jatuh cinta dalam perjodohan

jatuh cinta dalam perjodohan
bab 8 sebuah pelukan


__ADS_3

salsa merasa bahwa kehidupan akan berakhir jika ibu nya benar benar pergi meninggalkan diri nya bersama Rafka, ia tidak berani membayangkan bagaimana jika dia harus tidur satu kamar bersama Rafka, pikiran pikiran buruk selalu mulai membayangi diri nya


"huuuft... ( menghela nafas )


awas saja lelaki itu, berani nya dia mendekati ku, ku hajar habis habisan dia, lihat saja nanti, gerutu Salsa dalam hati "


"oh ya, besok kamu sudah masuk kuliah ya? "


suara bu maya menyadarkan salsa dari lamunan nya


"iya ma, "


jawab salsa singkat


"mulai besok kamu kuliah nya di antar Rafka ya"


ucap bu maya


"di antar Rafka..? "


salsa yg mendengar ucapan mertua nya itu pun sedikit terkejut, dia juga tidak mau jika ada yg sampai mengetahui kalau diri nya sudah menikah


"iya di antar Rafka, kenapa?? kok kaget gitu muka nya"


tanya bu maya pada salsa


"e.. enggak ma, cuma kalau saya sama Rafka gimana dengan Rika ma? "


ucap salaa sedikit terbata


"kamu gak usah mikirin aku sa.. lagian kamu juga udah sering ninggalin aku sendirian kok"


Rika yg sedari tadi hanya diam kini mengeluarkan perkataan nya


"kalo Rika besok akan di antae oleh pak Darmoko, gak papa kan Rika? "


tanya bu maya pada Rika sambil memberi kedipan mata pada Rika sebagai isyarat


"iya tante gk apa apa kok, Rika juga biasa naik motor sendiri"


Rika yg awal nya kesel karna di tinggal sendiri oleh salsa pun kini mengetahui keinginan bu maya agar salsa dan rafka bisa menikmati waktu mereka berdua


"ya sudah, itu saja yg mau mama omongin ke kalian berdua, mama mau ke kamar dulu ya"


"bunda juga mau istirahat juga sa"


ucap bu rosa menyambung perkataan bu maya, mereka pun bergegas naik ke kamar nya masing masing,


"kamu mau ninggalin aku juga"


ucap salsa meninggikan nada bicara nya pada Rika sambil melototkan kedua bola mata nya pada Rika

__ADS_1


"huuaaam... aku juga capek ah, mau istirahat"


ucap Rika sembari menguap, padahal ia tak mengantuk, dan bergegas pergi meninggalkan salsa seorang diri di ruang tamu yg besar itu


"heei. . awas kamu nanti ya ka "


geruru salsa pada Rika


saat malam tiba, salsa pun terpaksa memasuki kamar milik Rafka yg kini sudah jadi milik ny juga


( kreeet... bunyi suara pintu )


pada saat salsa memasuki kamar tersebut terlihat Rafka yg sedang terbaring di sebuah kasur besar milik nya


Rafka yg melihat kedatangan salsa pun hanya melirik salsa sekils, kemudian dia masih tetap berbaring sembari memainkan handphone milik nya


"aku di suruh mama tidur di sini"


ucap salsa ketus pada Rafka


"di sebelah ku masih luas"


jawab Rafka santai sambil menggeserkan tubuh nya ke samping agar salsa bisa merasa lebih luas saat tidur di kasur tersebut


"heei.. tuan Rafka, pernikahan kita ini hanya atas kemauan orang tua ku, bukan atas kemauan diriku sendiri, jadi jangan berharap kamu bisa tidur bersama ku, ingat itu baik baik ya"


ucap salsa menegaskan bahwa dia tidak menghendaki pernikahan ini, dan dia juga tidak rela jika harus tidur bersama lelaki yg tidak dia cintai tersebut


ucap Rafka santai masih asik memainkan handphone milik nya


salsa pun hanya diam saja dan mengambil selimut yg ada di lemari besar yg ada di kamar tersebut, lalu ia pun berbaring di sofa yg berada tak jauh dari ranjang milik Rafka


