jatuh cinta dalam perjodohan

jatuh cinta dalam perjodohan
bab 15 pengakuan rafka


__ADS_3

Rafka yg melihat pacar nya tengah cemberut pun langsung memeluk dan mencium pipi nya denga mesra


"apa kau marah pada ku"


tanya rafka pada lola yg berada dalam dekapan nya


"iya, aku marah padamu"


jawab lola memancungkan bibir tipis nya yg manisitu


belum sempat lola melanjutkan ucapan nya, tiba tiba bibir lola pun langsung di kejutkan oleh ciuman rafka yg datang secara tiba tiba


lola yg tadi tengah memancungkan bibir nya itu pun kini menikmati ciuman dari rafka, rasa rindu yg ada dalam diri nya kini telah terobati, ia pun kemudian membalas ciuman rafka semakin dalam


pelukan kedua nya pun kini semakin erat, dan kini mereka pun hanyut dalam hangat nya pelukan dan ciuman satu sama lain


"apa kau benar benar mencintai ku? "


tanya lola yg masih berada dalam pelukan rafka


"ya.. tentu saja"


jawab rafka dengan wajah yg berbinar


"apa kau akan menikahi ku nanti nya? "


tanya lola lagi


wajah rafka yg berbinar pun tiba tiba memudar saat mendengar perkataan lola, bibir nya yg menyimpul senyum pun perlahan hilang, tatapan wajah nya pun kini berubah kosong


lola yg melihat perubahan ekpresi wajah rafka pun langsung marasakan ada suatu hal yg tak baik akan hubungan nya kedepan


"apa kau tak akan pernah menikahi ku?"


tanya lola lagi, rasa takut pun terlukis di raut wajah lola


wajah rafka pun kini menjadi tenang lalu tersenyum kembali


"aku mencintai mu, sangat mencintai mu, tapi ada hal yg kamu tidak ketahui tentang diri ku saat ini" ujar rafka pada lola


lola yg mendengar nya pun mengerutkan kening nya, raut wajah penuh tanda tanya


"apa ada yg kau sembunyikan dari ku"


tanya lola yg kemudian melepaskan pelukan dari rafka


rafka kemudian menghela nafas dan kembali memeluk tuhuh langsing lola, dan mencium hangat kening nya


"iiih.. jangan peluk peluk, kamu jawab dulu pertanyaan ku"

__ADS_1


ucap lala kesal pada rafka kemudian melepaskan tangan rafka dari pinggang nya dan mendorong tubuh nya


rafka pun hanya menggelengkan kepala kemudian kembali memeluk dan menenangkan lola yg kini tengah marah


"aku beneran sayang kamu, dan kamu harus percaya itu"


ucap rafka sembari mengelus kepala lola dan mengecup kening


"apa bukti nya jika kau benar mencintai ku? "


tanya lola lagi dengan menaikan nada suara nya, namun rafka terus memeluk dan menenagkan diri nya


"bukti apa yg kau inginkan? "


tanya rafka meyakinkan lola


"buktikan dengan kau menikahi ku, karna hanya sebuah pernikahan lah yg bisa membuktikan jika kau benar benar mencintaiku"


ucap lola dengan tatapan tajam, yg sudah lelah dengan sebuah percintaan tiada ujung, dia rasa hanya sebuah pernikahan lah yg mampu membuktikan akan keseriusan cinta dan membuat diri nya menjadi lebih baik


rafka pun mencoba untuk tersenyum pada lola dan meyakinkan diri nya bahwa dia benar benar mencintai nya


namun, jika sebuah pernikahan yg lola inginkan,


itu sedikit membuat nya merasa pusing, namun dia masih bisa mengendalikan diri nya dan bersikap tenang di hadapan lola


"baik, jika sebuah pernikahan yg kamu inginkan, aku akan melakukan nya" ucap rafka asal pada lola


lola yg mendengar ucapan dari rafka pun ekspresi nya langsung berubah, wajah yg tadi nya cemberut kini langsung tersenyum bahagia,


