
Tiba hari nya untuk rencana makan malam, saat itu malam Minggu sekitar jam setengah tujuh, Asep sudah berada di rumah Lusi
"Ayok ko" ucap nya saat melihat Koko yang belum siap-siap
"Kirain nggak jadi" jawab nya santai
"Jadilah, udah sana siap-siap"
"Yaudah, ajakin si Kaka sana lu nya" ucap Koko lalu beranjak ke kamar untuk bersiap-siap
Dan Asep pergi menuju rumah Kaka, rumah Kaka hanya di samping rumah Koko, sehingga dirinya hanya berjalan kaki saja
"Ka?" Teriak Asep memanggil Kaka di depan rumah rumah nya dan berjalan masuk
"Ngapa sep, jadi Tah?" Sahut Kaka yang keluar dari kamarnya
"Jadilah"
"Ya udah gua siap-siap dulu"
"Okee"
Lalu Asep pun kembali ke rumah Lusi lagi, dan menunggu teman-temannya
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah berkumpul di depan rumah Lusi, lalu mereka pun berangkat pergi ke cafe joglo.
Sekitar lima belas menit mereka pun sampai, mereka pun memarkirkan motornya, setelah itu berjalan bersamaan menuju ke dalam cafe.
"Mau duduk dimna?" Tanya Lusi
"Situ aja tu" ujar Kaka sambil menunjuk bangku yang kosong tapi agak luas dan tidak terlalu dekat dengan orang- orang
Lalu mereka pun setuju dan menuju kursi yang di tunjuk kaka tadi, dan mereka pun duduk, Lusi berada di samping Asep dan Koko di samping Kaka.
"Panggil mba nya sep" ucap Lusi
"Biarin aja entar juga ke sini sendiri"
Dan benar saja pelayan pun datang dan mengasurkan sebuah menu makanan dan minuman.
"Pesen apa nih?" Tanya Kaka
"Basing, entar gua yang bayar" jawab asep
"Ada seblak nggak mba?" Tanya Lusi
"Seblak nya habis mba" ujar pelayan
"Yaudah ayam bakar aja" ucap Lusi
__ADS_1
"Lu mau pesen apa ko? Ka?" Ucap Asep
"Sama ayam bakar aja" jawab Koko dan kaka bersamaan
Dan Asep pun menyamakan pesananan dengan Lusi, sehingga mereka ber empat memesan makanan yang sama.
Sedangkan minum nya, Kaka, Asep dan Lusi memilih jus mangga, sedangkan Koko memilih jus jeruk,
Setelah itu mereka pun menunggu pesanannya
"Tumben amat geh lu sep, neraktir kita orang" ucap Kaka
"Abis dapet komisi motor, biasalah" jawab asep
"Cair lah" sahut Lusi
"Ya iya lah, kalo nggak cair mah nggak bakal neraktir kita" sela Koko
"Ya lumayan lah" jawab asep
Dan tidak lama kemudian makanan dan pesanan mereka pun datang
"Makasih mba" ucap Lusi setelah pelayan tersebut selesai menaruh pesanan nya.
Lalu meraka pun melahap makanan yang mereka pesan tadi.
"Pedes banget anjir sambel nya" ucap Lusi
"Iya Tah, kok punya gua enggak" ucap Kaka
"Cobain geh punya gua nih, kalo nggak percaya" ucap Koko
Lalu Kaka pun menyicipi sambel milik makanan Koko,
"Mana ah biasa aja gitu" ucap nya
"Iya lah wajar, orang elu sering makan sambel yang pedes" ucap Koko, karena Kaka memang suka dengan makanan yang pedas, bahkan Koko pernah mencoba sambal yang di buat Kaka waktu itu, rasanya pedas sekali, beda dengan sambal yang saat ini dimakanan mereka.
Lusi pun juga sama, waktu itu Kaka membuat seblak dan Lusi mencoba nya, dan sama aja rasanya begitu pedas, bahkan kuah seblak tersebut berisi dengan cabe merah.
