
Aku nggak ngerti pola pikir Papanya Gina, anak dianter pulang dalam keadaan sakit bukannya khawatir tanya kronologisnya sampai pingsan atau gimana malah bingung sudah transfer atau belum. Hadeeehhhh .... herman Aku eh heran Aku.
Sepanjang jalan hanya gerutuan dalam hati, balik ke kost an. Pak Tikno tak mintain tolong bawa motorku balik ke kost an tadi.
Sampai kost an Pak Tikno sudah menyambutku.
"Piye wong tuwane?" tanyanya
"Aneh!" singkatku
"Aneh piye?" penasaran dia
"Kepo ya???!!" godaku
"Ish! karo wong tuwo guyon, aneh piye?!"
"Yo aneh, wong anak balik kondisi sakit kok sing tanyake soal transferan!" emosiku mulai tumbuh mengingat pertanyaan dan ekspresi wajah papa nya Gina.
"Takon ro Gina? Emang e Gina iso njawab?" tanya Pak Tikno mlenggong.
"Yo ora lah, takon ro Aku. Lha Aku yo meneketehe to ya! eeee... ndedes e tenanan!" ceritaku sambil gemes.
"Sakno arek wedok sitok iku" Muka Pak Tikno kelihatan prihatin.
__ADS_1
"Lha memang e nopo to Pak?" tanyaku
"Kepo yaaa ..." katanya sambil mrenges jahil.
"Ora! cuma takon wae"
"Ck ... Kon iku ojo kecueken lah! mbok rodo penasaran sithik ngono!. Ndek nen iku lak ibarat e tulang punggung keluarga. Bareng kerjo kabeh butuh sing nyonggo dek nen" jelas Pak Tikno.
"Ah, moso?" sahutku nggak yakin. Perasaan tampilan Papa Mama nya terkesan elit, maksud e kelihatan dari kalangan berpunya.
"Nggak percoyo ya wes, Aku rak mekso. Nyoh kunci motor mu" Pak Tikno berlalu setelah melemparkan kunci motor ke arahku.
💐💐💐💐💐💐
"Wiiii... ada angin apa Bima ada di mari" Bu Martha senyum senyum lihat Aku memasuki ruangannya. Semua mata menoleh ke arahku, hhh jadi agak ge er. Memang selama ini Aku jarang banget sekedar main ke ruangan lain.
"Mau liat Gina Bu, Gimana keadaannya?" jawabku lugas.
"Ooh Gina? sehat! tuh dah senyum. Giiinnn beruntungnya dirimu diperhatiin Bima" goda Bu Martha.
"Ck Bu Martha ada aja. Lha yang nganter Dia pulang kemarin kan Saya, ya setidaknya Saya kasih sedikit perhatian sebagai teman. Kan nggak salah to Bu?" kataku panjang beud.
"Nggak .. nggak salah... Hi hi hi ... silahkan lho kalau mau chit chat" goda Bu Martha lagi. Yang ada di ruangan itu sedikit riuh denger godaan Bu Martha pas Aku jalan mendekati meja Gina. Dan Dianya senyum senyum, sudah bukan rahasia di ruangan itu kalau Gina menyukai Aku.
__ADS_1
"Gin, wes sehat to?" tanyaku basa basi.
"Alhamdulillah uwis, trims ya Bim" sahut Gina
"Sori soal Papa ku" lanjutnya.
"Lah rak sah dipikir, ya wes lah kalau wes sehat. Jo telat maem" Aku beranjak keluar.
"Bu Martha, terimakasih sudah menerima Saya. Saya permisi dulu" formal pamitanku.
"Sudah Bim? kok cuma sebentar?" godanya lagi.
"Cukup Bu, teman teman.. Saya pamit ya" Aku keluar sambil dadah dadah. Mereka riuh lagi.
"Cah gemblung!" Bu Martha nimpuk aku pake kertas untel untelan.
💐💐💐💐💐💐
Hari hariku berlalu seperti biasanya, kerja, makan, nongkrong, pulang, tidur. Sampai suatu sore sebelum jam pulang kantor.
"Bim, tolong anterin Aku pulang ya. Kepalaku muter muter, ketoke vertigo ku kambuh" Gina menelponku.
Dan kebetulan kok ya ndilalah Aku lagi baik hati, tanpa pertimbangan labgsung aku iya kan.
__ADS_1
"Yo, tak tunggu ning parkiran ya" jawabku.