
Keesokan harinya sekitar jam 5 sore Koko pergi mengecek tempat kerja yang di beritahu kan oleh ayahnya.
Sesampainya disana ia pun bertemu dengan boss nya tersebut
"Mau mulai kerja kapan?" Tanya boss nya
"Besok aja om"
"Yaudah gapapa"
Setelah mengecek dan ngobrol-ngobrol sebentar akhirnya Koko sepakat dan besok mulai kerja.
Keesokan nya Koko berangkat sekitar jam 8 pagi bersama ayahnya yang juga ingin bekerja, namun toko belum buka dan terpaksa ia harus menunggu nya sambil bermain ponsel dan asep yang mengetahui Koko bekerja namun tidak pulang menjadi sedikit bimbang, karena Koko lah yang membantu dirinya untuk mendekati Lusi, dan rasanya tidak enak jika bermain tempat Lusi tidak ada Koko.
"Woi kerja dimana lo?" Tanya Asep melalui pesan suara
"Di toko elektronik" balas Koko
"Gak bakal betah nggak lu"
"Ya mangkanya itu di jajal dulu"
Setelah percakapan itu selesai tidak lama kemudian datang seorang wanita yang bekerja di situ juga, dan akhirnya toko pun sudah di buka.
Koko pun sudah tau apa yang harus ia lakukan, Karena kemarin bos udah bicara dengan nya.
Koko merasa deg-degan karena wanita tersebut ternyata masih seumuran dirinya, banyak yang terjadi di antara Koko dan wanita Tersebut, Sehingga membuat Koko kagum, karena wanita itu termasuk tipe Koko yang selama ini dicari namun sayang keesokan dia sudah tidak bekerja lagi karena ada sesuatu.
Koko pun merasa kehilangan karena dirinya belum sempat meminta nomor WhatsApp nya, lalu Koko pun juga Risen dari situ.
Sesampainya dirumah Koko pun langsung tidur.
Disisi lain Asep sedang mengantarkan lusi untuk membeli kaca mata sekaligus mengecek mata Lusi yang minus,
"Mau nyari dimana nong?" Tanya Asep saat di tengah perjalanan
"Di Ramayana aja" jawab Lusi
Lalu Asep pun menambahkan laju motornya dan sekitar empat puluh menit mereka pun sampai dan memarkirkan motornya di tempat parkir.
Asep dan Lusi pun berjalan bersamaan masuk ke dalam
"Dimana tempat nong" tanya Asep
"Coba cari ke atas aja" jawab Lusi
Saat sedang menaiki lift Asep pun tiba-tiba menggenggam tangan Lusi, Asep pun sedikit ragu, Takut kalau Lusi akan melepaskan nya, namun Lusi membiarkan nya.
Kebersamaan itu sangat di nikmati oleh Asep, ia tidak pernah sampai gandengan tangan oleh Lusi sebelum nya ketika sedang pergi kemana- mana.
Asep pun mulai percaya diri, dan ternyata apa yang dikatakan oleh Koko soal perasaan Lusi kepada nya itu tidak bohong.
Akhirnya mereka pun sampai ditempat kacamata minus, disana Lusi mengecek mata nya, dan betapa kagetnya ternyata mata Lusi yang minus menjadi naik.
Setelah memeriksa mata nya dan mengganti kacamata, Asep dan lusi pun pulang
__ADS_1
Saat di tengah perjalanan Lusi pun menangis, lalu Asep pun menenangkan nya.
"Udah gapapa nong, entar aa bantu sampai sembuh" ucap Asep
"Bener ya"
"Iya tenang aja, pasti sembuh"
Lusi pun memeluk pinggang Asep, Asep yang melihat itu pun hatinya semakin berdebar, rasanya ia ingin terbang saat itu juga.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah, dan saat itu kebetulan Koko sedang ke warung sehingga Asep pun tau kalau Koko berhenti bekerja.
"Woi ko, kok balik lu?" Tanya Asep saat di depan rumah Lusi
"Nggak betah gua" jawab Koko jujur
"Yaudah sini ngopi"
"Sabar gua naro ini dulu"
Koko pun masuk ke dalam rumahnya untuk menaruh barang yang tadi di suruh ibunya.
Setelah itu pergi ke rumah Lusi, dan disana sudah ada Lusi dan Asep
"Kok kek abis nangis lu lus?" Tanya Koko yang melihat wajah Lusi seperti habis menangis
"Tadi pas ganti kacamata, pas mata gua di periksa kata nya, minus mata gua naik" jawab Lusi
Koko pun hanya terdiam, lalu Asep pun mengalihkan topik pembicaraan tersebut agar Lusi tidak merasa sedih lag.
"Nggak betah gua, masa karyawan di suruh ngawal boss nya keluar" jawab Koko
"Ngawal gimana maksudnya?"
