Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih

Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih
#09


__ADS_3

Author Pov


Berakhir sudah masa ospek ulang yang dijalani Rara dengan penuh kesabaran. Mulai hari ini semua mahasiswa sudah terbebas dari segala jenis ospek yang perlu dijalankan.


Bagi sebagian maba masih sulit untuk menyesuaikan sistem pembelajaran yang ada di kampus. Mahasiswa dituntut untuk belajar sendiri baru setelah itu dosen akan menjelaskan bagian yang kurang dipahami. Sistem tersebut cukup sulit bagi beberapa maba karena perbedaan sistem belajar waktu SMA dimana guru lebih menuntut siswanya. Tapi beberapa dosen juga masih menerapkan sistem pembelajarn di SMA.


Pada masa inilah teman yang cerdas dibutuhkan untuk membantu dalam mempelajari mata kuliah yang cukup rumit.


Rara, Mika dan Aira tergolong mahasiswa yang mudah dalam beradaptasi serta mudah dalam menerima pembelajaran baru, sehingga mereka tidak kesulitan. Tidak jarang mereka bertiga membantu teman-temannya dalam mempelajari mata kuliah yang sulit dipelajari. Mereka bukanlah sosok orang cerdas yang sombong dan pelit. Kebaikan mereka menjadikan Rara, Mika, dan Aira disukai oleh teman-temannya.


Rara Pov


“Uh lelahnya” ucapku sambil merenggangkan otot-otot tangan yang lelah menulis.


“akhirnya selesai juga, ah laper” ucap Mika yang sudah mulai merapikan buku-bukunya.


“yuk guys kita ke foodcourt, laper juga nih” sahut Aira yang sudah siap pergi.

__ADS_1


Kami bertiga pun pergi ke foodcourt untuk memenuhi kebutuhan perut yang kelaparan. seperti biasa di jam makan siang maka foodcourt akan semakin ramai saja. Kita bertiga pun akhirnya berkeliling mencari tempat yang kosong. Setelah beberapa lama mencari tempat, akhirnya kami menemukan tempat kosong yang berada dipojokkan foodcourt. Akhirnya kami pu menuju tempat tersebut.


Aira dan Mika bertugas memesan makanan, sedangkan aku bertugas untuk menunggu tempat duduk agar tidak digunakan orang lain. Beberapa saat kemudian ada gerombolan laki-laki yang tak bukan adalah Kak Bima and The Genk.


“Eh ada gadis cantik duduk sendirian” goda Kak David namun ku abaikan saja.


“Pergi sana cari tempat lain, ini tempat kita” perintah kak Bima.


“Lah kan aku duluan yang disini, kakak lah yang harusnya cari tempat lain” sahutku.


“Heh loe maba. Loe belum tahu, sini gue kasih tahu. Tempat ini adalah tempat gue dan teman-teman gue nongkrong jadi selalu kosong kalo nggak ada gue dan teman-teman gue. Jadi loe sana pindah” jelas Kak Bima.


“Loe ya...” balas kak Bima yang belum selesai langsung dipotong oleh kak Angelo.


“Sudahlah Bim, kita kan bisa make bareng-bareng. Tempatnya cukup kok buat orang sepuluh sekalipun” Bela kak Angelo.


Oh memang malaikat tampanku, makin suka aku sama si dia. tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


“Bener Bim, udah kita pesen makan aja yuk, laper nih gue” sahut kak Adam.


Akhirnya karena malas melanjutkan perdebatan pun kami duduk bersama. Kak Angelo duduk berada di sampingku sedangkan Kak Bima yang sangat menyebalkan itu duduk di depanku, sedangkan yang lain berburu makanan.


“Eh ngomong-ngomong kamu sendirian aja?” tanya kak Angelo.


“Sama teman-temanku kak, Aira dan Mika. Mereka sedang memesan makanan sedangkan aku menunggu tempat ini” jawabku.


“Tanpa kamu tunggu pun tempat ini akan kosong, tak ada yang berani menempatinya kecuali perempuan bar bar kaya loe” sahut kak Bima sarkas.


Aku mengabaikannya saja denga hanya bermain ponsel pintarku. Beberapa saat kemudian Aira dan Mika pun datang setelah memesan makanan yang disusul kemuadian kak Adam, kak David, dan Kak Reynald.


Aira duduk disampingku dan disebelahnya ada Mika juga, sedangkan Kak Adam, kak David, dan Kak Reynald duduk disisi sebelah berjajar dengan kak Bima.


“Uh tumben-tumben nan nih kita makan ditemani gadis-gadis cantik” celetuk kak David. Kami pun hanya mengabaikannya saja karena memang kebiasaan dia yang suka sekali menggoda cewek-cewek.


Author Pov

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa lama makanan pun sampai, mereka menikmati makanan dengan tenang diselingi tawa karena guyonan receh dari David yang pada dasarnya memang humoris. Tanpa disadari oleh mereka ada beberapa pasang mata yang terlihat iri dan marah karena menyaksikan tontonan yang membuat hati mereka panas.


__ADS_2