"ya.. " jawab rafka singkat


"aaaah.... trimakasih sayang ku.. "


terikak lola bahagia sambil memeluk tubuh rafka dengan erat, dan menciumi wajah rafka berulang ulang saking bahagia nya


namun di tengah kebahagiaan nya tersebut, rona wajah nya yg bahagia pun tiba tiba memudar saat teringat kata kata rafka, bahwa ada hal yg belum dia ketahui tadi


"tadi kamu bilang bahwa ada hal yg belum aku ketahui, apa itu? "


ucap lola penuh tanya


rafka pun kembali memeluk tubuh salsa dan mencium kening dan bibir nya sedikit lama sebelum dia mengatakan yg sebenar nya


"sebelum aku mengatakan nya, aku ingin menjelaskan terlebih dahulu, bahwa itu semua bukan lah kehendak ku, dan kaulah orang yg aku cintai "


lola pun mengeryintkan alis nya saat mendengar ucapan rafka, dia tidak paham apa maksud dari ucapan rafka


rafka pun melanjutkan ucapan nya lagi

__ADS_1


"kamu janji jangan marah saat aku memberitahumu" tanya rafka pada lola


"emang apaan sih, ngomong aja gak usah berbelit belit"


ucap lola yg sudah penasaran akan apa yg mau di bicarakan rafka


"ya kamu harua janji dulu jangan marah"


ucap rafka lagi pada lola


"ya enggak bisa gitulah"


jawab lola kesal, karna dia merasa marah atau tidak nya seseorang itu tergantung suasana, dan itu tidak bisa di paksakan


"ya sudah, kalo gitu aku gak bisa mengatakan nya, karna aku takut kamu akan marah pada ku"


lola yg mendengar ucapan rafka pun semakin penasaran, apa yg sebenar nya di sembunyikan oleh rafka dari nya


"oooh... oke,, kalau itu yg kamu inginkan, tidak apa apa, tidak perlu kamu kasih tau, dan tidak usah lagi kamu bicara pada ku "


ucap lola marah pada rafka, lola merasa bahwa rafka menyembunyikan suatu hal yg bisa membuat diri nya marah besar, jadi dia tidak akan menuruti permintaan rafka untuk tidak marah pada nya


rafka pun kemudian menghela nafas panjang, dia tau bahwa cepat atau lambat, kabar pernikahan nya pasti akan di ketahui oleh lola


maka dia pun akan mencoba untuk mengatakan yg sebenar nya,


"oke... aku akan mengatakan nya"


ucap rafka sembari mendekati lola yg tengah marah pada nya, lalu membelai rambut panjang nya dan mencium kening nya dengan mesra


sebelum mengatakan sesuatu, rafka pun menghela nafas agar diri nya bisa sedikit lebih tenang


"dua hari yg lalu, aku telah menikahi seorang gadis"


lola yg mendengar pun tiba tiba ternga nga, mulut nya terbuka karna terkejut akan apa yg telah di dengar nya tadi,


di saat itu rafka pun kembali melanjutkan ucapan nya


"gadis itu bukan pilihan ku, aku tidak mengingin kan nya, apa lagi mencintai nya tidak sama sekali"


rafka pun berhenti sejenak, untuk menarik nafas yg sedikit dalam, lalu kemudian melanjutkan perkataan nya lagi


"mama papa ku memaksa untuk menikahi nya, dan... aku tak bisa menolak nya, tapi yakinlah, itu hanyalah sebuah pernikahan yg terpaksa, dan aku pun begitu berat menjalani nya"


ucap rafka menjelaskan


lola yg sedari tadi mendengarkan kata demi kata dari mulut rafka, kini mata nya telah di penuhi dengan genangan air mata, genangan itu pun tak kuasa untuk ia bendung lagi,


pipi nya yg mulus kini telah basah oleh air mata yg mengalir deras dari mata nya, mulut nya pun tercekat, bibir nya terasa bergetar tak bisa mengeluarkan kata kata, lola pun tertunduk memalingkan wajah nya dari rafka, menahan sakit di dalam hati nya yg terasa begitu perih

__ADS_1


rafka pun memahami apa yg di rasakan oleh lola, dan kemudia memeluk tubuh lola dengan begitu erat, walau tubuh lola menolak pelukan dari nya, tapi lols tidak bisa melepaskan tubuh nya dari rafka yg lebih kuat dari nya


__ADS_2