"Tadi malam kan bos nya mabok, nah dia itu pengen ke cafe karna di ajak kawannya, eh malah ngajak gua, mau nolak gua karyawan dia, padahal di situ posisi gua cape pengen tidur, terus dia juga bilang jangan sampe ke siangan bangunnya, sedangkan semalam aja gua balik pas adzan subuh, jadi gua gak tidurr sama sekali lah, kalo gua tidur pasti kesiangan, ini aja gua baru bangun tidur" ucap Koko panjang lebar menjelaskan kepada Asep dan Lusi
"Ya udah gapapa, entar kalo di pabrik bola nyari orang lagi, gua ngajakin elu" ucap Asep.
"Iyaa, lu kemaren sore kan ketemu gua kan pas ngangkat tv, nah itu kerja an gua" ucap Koko
"Hahah iya tau gua juga"
Mereka pun berbincang- bincang hingga tidak terasa waktu sudah sore, Asep pun memutuskan untuk pulang dan juga Koko.
Koko pun bermain handphone dan ia memulai seperti dulu lagi, Koko kini merasa di lema dengan masa depannya, namun Koko hanya bisa berusaha dan berdoa agar masa depannya bisa sukses.
Koko juga mulai belajar bikin- bikin konten di aplikasi sosial media, tidak ada kata menyerah bagi Koko.
Malam harinya Asep pun seperti biasa maen kerumah Lusi, sesampainya disana dia pun memanggil Koko dan Koko pun menghampiri nya.
"Metis yuk" ucap Lusi
"Mau metis apa?" Tanya Koko
"Nanas aja"
__ADS_1
Lalu Asep yang peka terhadap Lusi pun pergi untuk beli nanas
"Yaudah ayok ko berangkat"
Lalu Koko dan Asep pun berangkat dan setelah sudah membeli nanas mereka pun memulai metis nya.
Asep pun merasa agak senang karena Lusi tidak bersedih lagi, dan dia pun berjanji akan menemani Lusi hingga sembuh dan rencana nya ketika sudah dapat 4 bulan dia ingin pergi ke Jawa.
Setelah mereka selesai metis mereka pun berbincang- bincang
"Nggak kerasa ya bentar lagi puasa" ucap Lusi
"Iya gak nyangka juga udah umur 20 tahun" sahut Koko
"Iya juga ya, tahun ini kita 20" ucap lusi Karena Koko dan Lusi lahir di bulan yang sama dan tahun yang sama, mereka hanya berbeda beberapa hari saja.
"Padahal mah ngerasa nya kek masih kecil" ucap koko
"Sama aja gua geh, tapi kalo liat orang lain mah kek nya dewasa ya" ucap Lusi
"Mangkanya itu gue ge bingung" ucap Koko
"Pernah ngga sih lu mikir ke depan nanti kek mana?" Tanya Lusi
"Ya semua orang pasti mikir kek gitu, tapi tugas kita mah usaha Sama berdoa aja, lagian lu enak cewe tinggal di lamar doang lah gua cowo harus nyari duit yang banyak"
"Hahah jalanin aja sih"
Dan tidak terasa waktu sudah larut malam, Asep dan Koko pun memutuskan untuk pulang, dan Koko menginap di rumah Asep.
Sesampainya dirumah mereka langsung ke kamar, dan Asep menceritakan soal tadi saat dia bergandengan tangan dengan Lusi, dan juga Lusi yang memeluk nya dari belakang.
"Kasian gua mah ko, nangis Lo mah tadi" ucap Asep
"Maen hp terus ge dia nya"
"Ya mangkanya itu sekarang mah gua suruh kuruangin maen hp nya"
"Iyaa, terus aja lu perhatian dia, entar kalo udah waktunya pas, Lo tembak di joglo"
"Okee, temenin gua Lo juga"
"Tenang aja asalkan jangan lupa sama janji Lo mau ngasih gua rokok sepak"
"Iya gampang itu mah"
Setelah itu mereka pun memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya seperti biasa Asep mengantarkan lusi untuk berkerja, dan Koko yang sudah bangun pun memutuskan untuk pulang berjalan kaki, itung- itung olahraga pagi.
Sesampainya dirumah Koko pun makan dan mengerjakan tugas- tugas buat konten, Miko pun kadang- kadang hampir menyerah karena setiap kali dia ngepost pasti sepi, tapi Koko yakin suatu saat bakal ramai, karena pada yang tanam tidak akan di panen esok hari, begitu juga dengan usaha nya, dan selalu yakin suatu dia akan mengangkat derajat orang tua nya, dan membahagiakan orang tua nya, meskipun saat ini Koko selalu di ejek oleh teman- temannya, Koko tidak merasa sakit hati dan justru menganggap nya sebagai motivasi untuk semangat.
Nama nya juga hidup di desa, mau tidak mau pasti akan jadi bahan ejekan ketika kita bermimpi tinggi, tapi Koko akan buktikan kalau suatu saat orang desa juga bisa meraih kesuksesan.
Walaupun kini dirinya di rendahkan, tapi Koko selalu semangat menjalani hari- hari nya meskipun dia kadang- kadang merasa capek.
__ADS_1
Koko juga selalu berdoa ketika sholat, dirinya memang sudah banyak menghabiskan waktu di rumah, paling juga keluar ke tempat Lusi itupun karena ada Asep dan kalau tidak ada Asep di mungkin hanya di rumah saja.