
Esoknya di kantor.
"Gin, sori boleh minta no telpun nggak?" waktu Kami papasan di lobby.
"Masak nomerku nggak Kamu save sih!" sungutnya manja sambil gelendotan di lenganku yang membuat Aku sedikit risih.
"Sori!"
"Sini mana hapemu" tangannya tengadah padaku. Aku ulurkan hape dan dengan senyum dikulum Dia segera mengetikkan nomer teleponnya.
"Oke trims" Aku segera berlalu dari hadapannya.
"Bim, ntar malem Aku ke kost ya" teriaknya. Asshhembohlah batinku, sekarepmu.
Sepanjang hari itu Aku berdoa mudah-mudahan si Gina lupa kalau mau ke kost an.
Mugo mugo lali ... mugo mugo laliiii...
Pulang kerja rasa nya nggak mood pengen bisa ngilang kaya si Kentung jin iprit.
Habis mandi Aku keluar kost-an mau cari makan.
"Mau kemana Bim?" suara yang langsung bikin Aku depresot. Virginia ...
"Cari makan!" jawabku singkat.
"Nihh tak bawain Nasi Padang" senyumnya cerah sambil menggoyang goyangkan plastik kresek di depan hidungku.
"Oh" Aku balik badan kembali ke kost an diikuti Dia.
__ADS_1
Kami makan dalam diam, entah kok Dia tiba tiba nggak ada suaranya.
"Bim, Nek Kamu nggak suka sama Aku nggak pa pa. Jangan sampe Kamu terpaksa seneng sama Aku"
Wekkksss?!! di suapan terakhir ku Kamu baru bilang ini. Lhaa mbok an dari buka karet Nasi Padang tadi bilangnya. Jadi makanku nikmat, pake nasi rendang daging kumplit pake telur pula plus gratis sampe depan rumah.
"Kan wes tak omongi too ...Kalau Aku cuma nganggep Kamu tu temen Gin, nggak lebih" jelasku.
"Iya Aku sebener e ya ngerti nek Kamu cuma nganggep temen tok. Tapi temenku cuma Kamu, Aku jadi takut kalau satu satunya temenku pun ninggalin Aku" wajah sendu berbalut keputus asaan itu menunduk.
"Aku nggak bisa jamin kalau Kamu butuh Aku akan selalu ada, cuma yang Kamu harus tahu kalau Aku akan selalu support semua langkah Kamu untuk hal yang baik" ujarku.
"Bim, masih bisa nggak kalau Aku minta tolong Kamu sekaliiiii lagi aja" wajah tengilnya mulai nampak lagi. Waaa Aku harus waspada ini.
"Tolong apa?" tanyaku
"Yo, piye lanjutkeun" Aku lemah lunglai
"Gini Kita nggak pacaran beneran cuma pokok e Kamu jadi orang yang puwaling uwakruawab buat Aku"
"Hemmm ... terus?"
"Ya wes gitu, Kamu nggak harus ngapeli Aku, tapi nek Aku pengen curhat pengen jalan jalan Kamu mau nemenin"
"Heleh yo podho wae Gin ... terus meh sampe kapan?" tanyaku
"Sampe Aku punya pacar" jawabnya lugas
"Enak di Kamu mangkel di Aku" gerutuku. Gina cuma menunduk.
__ADS_1
"Lha terus kalau Aku seneng sama cewek? piye?" lanjutku.
"Ya pokok e sampe salah satu di antara Kita punya pacar"
"Ya tak usaha ke ya" akhirnya Aku mengalah.
"Beneran ya Bim? deal ya? sepakat?" berondongnya. Aku hanya mengangguk.
"Ojo mung manthuk tok to Bim" protesnya.
"Iyo deal cuma tak usahakan"
"Sing penting Kamu wes deal" sumringah sekali dia.
"Wes pulang sana, sudah malem" usirku
"Bisa tolong dianterin nggak?" sambil main main puppy eyes Dia.
"Wajah tua ndadakan sok imut" ku kibaskan tangan di muka nya.
"Heh, masa Kamu tega nyuruh Aku pulang sendiri jam segini?" hujatnya
"Tega aja ngapain nggak tega? Kamu ke sini kan bukan Aku yang nyuruh" cibirku sambil mengambil helm dan memberikan padanya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Yuk ah post like, komen, sama hadiahnya dooonggg .... Pelisssss 😀
Ngarep dot kom
__ADS_1