
Jatuh hati tidak pernah bisa memilih.Tuhan memilihkan, kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus
~ Fiersa Besari ~
Author Pov
sudah seminggu sejak masa ospek berakhir, semua mahasiswa baru telah sibuk dengan mata kuliah mereka masing-masing. Hari sabtu yang ditunggu Bima akhirnya datang juga, namun tidak untuk Rara dan mahasiswa baru lainnya yang juga mengikuti ospek ulang. Bagi Rara hari ini adalah hari yang akan membawa bencana baginya, dengan berat hati Rara melangkahkan kaki menuju kampus untuk mengikuti kegiatan ospek ulang. Dia tahu bahwa hari itu hanyalah ulah seniornya yang ingin mengerjai Rara. Meski dia merasa kesal namun tetap mengikuti kegiatan ospek tersebut.
Di sisi lain, Bima merasa sangat senang karena dia akan semakin dekat dengan gadis itu. Baginya seminggu tidak bertemu dengan Rara rasanya seperti setahun. Dengan penuh rasa bahagia dia berangkat ke kampus dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
Rara Pov
‘Bruugh’ tanpa sengaja aku menubruk seseorang saat kutengok ternyata dia orang yang ingin ku hindari hari ini.
__ADS_1
“ Eh kak Bimbim, maaf ya kak nggak sengaja, kakak sih berdiri dijalan, padahal kan lagi buru-buru karena terlambat” maafku sambil puppy eyes ku, berharap dia nggak marah. Dia hanya melihat dengan tatapan dingin yang menusuk sambil berlalu tanpa ucapan sama sekali. “ uh untung saja, tapi menyebalkan sekali dia nggak merespon aku sama sekali” gumamku sambil jalan.
Kami para mahasiswa yang mengikuti ospek ulang berkumpul dilapangan untuk menjalankan apel pagi. Karena keterlambatan ku maka aku dan beberapa mahasiswa lainnya berdiri di baris berbeda. Sungguh menyebalkan bukan, karena hal ini membuat sorotan mahasiswa lain.
“selamat pagi adek adek semua, ini adalah ospek ulang yang akan diadakan selama seminggu ke depan, diharapkan kerjasama kalian semua karena ini menentukan keberlangsungan kalian dalam perkuliahan. Kami harap kalian mengikutinya dengan benar dan senang hati. Kami ucapkan selamat datang kembali pada kalian, semoga kalian dapat belajar selama ospek ini berlangsung. Terimakasih” Sambutan dari ketua pelaksana yang disambut tepuk tangan dari semua orang.
Apel pagi pun selesai yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan ospek lain yang sudah diijadwalkan. Semua siswa meninggalkan lapangan terkecuali aku dan beberapa mahasiswa yang terlambat.
“ iya kak” teriak kami semua.
“Hukuman apa yang cocok untuk membuat kalian jera?” tanya senior yang lain. Kami diam semua tak ada yang menjawab. “Ayo jawab” teriak kakak senior yang galak, namun kami tetap diam. “ Baiklah kalo kalian diam saja, maka hukuman kalian diberikan oleh kami, kalian setuju?” tanya seorang senior. “Setuju kak” jawab kami serempak. “ Baik, oleh karena itu kalian bersihkan seluruh area kampus sampai jam makan siang nanti baru boleh berhenti, kalian siap?” kata seorang senior perempuan yang terlihat begitu judes. Kami kaget namun juga takut, dengan lemas kami menjawab iya.
Akhirnya pun kami melaksanakan hukuman untuk membersihkan area kampus hingga makan siang tiba. Meski terik matahari membakar kulit namun kami tetap melakukan hukuman yang diberikan. Aku kebagian menguumpulkan sampah dan membawanya dalam sebuah kresek besar. Tanpa sengaja aku menubruk seseorang dan akhirnya sampah yang kukumpulkan pun tumpah ke seseorang tersebut dan berserakan kemana -mana.
__ADS_1
‘plak’ tanpa sadar seseorang menamparku dengan keras, sebelum aku sempat mengatakan maaf.
“loe nggak punya mata apa, lihat gue jadi kotor karena sampah loe. Dasar pemulung, bawa gini aja nggak bejus”. teriak seorang yang bertabrakan denganku. Sepertinya dia senior wanita yang terlihat sangat sombong dan licik.
“Maaf ya kak, tapi seingatku tadi yang menabrak itu kakak. tapi kenapa kakak yang marah” kataku dengan menahan emosi yang sudah ingin meledak.
“Apa lo bilang, gue yang salah? loe ya mahasiswa baru saja belagu banget, loe nggak tahu siapa gue hah?” katanya dengan teriak-teriak nggak jelas. “
sebelum aku sempat menjawab muncul rombongan kakak kakak ganteng lewat, siapa lagi jika bukan kak Bima and the genk. “ ada apa ini? eh bukankah kamu rara?” tanya kak Angelo.
‘waaaah, kak Angelo mengingatku’ teriakku dalam hati.
“Angelo, lihat nih cewek itu numpahin sampah ke aku, kan aku jadi kotor. Pasti dia sengaja deh melakukan itu padaku” jawab cewek yang berteriak padaku tadi dengan manja ke kak Angelo. “Gue tahu, pasti loe duluan yang memulai kan Karin” jawab kak Bima. “Eh Bim, bukan gue dulu kok. Kamu percaya aku kan Elo.” Jawab karin. Aku hanya diam dan membersihkan sampah yang berserakan. Kak Angelo mengabaikan kak Karin dan membantuku memunguti sampah hingga selesai. “Ra kamu segera selesaikan hukumanmu dan cepat pergi makan siang dan kamu Karin sebaiknya jangan menggangu maba ” kata kak Angelo. “Baik kak, terimakasih” jawabku dan berlalu pergi
__ADS_1