
Semenjak Asep Tidak pernah terlihat lagi dirumah Lusi, Kini tongkrongan pun mulai sepi, semuanya sudah sibuk dengan masing-masing kehidupan nya, seperti Aldo, davit dan babeh yang berkerja ditempat yang sama yaitu disebuah pabrik bola, sedangkan Aceng dipabrik tahu, dan Udin yang sudah mempunyai istri pun sibuk dengan usahanya yang kecil-kecilan sebagai pedagang lontong sayur yang dijual dipasar.
Koko yang masih sekolah pun fokus dengan sekolah nya, kali ini dia rajin masuk tidak seperti dulu waktu dia SMP yang sering bolos-bolosan dan malam harinya Koko sering Mabar bersama davit ditempat Kak ekoh.
"Dimana lo, Mabar nggak?" Tanya davit melalui pesan
Miko pun langsung membalas "ya Mabar lah"
Lalu davit pun menyusul Koko kerumahnya dan langsung menuju tempat kak ekoh dan disana juga ada Edo, Arip.
Ekoh, Arip, dan Edo adalah teman sekampung nya juga, yang hanya beda tongkrongan saja.
"Beli kopi sama cemilan nya geh, masa Mabar nggak ada apa-apa" ucap Arip
"Yaudah geh sokongan" jawab davit
Lalu mereka berlima pun sokongan dan Edo pun berangkat ke warung untuk membeli nya, setelah itu mereka pun Mabar hingga larut malam.
"Ban siapa nih" ucap Edo
"Atlas aja atlas" ucap davit
"Ambil wanwan kak ekoh" ucap Koko
"Okee" jawab kak ekoh
"Lu mau pick apa Kak Arip?" Tanya davit?
"Basing gua mah all role" jawab Arip sambil tertawa.
Hari-hari berjalan seperti itu Koko dan davit setiap malam hanya menghabiskan waktunya untuk mabar.
Disisi lain Asep menghabiskan waktunya dengan dirumah saja karena pekerjaan bisa dibilang bengkel dan Aceng juga setiap pulang kerja kadang-kadang menginap dirumah Asep, lalu Asep pun sering kabar-kabaran dengan Adi, Adi yang saat itu sedang merantau di Palembang bersama ibu dan bapak tirinya, dan kebetulan bapak tirinya Adi sebuah pemborong mebel interior.
Namun tidak dengan babeh dan Lusi mereka sibuk mengurus ayahnya yang sakit, sampai-sampai saat itu Lusi memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus ayah nya, karena saat itu ayahnya harus bolak-balik kerumah sakit, sehingga jika ibu nya saja yang mengurus tidak lah mungkin.
Singkat cerita saat itu ayah Lusi harus dirawat dirumah sakit.
"Ko anterin gua kerumah sakit mau nggak lu" ajak babeh melalui pesan WhatsApp nya, karena saat itu babeh sedang bekerja sehingga hanya bisa kerumah sakit ketika pulang kerja.
"Ya ayok" jawab Koko yang menyetujui.
Ayah Lusi terkena penyakit kanker yang dan saat itu sudah lumayan parah sehingga harus dirawat dirumah sakit, dan saat itu babeh yang pulang kerja ingin kerumah sakit, namun karena ia tidak berani ke lantai dua ia pun mengajak Koko.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai dirumah sakit dan langsung bergegas menuju lantai dua
"Serem Amad nih rumah sakit beh" ucap Koko saat berjalan menuju kamar ayah nya Lusi dirawat
"Mangkanya itu gua ngajak lu" jawab babeh
Dan tidak lama kemudian mereka pun sampai dikamar tempat dirawatnya ayah babeh, lalu babeh pun membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut dan disana sudah ada Lusi, ibunya serta kakak-kakaknya.
Dan tidak lama pun mereka memutuskan untuk keluar dan berbincang-bincang di depan ruangan tersebut bersama suami dari kakak-kakaknya babeh.
__ADS_1
"Beh kalo mau ngudut dimana?" Tanya Koko yang merasa asam dimulut nya karena belum sempat merokok dari tadi
"Diluar ko" jawab babeh
"Asem lagi gua beh"
"Mau keluar aja Tah diparkiran" ucap babeh yang mengajak Koko untuk ngobrol diparkiran
"Yaudah ayok" jawab Koko
"Ke parkiran nggak mang?" Tanya babeh kepada kakak ipar nya
"Duluan aja entar nyusul" jawab nya
"Okee"
Lalu Koko dan babeh pun pergi keluar dari rumah sakit tersebut dan pergi menuju tempat parkir untuk merokok, karena dirumah sakit kan tidak boleh jadi mereka memutuskan untuk keluar.