Setelah itu mereka pun melanjutkan makan nya, dan beberapa saat pun selesai,
Lalu Koko pun menghidupkan sebatang rokok, di sana hanya Koko yang merokok, sedangkan Asep dan Kaka tidak merokok.
"Udah yuk pulang" ucap Lusi
"Sabar mesen lagi buat emak di rumah" Asep yang dimaksud adalah ibunya Lusi
Karena pelayan tidak terlihat, Asep pun pergi ke kasir untuk memesan ayam bakar di bungkus untuk ibu Lusi dan sekalian membayar makanan yang mereka tadi pesan.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun berjalan keluar secara bersamaan
"Mau Poto dulu nggak" celetuk Kaka
"Kagak lah" ucap Lusi
Dan mereka pun sampai di tempat parkir, setelah itu mereka pun pulang.
Sesampainya di rumah, Asep dan Koko duduk terlebih dahulu di rumah Lusi, dan setelah larut malam Asep pun memutuskan untuk pulang dan Koko menginap di rumah nya.
Setelah berada di dalam kamar Asep, mereka pun berbincang-bincang
"Ko bantuin gua ya" ucap Asep
"Tanpa Lo bilang gitu, gua juga udah ngebantuin"
"Ada info nggak hari ini" ucap Asep
"Kagak ada, orang dia kerja geh jadi gimana mau Ngobrol nya" jawab Koko.
Koko membantu Asep dengan cara menjadi mata-mata dan mencari info soal Lusi
Sedangkan Aceng jadi kompor jika Asep sedang di rumah Lusi,
Asep pun bahkan menjanjikan sebuah rokok satu pak, kepada Koko dan Asep agar lebih semangat dalam membantu nya.
Saat itu Koko sudah lulus, Koko baru lulus tahun itu, dan sekarang dia masih menganggur, saat itu di sempat kerja di sebuah angkringan, namun tidak bertahan lama dia pun keluar.
Saat ini Koko masih mencoba- coba menghasilkan uang dari internet, karena dirumahnya saat itu memasang WiFi, jadi Koko mencoba memanfaatkan nya.
Dan Koko pun sebenarnya sudah malas untuk keluar- keluar rumah, kalau saja Asep tidak menjanjikan sebuah rokok mungkin Koko tidak mau untuk menginap di rumah nya, dan hanya membantu Asep dari rumah saja, lagian juga Asep setiap hari di rumah Lusi, dan hal itu harus ada koko yang berada di sana.
Lagian yang menginap di rumah Asep hanya Aceng dan koko saja, Adi kini sudah beda Tongkrongan, dan sering Mabar di rumah bude nya.
Setelah mereka berbincang-bincang soal Lusi, mereka memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya Koko bangun terlebih dulu, sekitar pukul 6 pagi, akhir- akhir ini Koko selalu bangun pagi, entah mengapa hal itu berubah ketika sudah lulus ini.
Mungkin Koko saat ini sedang memikirkan masa depannya, namun karena Asep membutuhkan bantuannya sehingga koko pun banyak membuang waktunya.
"Sep gua balik" pamit Koko kemudian beranjak ke luar kamar, saat Koko pulang kerumahnya ia memutuskan untuk jalan kaki, karena menurut nya itung- itung sebagai olahraga.
Setelah sampai dirumahnya Koko pun menuju kamar mandi untuk mencuci muka, setelah itu dia menuju dapur dan sarapan.
Setelah sarapan Diri nya, membuka handphone nya dan mencari- cari informasi dan menonton video- video motivasi untuk sukses.
Saat itu Koko sering memainkan game penghasil uang, yang iklan nya begitu banyak dan sambil belajar
Koko tidak tau kalau itu hanya lah sia-sia namun saat itu Koko sangat bersemangat dalam menjalani usahanya, karena pernah melihat sebuah video motivasi yang berisikan 'orang sukses tidak ternilai dari seberapa pendidikan nya, tapi orang sukses tercipta dari seberapa orang itu bertahan dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan sesuatu'.
__ADS_1
Bukan hanya itu tetapi dia juga melihat banyak motivasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman, sehingga dirinya selalu semangat dalam menjalani kehidupan nya.
****