsa adalah sosok perempuan yg sempurna bagi nya
di era sekarang, sangat lah jarang bisa melihat orang seperti salsa, yg bisa menjaga martabat nya sebagai wanita dengan baik
anak SD saja sudah pintar pacaran, bahkan ada yg kebablas kelewat batas melebihi orang dewasa
denis merasa akan jadi lelaki yg sangat beruntung jika bisa mendapatkan salsa, bidadari nyata yg tuhan turunkan ke bumi
denis juga adalah orang yg sangat pintar, dia juga lelaki yg baik, wajah nya juga tampan, dia juga terlahir dari orang tua yg kaya,
namun dia tidak menunjukan bahwa dia adalah anak orang kaya, karna apa yg di miliki nya saat ini adalah hasil dari orang tua nya, bukan hasil kerja keras nya, jadi dia merasa tidak perlu memamerkan hal yg bukan dari hasil kerja keras nya sendiri
citra dan ayu juga mengetahui kalau denis suka terhadap salsa, namun denis belum pernah mengatakan perasaan nya terhadap salsa,
citra dan ayu juga setuju jika salsa dan denis, mereka berdua jadian, tetapi salsa tidak pernah mengatakan apa pun tentang denis kepada citra dan ayu
salsa memang menganggap denis adalah lelaki yg baik, dia pun menyukai kepribadian denis yg baik, bukan hanya terhadap nya, tetapi dia ramah kepada semua orang,
"ooh aku boleh ikut gabung gak?.. ya kalau kalian gak keberatan sih"
ucap denis tidak terlalu memaksa saat mendengar jawaban singkat dari salsa
citra dan ayu yg melihat denis pun merasa sedikit kasihan kepada nya, sosok yg tampan, baik dan juga mahasiswa pintar, mereka merasa salsa dan denis adalah pasangan yg serasi, tetapi takdir berkata lain, salsa sekarang sudah memiliki seorang suami
"sory ya denis, lain kali saja kita ngumpul nya, soal nya ada hal yg mau kita bertiga bahas"
ucap salsa menolak denis untuk bergabung dengan mereka bertiga
denis yg mendengar penolakan dari salsa pun membalas dengan senyuman manis nya
"tidak masalah sa, aku paham kok mungkin ada hal yg mau kalian obrolin tanpa ada orang lain yg mengetahui nya"
ucap denis dengan lembut kepada salsa
"ya sudah kalau begitu, aku langsung pulang duluan ya, daaah..."
ucap denis lagi kepada mereka bertiga sambil melambaikan tangan nya meninggalkan mereka
__ADS_1
"daaah.."
mereka bertiga pun membalas lambaian tangan denis secara bersamaan