Koko pun mengeluarkan sebungkus rokok lalu membakarnya, sedangkan babeh bermain game karena dirinya tidak merokok.
Waktu pun berlalu sekitar pukul sebelas malam babeh dan Koko pun memutuskan untuk pulang, karena esoknya babeh akan bekerja dan miko juga akan bersekolah.
Mereka pun berpamitan terlebih dahulu dan menuju ruangan tempat dirawatnya ayah babeh, setelah itu mereka pun pergi lagi menuju parkiran lalu mereka pun pulang.
Sekitar 39 menit mereka pun sampai, Koko pun turun dari motor dan pergi kerumahnya
"Makasih ko" ucap babeh saat Koko berjalan kerumahnya
Koko pun menoleh dan masih berjalan "Okee"
***
Keesokannya paginya sekitar pukul enam Koko yang melihat handphone pun mendapat pesan suara dari Asep
"Dari mana Lo ko semalem sama si babeh?"
Miko pun membalas "dari rumah sakit lah"
Asep pun tidak membalas.
Lalu Koko pun beranjak dari tempat tidur nya dan menuju kamar mandi dan setelah itu ia pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Setelah pulang sekolah Koko pun membuka handphone dan mengecek WhatsApp nya dan melihat status Lusi yang berisi kalau ayahnya akan di operasi.
Sejenak Koko pun mendoakan agar operasi ayahnya Lusi itu berjalan dengan lancar dan setelah itu pun dia bermain game.
Saat bermain game tiba-tiba Asep menelepon nya, Koko pun langsung mengangkat nya
"Hallo ngapa?" Ucap Koko setelah mengangkat telepon tersebut
"Dimana lo?" Tanya Asep
"Dirumah"
__ADS_1
"Gua otw rumah Lo"
"Okee"
Setelah telepon itu berakhir Koko pun melanjutkan bermain game nya.
Tidak lama kemudian Asep pun sudah sampai dirumahnya
"Ngegame aja lu ini" ucap Asep sambil duduk dikursi ruang tamu dan melihat Koko yang sedang fokus bermain game
"Ya mau ngapain lagi geh" sahut Koko.
Setelah Koko selesai bermain game Asep pun bertanya
"Ko bapak nya Lusi mau dioperasi Tah?"
"Kok lu tau, tau dari mana Lo?" Tanya Koko balik
"Dari si Aceng tadi, dia ngeliat sw nya si Lusi"
"Iyaa"
"Ya semoga aja lancar"
"Aminn"
Setelah berbincang-bincang tidak terasa waktu pun sudah sore dan Asep pun memutuskan untuk pulang.
***
Disisi lain babeh yang sudah pulang bekerja pun langsung kerumah sakit dan tidak pulang kerumah dulu.
Setibanya babeh disana ia pun sudah melihat keluarga nya yang menunggu didepan ruangan operasi, lalu babeh pun menghampiri nya, ia pun melihat Lusi yang menangis tersedu-sedu
"Udah nong gak usah nangis, mending berdoa aja" ucap babeh kepada Lusi
Lusi pun mengangguk dan mengusap air matanya lalu berdoa agar operasi ayahnya lancar, ibunya serta kakak-kakaknya pun juga berdoa agar operasi lancar.
Setelah 1 jam menunggu akhirnya operasi pun selesai dan dokter yang keluar dari ruangan tersebut memberitahu
"Alhamdulillah semuanya lancar, dan insyaallah besok malam bapak Adi sudah boleh pulang" ucap dokter
"Alhamdulillah" ucap keluarga babeh bersamaan.
Waktu pun berlalu hingga akhirnya ayah Lusi sudah dibolehkan untuk pulang, karena saat itu babeh sedang sip malam Lusi pun meminta bantuan kepada Koko melalui pesan
"Ko nanti bilangin sama bapak lu jangan tidur dulu, soalnya bapak gua udah boleh pulang"
Koko pun langsung membalas "iyaa"
Dan tidak lama kemudian Lusi pun sampai dirumahnya,
"Ko" teriak Lusi memanggil Koko
__ADS_1
Koko yang mendengar nya pun langsung membangun kan bapak nya, lalu bapak pun langsung bangun dan keluar, dan membantu ayah lusi masuk kedalam rumah.
****