Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih

Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih
#03


__ADS_3

*Rara's Pov


Ckiiitttt....

__ADS_1


Braaakkkk.....


Ku dengar suara mobil yang mengerem mendadak dan menabrak seseorang. Saat ku berbalik ku terdiam kaku di tempatku berdiri. Ku lihat seorang gadis yang bersimbah darah dijalan, dan ku lihat gaun hitam yang tidak asing bagiku. Dengan wajah yang sangat khawatir kuhampiri gadis yang tergeletak dijalan itu. Kuterobos kerumunan orang yang hanya menonton dan memvideonya. Ku balik gadis itu dan perasaan lega langsung saja kurasakan, tanpa terasa air mataku menetes, namun bukan airmata kesedihan. Langsung ku hapus air mataku karena sekarang bukan saatnya untuk menangis. Ku meminta orang-orang untuk segera memanggil ambulans, ku periksa nafas dan denyut nadi gadis itu. Kurasakan dia tidak bernafas tapi nadinya masih berdetak meski semakin melemah. Kuberikan pertolongan pertama yang pernah kupelajari pada gadis itu. Setelah usaha keras yang aku lakukan, akhirnya nafasnya kembali lagi. "Hufff, akhirnya..."gumamku. Beberapa saat kemudian ambulans pun datang lagi dan kuserahkan petugas untuk menanganinya lebih lanjut. Kulihat baju yang penuh darah serta sepatuku yang terlepas heels nya akhirnya ku putuskan untuk pulang saja. Saat ku langkahkan kaki untuk kembali ke rumah, tiba-tiba ada yang menarik tanganku.

__ADS_1


"Hei, gadis jelek" panggil orang itu. Ku berbalik dan lihatlah siapa dia, ternyata pria brengsek yang cium aku tanpa seijinku. Kuhempaskan tangannya "heh, lo lagi, ngapain lo kesini hah? Pria brengsek". "Santai aja kali, gue khawatir kalo yang ketabrak tadi lo" jawabnya. 'whats?? Dia khawatir, demi apa? Cowok brengsek yang nyium aku tanpa memikirkan perasaanku, khawatir padaku. Oh tidak, pasti hanya omong kosongnya saja' batinku. "Kenapa lo khawatir, kita aja baru ketemu dua kali dan lo berani-beraninya nyium gue tanpa ijin dan bahkan lo aja nggak tahu nama gue, gue bener-bener gk bakal percaya omong kosong lo" sengitku padanya. "Terserah lo percaya apa tidak, yang pasti gue minta maaf sama apa yang terjadi tadi. Sini gue antar pulang lo sebagai permintaan maaf gue" diapun menarik ku ke parkiran mobil. Kuhempaskan tangannya "nggak mau, gue bisa pulang sendiri". "Oke kalo lo nggak mau, mungkin lo dikira orang gila atau orang yang habis membunuh. Silahkan pulang sendiri" jawabnya dan melongos pergi. Tak lama ku kejar dia, karena setelah kupikirkan benar juga perkataannya. Akhirnya aku diantarnya pulang dan tak lupa juga ku beritahu Ghea kalo aku sudah pulang. Setelah kuucapkan terimakasih ku melongos masuk tanpa menawari cowok itu untuk mampir.


Sudah seminggu yang lalu aku bertemu dengan gadis itu, oh dan sampe sekarang aku masih terbayang dengan wajahnya. Ciuman pertamaku dan kurasa ciuman pertamanya juga, hal itu terus teringat dalam otakku. Sungguh betapa aku ingin bertemu dengannya lagi dan lagi. Hampir setiap hari selama seminggu ini aku mengintai rumahnya, namun apa yang kuharapkan tidak kunjung terwujud. Aku heran apa dia tidak pernah keluar rumah, atau itu bukan rumahnya. Aku ingin masuk namun aku seperti pecundang yang hanya mampu menunggu. Aku akan mencari cara lain, karena aku tak hanya mau menunggu sesuatu hal yang tak pasti.

__ADS_1


~menunggu adalah hal yang sangat melelahkan, namun sebuah penantian pasti akan ada akhirnya~


~sabar dan terus berusaha adalah proses dalam penantian~

__ADS_1


__ADS_2