
Author Pov
Sudah seminggu masa ospek terlewati, lelah, letih, senang, kesal, dan berbagai macam perasaan bercampur aduk. Hari ini adalah hari terakhir masa ospek. Kegiatan terakhir para mahasiswa adalah back to nature, yaitu kegiatan menjaga lingkungan dengan menanam pohon disekitar kampus, membersihkan sampah dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga lingkukangan kampus agar tetap bersih dan hijau. Di akhir kegiatan setiap anak diminta untuk meminta tanda tangan kepada semua panitia ospek dan mengucapkan salam perpisahan. Bukan berpisah dalam artian tidak bertemu lagi, namun berpisah untuk kegiatan ospek yang telah dijalani. Para mahasiswa baru segera mendatangi setiap panitia ospek mereka meminta tanda tangan, mengucapkan terima kasih dan meminta maaf, namun ada juga yang meminta foto kepada senior mereka yang ganteng atau cantik.
kebanyakan gadis tidak sabar mengucap perpisahan kepada Bima and the genk yaitu perkumpulan para cowok ganteng, keren, dan tak lupa dari keluarga bangsawan (kaya). Mereka layaknya pangeran yang berada di negeri dongeng. Mereka terdiri dari Bima cowok paling ganteng dan kaya, Angelo cowok paling dewasa dari lainnya, David cowok ganteng tapi playboy, Reynald cowok terpandai diantara temannya, dan yang terakhir Adam cowok paling religius diantara temannya. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda, namun persahabatan mereka tidak ada yang menandinginya.
Berbeda dengan cewek lainnya, gadis yang bernama Rara ini bingung memikirkan cara agar dia tidak harus meminta tanda tangan dari cowok yang dianggapnya brengsek itu yaitu seorang Bima Axelo Raharja.
__ADS_1
Rara’s Pov
“Ra ayo cepetan kita antri minta tanda tangan ke pangeran-pangeran ku. Nih kita sudah dapat semua tinggal tanda tangan kelima pangeran itu” ajak Mika yang terus menarik-narik lenganku. “Aduh, nggak usah minta tanda tangan saja kenapa sih, lihat tuh antrinya kaya orang bagi-bagi zakat saja” jawabku sambil menunjuk antrian yang sangat panjang. “Tapi kalo kita nggak dapat tanda tangan dari semua senior, kita bakal diospek selama satu bulan sama mereka” Jawab Aira yang tiba-tiba sudah dibelakangku. “ Wah kalo diospek sama kelima pangeran itu sih aku mau” balas Mika yang sangat antusias. “Tidak kita akan diospek sama kakak-kakak senior yang kurang ramah itu, kamu mau? kalo mau silahkan saja. Lebih baik aku menyelesaikan tugas ini saja. Ayo Ra” Aira menyeretku menuju ke antrian. “Hei, aku juga tidak mau, tunggu aku” Jawab Mika sambil sedikit berteriak. Kami pun ikut mengantri untuk menyelesaikan tugas ini.
Hatiku terus resah, apa yang akan aku lakukan jika sudah dihadapan cowok berengsek itu. Dan sekarang giliran kami, aku di belakang sendiri Mika dan Aira lebih dulu. Mika antusias sekali meminta tanda tangan kepada mereka, bahkan ia meminta foto. Setelah mereka kini selanjutnya aku, aku meminta tanda tangan secara berurutan tanpa memandang ke arah kakak senior itu. Aku hanya menunduk dan tidak berani untuk mengangkat kepala.
Glek
__ADS_1
kutelan saliva dengan tegang.
Deg deg deg. Jantungku berpacu begitu cepat
Dia, cowok brengsek itu. Aaaah bagaimana ini, aku tak tak tahu harus bagaimana. Aku hanya diam mematung seakan nyawaku sudah tak berada dalam raga ini.
*Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja
__ADS_1
~ Tere Liye~