Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih

Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih
#12


__ADS_3

Author’s Pov


Sehari sebelum keberangkatan mereka, Aira dan Mika menemani Rara untuk meminta ijin papa Rara agar diperbolehkan mengikuti acara liburan bersama. Papa Rara sungguh ketat dalam mengawasi Rara disamping kesibukannya yang harus pulang pergi ke luar negeri dalam urusan bisnis. Ia selalu memantau Rara dengan menyuruh pengawal yang diam-diam memantau keadaan Rara dimanapun berada.


“Aku takut nih nggak bakal diijinin, kamu tahukan bagaimana papaku” ucap Rara gelisah di kamar.


“Sudah tenang aja kan ada kita pasti diijinin lah” Jawab Mika dengan santainya.


“udah yuk, kita minta ijin ke papamu, pasti diijinin” ajak Aira.


“Yuk deh” ucap Mika dan Rara berbarengan.


Mereka bertiga pun menuju ruang kerja papa Rara, karena sudah dipastikan Ia sedang bekerja.


Tok tok tok


Rara pun mengetok pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan papanya.


“ Masuk” suara Papa Rara yang mengijinkan untuk masuk.


“ Ada apa kalian bertiga, tumben. Pasti ada sesuatu. Iya kan?” Tanya Papa Rara sebelum mereka berbicara.


“Emmm Pa, aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Rara gugup.


“Tapi Papa harus janji akan setuju terlebih dahulu” Sambung Rara.


“Mau apa? papa akan setuju kalo udah tahu kamu apa” Jawab Papa Rara yang masih sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


“Papa harus janji akan setuju dulu. Ya..ya...Pa” ucap Rara dengan agak memaksa.


“Katakan dulu mau apa, baru papa setuju apa nggak?” jawab Papanya.


Rarapun masih terdiam, karena tak kunjung berkata akhirnya Aira pun yang berbicara.” Begini Om, Kami mau minta ijin untuk liburan bareng ke Puncak selama satu minggu, boleh ya Om?” Mohon Aira.


“Tidak” Tolak Papa Rara dengan tegas.


“Ayolah Pa, Ijinin Rara ya kali ini aja, kita rame-rame kok” Rayu Rara.


“ Bener Om, kita tidak hanya bertiga kok Om, dan bakal ada beberapa teman cowok kita yang ikut. Jadi Om nggak perlu khawtir, karena bakal ada yang jaga kita disana” Sela Mika.


“Tidak ya tetap tidak apalagi kalian berlibur bersama cowok-cowok. Bagaimana kalau kalian bertindak di luar batas moral? Papa nggak ijinin” Kekeh Papa Rara


“Pa, ijinin ya. Kami nggak bakal melakukan sesuatu yang di luar batas. Please Pa” Mohon Rara dengan puppy eyes nya.


“Kenapa sih Papa selalu melarang Rara ini dan itu, Rara kan udah besar. Rara juga ingin merasakan kebersamaan dengan teman-teman. Rara juga ingin menghabiskan liburan bersama sahabat Rara. Sejak dulu Papa selalu melarang Rara ikut kegiatan di luar. Baru kali ini Rara merasa punya sahabat dan Papa masih saja seperi dulu, Papa senang sekali jika Rara tidak memiliki teman. Rara sebel sama Papa.” teriak Rara dan langsung pergi keluar mengabaikan teman-temannya.


“Ra” ucap Mika memanggil Rara.


“Permisi ya Om, maaf kami telah mengganggu Om dan membuat keributan seperti ini” ucap Aira.


“Ini bukan kesalahan kalian, Rara saja yang masih kekanakan” Jawab Papa Rara acuh.


Mika dan Aira pun menyusul Rara ke dalam kamar. Mereka mendengar suara tangisan Rara. Mereka merasa bersalah karena jika bukan mereka yang memaksa Rara untuk ikut, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.


“Ra udah dong nangisnya, kita minta maaf jika bukan karrena kita memaksa kamu buat ikut, kamu nggak bakal berantem kan sama Papa kamu” Ucap Aira yang berusaha menenangkan Rara.

__ADS_1


“Iya Ra, kita liburan bareng di rumah aja, walaupun di rumah kan kita juga bisa bareng” Sambung Mika ya turut menenangkan Rara.


“Nggak, kalian kan pingin banget ke Puncak. Kalian ikut saja deh sama mereka. Jangan cuma karena aku kalian batal ikut.” ucap Rara sambil terus sesenggukan.


“Nggak, kalo kamu nggak ikut kita juga nggak ikut deh. Kita kan sahabat jadi suka duka harus tetep bareng-bareng” Jawab Mika dengan menggebu-gebu.


“ Bener Ra, kalo kamu sdih kaya gini kita juga ikutan sedih. Meski kita baru deket satu semester tapi aku udah nyaman banget sama kalian berdua” Sambung Aira.


“Tapi kan kalian pingin banget liburan ke puncak, pokoknya kalian harus ikut meski tanpa aku” Ucap Rara.


“ Tapi Ra, kamu....” jawab Aira.


“Abis liburan kita bakal ketemu lagi, jadi kalian tetep harus ikut. Liburan kali ini paling aku mau ke rumah nenek saja deh. Mau belajar memasak. hehehe” jawab Rara dengan tersenyum.


“Sudah sana kalian pulang, siap-siap buat pergi besok. Awas aja kalo kalian nggak jadi ikut karena gue” usir Rara dengan pura-pura marah.


“Jadi kamu ngusir kita nih ceritanya” jawab Mika.


“ Iya, kalian itu buat rame rumah aku aja, hahaha” Ucap Rara sambil tertawa.


“ Iya nih kita pulang, udah malem juga. Mau beres-beres” Jawab Aira.


“Jangan nangis ya kita tinggal libura. hahaha” Ejek Mika.


“ngapain nangis mending aku liburan sendiri aja ke rumah nenek” jawab Rara.


Akhirnya pun Aira dan Mika ijin pulang karena mau mempersiapkan diri untuk liburan besok. Meski dengan berat hati karena Rara tidak ikut, namun mereka tetep iku seperti apa yang dikatakan Rara. Meski Rara sedih sekali karena tidak bisa ikut pun berusaha baik-baik saja agar sahabatnya tetap mau ikut acara liburan bareng tersebut. Semenjak sahabatnya pulang Rara terus menangis, karena lelah akhirnya ia pun jatuh tertidur.

__ADS_1


__ADS_2