"awas saja ya kamu ngelakuin hal yg aneh aneh terhadap ku, aku jamin bakal habis hidup mu"


ungkap Salsa kesal pada Rafka sembari menutupi tubuh nya dengan selimut yg dia ambil dari lemari tadi, ia pun kemudia mencoba memejamkan mata nya untuk tidur


"oh yaa...."


ucap rafka


apa yg akan kau lakukan pada ku hah?? jika aku melakukan itu pun sah sah saja, kamu adalah istri sah ku bukan "


tambah Rafka kemudia pergi berdiri mendekat dan langsung mendekap tubuh salsa yg sedang berbaring di sofa yg tak jauh dari ranjang milik nya


salsa yg merasakan pelukan dari Rafka yg datang secara tiba tiba pun langsung terperanjat


"buugh..."


rafka pun terjatuh di lantai saat salsa ingin melepaskan pelukan Rafka, salsa pun kini berada tepat di atas tubuh rafka karna pada saat rafka akan terjatuh ia memegang pinggang ramping nya salsa


pandangan mata mereka berdua pun bertemu satu sama lain, kelopak mata indah salsa pun sangat terlihat jelas di mata rafka, Rafka pun merasakan hangat nya tubuh istri nya tersebut, wajah cantik alami salsa pun membuat rafka merasa tersadar bahwa ia kini memiliki istri yg sangat cantik

__ADS_1


jantung salsa kini pun berdebar kencang karna baru pertama kali nya ia merasakan sedekat ini dengan laki laki


ketampanan wajah suami nya itupun membuat hati nya berdetak cepat


"kiiss.."


saat salsa masih berada dalam lamunan nya, salsa pun kembali di kagetkan dengan ciuman dari rafka yg mendarat di bibir mungil nya itu


pelukan Rafka pun kini semakin tambah erat saat menikmati bibir mungil istri cantik nya itu


"plaak..."


satu tamparan pun tiba tiba mendarat di pipi Rafka


"aduuh.. hey kauu..


kenapa menampar ku"


Ucap Rafka sembari memegang pipi nya yg kinu memerah karna tamparan dari salsa


"berani berani nya kamu ya"


gertak salsa semabari mengangkat tangan nya lagi ingin menampar rafka untuk yg ke dua kali nya


namun langsung di tahan oleh tangan andre


"dasar laki laki brengsek"


ucap salsa lagi yg kini meronta karna tangan nya di pegang oleh rafka


air mata nya pun kini mulai turun membasahi pipi nya, tubuh nya merasa bergetar karna perlakuan andre tadi


"lepaskan"


salsa masih terus meronta sambil terisak isak, iya merasa takut jika malam ini harus tidur dengan rafka


Rafka pun mencoba menenangkan salsa yg sedang marah, iya merasa kesulitan karna gerakan gerakan dari tubuh salsa yg kuat, namun masih lemah jika di bandingkan dengan Rafka


"hey.. hey.. tenang tenang aku tidak akan melakukan hal hal yg aneh terhadap mu"


ucap rafka menenangkan salsa yg masih meronta


"hey.. maaf, aku minta maaf, "


ucap rafka kembali yg kini memeluk tubuh salsa agar iya bisa merasa tenang


salsa pun kini hanya bisa terisak dalam pelukan Rafka, iya merasa telah di lecehkan oleh Rafka, namun ia merasakan sebuah ketenangan dalam diri nya saat berada dalam pelukan rafka


"tenangin dirimi dulu, setelah itu jika kamu ingin meluapkan emosi mu, aku akan terima nanti"


ucap rafka kembali sambil mengelus punggung salsa yg sedang menangis dalam pelukan nya, iya pun kemudian mengangkat kepala salsa, lalu mengusap air mata nya

__ADS_1


__ADS_2