
Author Pov
Semenjak makan bersama dengan pangeran kampus itu Rara, Aira, dan Mika semakin dekat dengan mereka. Tak jarang Rara terlihat jalan berdua dengan Angelo, hal tersebut membuat Bima semakin panas. Walaupun cemburu namun karena egonya yang tinggi, Bima tidak mengakui perasaan yang telah bersemi di hatinya. Semenjak kejadian yang menimpa kakaknya, membuat Bima tidak percaya dengan yang namanya cinta. Baginya cinta adalah suatu kebodohan yang hanya mendatangkan luka. Oleh karena itu dia hanya menganggap sebuah hubungan adalah lelucon saja. Tidak ada kata cinta dalam hubungan yang dijalinnya dengan seorang wanita. Begitulah Bima, pangeran kampus yang terkenal dingin namun suka membuat wanita yang dilukainya tetap mencintainya.
Bima’s Pov
“Liburan semester ini kalian kemana?” tanya Davi pada kami yang sedang sibuk main game di Hp masing-masing.
“nggak tahu nih gue, paling Cuma rebahan di rumah” jawab Reynald.
“Gimana kalo kita liburan bareng di puncak” tukas David.
“Boleh juga, gue juga nggak ada rencana buat liburan kali ini” jawabku.
“Gimana yang lain” tanya david pada Adam, Reynald, dan Angelo.
“Boleh juga” jawab mereka semua.
“Eh nanti nginep di villa loe aja ya Bim” tukas David.
“ Siap deh, nanti biar gue suruh Pak Maman buat nyiapin vilanya, kira-kira kapan kita berangkatnya” tanyaku.
“ Gimana kalo minggu pertama liburan dimulai, kita bisa liburan disana selama seminggu” Jawab Adam yang sedari tadi sibuk dengan gamenya.
“Oke, boleh juga” Jawab Angelo
“ Gimana kalo kita ajak Rara, Aira, dan Mika juga? biar seru gitu ada ceweknya” usul David.
__ADS_1
“Itu sih mau lo, modus deketin Mika, benerr nggak tuh” tukas Reynald.
“ Loe tahu aja bro, hehehe” kekeh David.
“Boleh juga tuh biar tambah rame, nanti biar aku hubungi mereka deh” jawab Angelo berbinar.
‘ seneng bener saat Davi mau ajak Rara dan teman-temannya, pasti dia mau deket-deket Rara’ batinku sambil terus menatap Angelo.
Author Pov
Binar bahagia yang terlihat pada wajah Angelo tak luput dari tatapan Bima. Hal tersebut membuat Bima semakin merasa kesal karena dia mengira bahwa Angelo bahagia karena Rara ikut dalam acara liburan mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa Bima sendiri merasa bahagia karena Rara akan ikut dalam acara mereka. Tapi itu juga masih belum pasti Rara dan teman-temannya akan ikut atau tidak.
* Keesokan harinya di kampus
“Hai Mika dan teman-temanya” sapa David yang menghampiri Rara di meja kantin
“Hai kalian” disusul sapaan Reynal, Angelo, dan Adam, sedangkan Bima hanya diam dan langsung duduk di sebelah Rara.
“Hai” Jawab Mika, Rara, dan Aira.
“ Kalian liburan kali ini ada rencana nggak?” tanya Angelo.
“ Aku sih nggak ada” jawab Mika dan disusul Aira, dan Rara dengan jawban yang sama.
“ Pas banget kalo gitu, kita ada rencana buat liburan bareng di puncak, kalian mau ikut nggak?” ajak Angelo.
“Boleh kak” Jawab Mika dan Aira berbarengan.
__ADS_1
“Kalo kamu Ra?” tanya Angelo ke Rara
“ ehm, aku sih pingin ikut tapi aku nggak tahu diijinkan apa nggak sama ortuku” jawab Rara.
“ Nanti kita ijin bareng deh Ra, aku temenin deh” Usul Aira
“Oke deh, kalo nggak diijinin aku nggak ikut ya” jawab Rara.
“Pasti diijinin, kalo kamu nggak ikut aku juga nggak ikut” jawab Mika
“Oke deh, kita tunggu keputusan lo secepatnya ya Ra, dua minggu lagi kita berangkat” ucap David.
“Berangkat kemana nih?” tanya Karin yang tiba-tiba datang dan langsung duduk disebelah Angelo
“Kita mau ke puncak, mau liburan bareng” Jawab Adam yang dari tadi diam dan langsung mendapat pelototan teman-temannya.
“Wah liburan bareng, siapa aja? kamu ikut beibs? kalo kamu ikut aku dan Hesti iku ya?” tanya Karin yang tak tahu malu menyebut Angelo dengan sebutan mesra.
Hal tersebut membuat Rara dan Aira kesal meihat Karin yang bergelanyut mesra pada lengan Angelo. Akhirnya daripada panas melihat hal itu mereka ijin pergi.
“Kak kami ijin pergi dulu, masih ada urusan” kata Aira yang diangguki Rara dan langsung melangkah pergi. Mika yang bingung akan keadaan pun ijin menyusul mereka.
Bima yang kesal melihat Rara cemburu dengan Angelo dan Karin pun Pergi tanpa kata. Selain hal tersebut ia juga malas karena ada Hesti yang terus menempel padanya.
“Mau kemana Bro?” tanya David.
“Muak gue lihat badut disini” jawab Bima asal.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Hesti dan Karin yang cemberut karena kesal ditinggalkan.