
**Nyela ya Readers tersayang ...
Ini cerita nggak real ya ... fiksi semata. Ada beberapa plot cerita yang berdasar pada pengalaman Saya atau seseorang yang Saya kenal, tapi hal itu sudah Saya bumbui dengan micin supaya beda rasanya 😁
Please komen, like, and vote nya dunk. Biar Saya tambah semangat nulisnya.
Terimakasih, maturnuwun, xie xie, kamsia, thank you atas semua atensi Readers tersayang 🙏🙏🙏**
############
"Gin, pulangnya bareng ya. Tak anterin, Aku sekalian ada perlu sama Kamu" Pagi ini sengaja datang sedikit lebih pagi dari biasanya and ngetem di depan absen demi bikin janji sama Virginia.
Tidak sembarang orang boleh masuk ke bagian keuangan, hanya yang dipanggil saja yang bisa masuk ke sana. Dan sialnya anak anak bagian keuangan jarang ada di kantin pas jam istirahat. Mereka lebih suka makan di meja masing-masing.
"Perlu apa? kenapa nggak ngomong aja sekarang? apaan sih?" Aku sedikit terkejut melihat reaksinya, dia ngomong sambil nyenggol nyenggol lenganku dengan kerlingan mata.
"Ntar aja, nek sekarang Aku bilangnya ndak kelamaan. Iso dimarahi Kabag. Piye? deal ya? bareng?" cecarku.
"Oke deh deal" jawabnya cerah.
Aku acungkan jempol dan segera kembali ke ruanganku, samar aku dengar bisik bisik rumpies tentang Kami. Asss eben luweh ... ( ah sudahlah biarkan ).
"Lah opo Kon nemoni si Virginia?" tanya Pak Tikno waktu papasan di pantry. ( Kenapa kamu menemui Virginia )
__ADS_1
"Cuma meh ngobrol Pak, soal leh kerah karo Indah" jawabku sambil menghitung adukan kopi ku. ( soal pertengkaran nya dengan Indah ).
"Heleh wedokan kerah diopeni" cibir Pak Tikno. ( perempuan bertengkar diurusi ).
"Lha kerah e goro goro aku e Pak! aku males nggo rebutan wedokan" aku keluar pantry diiringi gerutuan Pak Tikno. ( lha pertengkaran itu karena Saya Pak. Saya males diperebutkan perempuan ).
"Cah semprul!"
Sore selesai kerja aku segera ke parkiran, motor aku bawa depan pagar kantor tempat biasa para penjemput menunggu. Tak lama Virginia muncul dengan sumringah.
"Yuk, mau kemana sih?" senyum terkembang di bibirnya. Helm yang ada di tanganku langsung diambil dan dipakainya. Tanpa perlu basa basi Dia main nongkrong aja jok belakang dan melingkarkan tangannya di pinggangku. What the ... batinku, kendelen iki bocah.
"Sori Gin, nek tanganmu nggak gini piye?" aku lepaskan tangannya dan meletakkannya di pahanya.
Aku lihat ekspresinya berubah sendu, terserahlah belum muhrim ini. Kali ini keadaannya berbeda, dulu dia sedang kalut jadi malah aku sarankan buat pegangan di badanku buat mastiin aja dia nggak macem macem di jalan. Kalau sekarang Dia dalam kondisi baik baik saja so nggak ada acara pegang pegangan segala.
Motor segera Aku nyalakan dan tancap gas ke sebuah tempat yang nyaman untuk ngobrol. Di sebuah kafe kecil agak di pinggir kota. Kafe yang nggak terlalu ramai dengan jajanan yang lumayan enak tapi ramah di kantong, sesuai style ku pokoknya. Murah, meriah, & bergaya 😛.
"Gin, sebenarnya Kamu pengen tau apa sih tentang Aku?" setelah Kami menghabiskan makanan dan basa basi sepanjang tadi, aku langsung ke titik tujuanku mengajak Virginia ke sini.
Virginia sedikit terkejut mendengar pertanyaanku. Sekilas dia tersenyum dan menjawab,
"Semua. Semua tentang Kamu" jawaban tanpa ada keraguan.
__ADS_1
"Aku ya kayak gini nggak ada yang tak sembunyiin. Kamu mau tau yang apa lagi?" Aku sedikit gusar.
"Ya semuanya! Kamu suka makanan apa, minuman apa, warna favorit Kamu apa, seeemuanya" senyumnya mengembang sempurna.
"Meh mbok pake buat apa kalau Kamu tau semuanya soal Aku?"
"Ya .... buat nyenengin Kamu lah"
"Kenapa Kamu susah susah buat nyenengin Aku?"
"Karena Aku suka lihat Kamu seneng"
"Yang seneng Aku kok yang suka Kamu?" kejarku
"Karena yang membuat Kamu seneng itu Aku bukan orang lain"
Kugaruk kepalaku yang tidak gatal, permainan kata kata yang memabukkan. Huffttt ...
"Aku cinta Kamu" lirih tak berdaya dan putus asa, kata yang terdengar dari mulutnya kali ini berbeda dari sikap juga perkataannya barusan.
"Hah?? tenane? kon ra lagi nglindur?" sampai kucondongkan badanku ke depan mukanya.
Anggukan lemah dan bulir air mata yang luruh menyadarkan Aku.
__ADS_1
Tenanan Arek iki 😇