Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih

Jatuh Cinta Tak Bisa Memilih
#10


__ADS_3

Angelo’s Pov


Kulirik gadis cantik itu, sungguh elegan dan manis. Entah sejak kapan perhatianku selalu terarah pada gadis manis itu. Sejak pertemuanku dua minggu lalu dengannya selalu membuatku terbayang oleh wajahnya. Dialah Aira gadis manis yang selalu menarik perhatianku. Ya dia sahabat Rara, seorang gadis yang selalu menjadi teman debat Bima namun selalu bersikap manis kepadaku.


Sejak masa MOS itu aku dan Rara terasa lebih dekat, entah kenapa aku merasakan bahwa dia sangat mirip dengan Naira adek kecilku yang sangat aku sayangi. Namun kini Naira sudah tidak bersama denganku lagi, dia sudah bahagia di surga karena penyakitnya yang terlambat diobati. Oleh karena itu, setiap bertemu dengan Rara aku merasa sedang berhadapan dengan Naira.


Tingkah laku, sikap, dan bahkan makanan favoritnya pun hampir sama dengan Naira. Hal itu membuatku semakin mengingat Naira. Maka dari itu aku berjanji akan menyayangi Rara seperti Naira meski dia bukan adik kandungku.


Kembali pada Aira, gadis yang telah membuat jantungku berdetak kencang seakan mau copot dari tempatnya. Kuingat pertemuanku dengannya yang membuatku menaruh perhatian pada gadis itu.


Author Pov


*Flashback On

__ADS_1


Malam itu ketika hujan gerimis mulai jatuh membasahi bumi terlihat seorang gadis yang terus berlari sambil menangis terisak. Dia terus berlari hingga tanpa disadari ada beberapa lelaki yang menghalangi jalannya. Gerombolan tersebut terlihat seperti preman dan sedikit mabuk.


“Hai gadis cantik, kenapa kau menangis? sini temani abang” ucap salah satu dari laki-laki itu.


“Si..siapa kalian? Pergi ka..lian, jangan halangi jalanku” ucap gadis itu dengan gemetar ketakutan.


“jangan takut manis, sini sama abang” jawab mereka sambil melangkah maju. Gadis itu terus melangkah mundur karena merasa ketakutan hingga tak sengaja dia tersandung dan jatuh. Gerombolan laki-laki itu terus mendekati gadis itu.


Saat preman itu mendekat ia menutup matanya, namun sudah cukup lama tidak ada orang yang menyentuhnya. Ketika membuka mata ia melihat ada seorang laki-laki yang tengah memukuli preman-preman tersebut yang akhirnya membuat mereka lari.


Saat lelaki itu berbalik ternyata dia mengenalnya, dia adalah Angelo senior Aira ketika di kampus. Angelo mendekat pada Aira dan tanpa babibu lagi Aira memeluk erat Angelo.


“Terima kasih kak, terima kasih sudah menolong” ucap Aira dengan terus menangis keras.

__ADS_1


Angelo masih shock dengan pelukan Aira, namun ketika dia sadar langsung menenangkan Aira.


“sudah.. tenanglah. Mereka sudah pergi” Ucap Angelo menenangkan Aira dengan mengusap lembut kepala Aira.


“Kenapa kamu sendiri saja malam-malam dan tempat sepi seperti ini, apalagi kamu seorang cewek” tanya Angelo.


Aira hanya diam sambil memeluk Angelo dan terus menangis. Karena tidak tega akhirnya Angelo pun berinisiatif mengantar pulang Aira. Namun belum sempat Angelo bertanya alamat rumah Aira, gadis itu sudah terlanjur pingsan terlebih dulu. Karena bingung mau diantar kemana akhirnya Angelo pun mengajak pulang Aira ke rumahnya. Beruntung orang tua Angelo sedang tidak ada dirumah, namun siapa sangka keesokan paginya kedua orang tua Angelo pulang.


*Flashback Off


Begitulah ketika mengingat pertemuannya yang entah ke berapa kalinya namun terjadi tragedi yang menumbuhkan perasaan diantara keduanya.


Tatapan mendamba dari Angelo kepada Aira yang duduk bersebelahan dengan Rara menumbuhkan kesalahanpahaman pada orang lain yaitu Bima, sahabat Angelo sendiri. Bima menyalahartikan tatapan yang sebenarnya ditujukan kepada Aira salah dikira ditujukan kepada Rara, gadis kecil yang sedang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.

__ADS_1


__ADS_2