Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih

Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih
#06


__ADS_3

Gemuruh di hatiku mereda sendirinya, langit menjadi lebih cerah, dan udara tak lagi menyesakkan dada. mungkin karena telah kutemukan definisi lain dari cinta. Makna tak lagi berasal dari pertemuan dan rasa rindu membuatku bahagia


~ Andi Eriawan ~


Bima’s Pov


Deg


‘Suara ini milik gadis itu’ kulihat ke arah suara itu, benar memang dia. Gadis jutek yang sudah mengubah dunia ku dua minggu ini. Kulihat dia digoda oleh David dan terlihat wajahnya yang bersemu kemerahan karena malu. ‘Awas saja ya David sampai kau goda gadisku, habis kau’ gerutuku dalam batin. Ku tunggu dia namun dia tidak mendatangiku dan berbalik akan meninggalkan tempat ini. Tak menunggu lama ku tarik tangannya untuk menghentikan langkahnya.


Kulihat wajah terkejutnya karena ku hentikan langkahnya. “Hei jelek, loe nggak minta tanda tangan gue,, hah?” tanyaku. Namun dia diam dan terus menatapku tanpa berkedip, ku ayunkan tanganku di muka nya “ hello, gue tahu kalo gue ganteng, keren dan berkarisma, tapi nggak usah sampe ileran gitu lihat gue” godaku padanya yang membuat dia sadar. “Hah kak Bima, maaf saya lupa” Jawabnya seakan kita berdua orang asing dan itu membuatku kecewa. “Loe nggak ingat gue?” tanyaku. “Ingatlah kak” membuatku tersenyum, namun jawaban selanjutnya membuatku benar-benar kesal, “kakak kan ketua ospek, pada awal upacara juga memberi sambutan mana mungkin lupa”. Dia benar-benar membuatku kesal, kalau begitu aku akan memberinya sebuah hukuman. “Oke karena loe nggak berniat minta tanda tangan gue, baiklah aku nggak akan tanda tangan punya loe” sarkasku. Mukanya langsung tegang, karena tanpa tanda tanganku maka mahasiswa baru harus mengikuti ospek tambahan selama 1 bulan. “Kak maafin aku, aku beneran lupa kalo belum lengkap” mohonnya padaku. Namun aku tak menggubrisnya.


“Sudahlah Bim, jangan kau kerjai anak-anak baru ini. Kasihanilah mereka” Suara Angelo yang memberi saran padaku.

__ADS_1


“Gue nggak mengerjai mereka, itu kan kesalahan mereka sendiri” jawabku.


“Tapi ini hal sepele, kenapa harus begitu tega?” jawab Angelo


“Benar Bim, kasihan tuh adik manis ini” Bela David yang langsung mendapat tatapan tajam dariku dan diapu sepertinya menyadari hal itu.


“Terserah, pokoknya aku nggak mau tanda tangan” Jawabku dan menuju mejaku kembali.


“Rara maafkan dia ya, mungkin dia sedang bad mood, tenang saja ospek tambahan satu bulan itu nggak sulit kok, kamu pasti lebih banyak ilmu kalo mengikutinya” Angelo berusaha menenangkan Rara. Kutatap mata Rara yang penuh kekaguman dan itu benar-benar membuatku gusar.


“makasih ya kak Elo, baiklah aku akan mengikuti ospek itu. Ini memang kesalahanku juga sih” Jawab Rara dengan senyum manisnya. Betapa kesalnya aku ketika melihat Rara tersenyum manis tapi bukan untukku, namun untuk pria lain.


“Hey bro sudah jangan diliatin trus, tambah panas nanti” kata Reynald yang tiba-tiba saja di sampingku. “apanya yang panas” jawabku sok polos.

__ADS_1


“Gue ngerti kok kalo lo itu suka sama gadis itu, jangan terlalu keras dengannya atau dia akan semakin membencimu” jawab Reynald.


“Siapa yang suka, gue? hah mana mungkin, banyak cewek yang antri mau jadi pacar gue, kenapa juga harus cewek jelek dan nyebelin itu” sanggahku.


“ Terserah kamu sajalah, laki-laki memang punya ego yang tinggi. Jujur itu lebih baik daripada harus kehilangan. Cinta tak pernah tahu dia akan jatuh pada siapa. Ah sudahlah, gue capek mau beli minum dulu, nitip nggak?” tanyanya padaku setelah berceramah panjang.


“ Iya deh, kalo bisa beli sekalian yang banyak, mereka pasti juga haus. Daripada mereka abisin minum gue, loe beli banyak sekalian” jawabku.


“ Ya sudah gue cabut dulu” sahut Reynald dan segera menuju kantin.


Author Pov


Akhirnya masa ospek pun berakhir sudah, kebahagiaan terpancar di wajah para mahasiswa baru dan juga para panitia ospek. Namun ada gadis yang tidak merasa senang dengan berkahirnya ospek ini, karena baginya masa ospek harus berakhir satu bulan ke depan dan itu gara-gara cowok yang diam-diam menyukainya. Ospek satu bulan ini dilakukan setiap hari minggu dan diikuti oleh mahasiswa yang sering tidak mengikuti ospek selama seminggu. Entah penderitaan apalagi yang harus ditanggung oleh Rara. Semua orang menikmati pesta perpisahan itu namun tidak baginya.

__ADS_1


__ADS_2