
Seperti biasa setiap malam Asep pergi ke rumah Lusi, saat malam itu Lusi ke pingin makan bakso.
"Mana katanya mau beli bakso?" Tanya Lusi, karena siang tadi memang Asep yang menjanjikan
"Ya udah ayok beli" jawab asep
"Sama si Koko aja tuh, aku males ganti nya"
"Ayok ko beli bakso" ucap Asep mengajak Koko yang sedang bermain ponsel
"Gasken lah" jawab Koko dengan semangat
"Seneng Lo mah kalo soal makanan"
"Ya iyalah, siapa yang gak mau di beliin bakso gratis, ya gak Lusi" ucap Koko tersenyum kepada Lusi
"Yoi lah" sahut Lusi
Lalu Koko dan Asep pun beranjak dan pergi membeli bakso, namun saat di pertengahan jalan Lusi mengirim pesan kepada Koko
'kalo ada sama empek-empek nya ya'
Lalu Koko pun memberitahu Asep
"Sep si Lusi minta empek-empek juga"
"Iya siap gitu"
Setelah membeli bakso Mereka pun mencari empek-empek, dan tidak lama kemudian mereka pun menemukan penjual nya, Koko pun turun dan menanyakan
"Mba masih ada empek-empek nya nggak?"
"Udah abis mass"
Lalu Koko pun kembali menaiki motor dan mencari di tempat lain.
Agak susah memang mencari nya, mungkin karena sudah malam, jadi sudah jarang yang menjualnya ataupun sudah habis.
Tapi mereka pun tetap mencari, apa lagi Asep yang sangat bersemangat karena itu semua demi Lusi, Asep merasa senang karena kini hubungan dengan Lusi cukup dekat, tidak seperti dulu yang dekat tapi hanya sebatas friendzone.
Koko selalu memberikan informasi soal perasaan Lusi, karena itu lah dia merasa senang, apa lagi mengetahui Lusi yang kata nya mulai merasa nyaman dengannya.
Memang sudah 3 tahun Asep berjuang untuk nya, namun baru kali ini dia bisa mengetahui perasaan Lusi, itu pun karena bantuan dari Koko dan juga Aceng.
Sekitar 20 menit mereka menemukan penjual nya, dan ternyata masih ada
"Beli 20 ribu om" ucap Asep kepada penjual empek-empek tersebut
Lalu mereka pun menunggu nya, karena harus di goreng terlebih dahulu, dan tidak lama kemudian empek-empek pun sudah siap
Setelah itu mereka pun kembali ke rumah Lusi dan sekitar 30 menit mereka pun sudah sampai.
"Kok lama banget lah?" Tanya Lusi
"Susah anjir nyarinya" jawab Koko
"Emang yang tempat biasa nya nggak ada?"
"Udah abis"
Setelah Lusi pun pergi ke dapur untuk mengambil mangkok,
"Ayo ko bantuin ngambil mangkok" ucap Lusi
"Okee" sahut Koko kemudian mengikuti nya dibelakang
Setelah semua sudah di taro di mangkok, tidak lupa juga Lusi memberikan kepada ibunya yang sedang menonton tv.
__ADS_1
Mereka pun menikmati nya, dan tidak lama kemudian mereka pun selesai, setelah itu mereka pun berbincang-bincang
"Kapan nih Weh bisa jalan-jalan lagi?" Tanya Lusi
"Mau jalan- jalan kemana geh?" Jawab Koko
"Laut lah, ke Marina aja kayak pas itu"
"Mau siapa aja, sekarang dia orang aja sibuk kerja semua" ucap Koko
"Bagian nya si Adi Tah nggak papa" ucap Lusi
"Iya kalo dia orang mau" sahut Asep
"Ya mangkanya itu di ajakin dulu" sahut Lusi
"Ya udah gampang masalah itu mah, yang penting itu mau kapan?" tanya Asep
"Abis lebaran aja" ucap Lusi
"Masih lama juga" ucap Koko
"Ya kan gua ngajakin doang" ucap Lusi
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba- tiba datang Aceng
"Wih ada yang ngapelin geh nggak di sediain kopi nong- nong" ucap Asep saat masuk ke dalam dan duduk bersama mereka
"Mau di bikinin kopi tapi cuma ada kopi item, mana mau dia sama kopi item" ucap lusi
"Ngotak Amad geh lu nggak suka kopi item" ucap Aceng yang berada di samping Asep
"Kan dari dulu mah gua Emang gak suka" sahut Asep
Lalu Aceng pun bertanya lagi dengan tangannya yang mengambil sebuah empek-empek yang tadi mereka beli
"Singkong goreng, ya lu liat jelas- jelas empek-empek" ucap Asep
"Tau ya, kalo mau makan mah makan aja Ceng" sahut Koko
Aceng pun hanya nyengir sambil memakan empek- empek tersebut
Setelah selesai makan empek- empek Aceng pun meledek Lusi dengan Asep, namun Asep hanya diam saja karena malu.
Jadi hanya Aceng yang selalu nyerocos kepada Lusi, itu lah Aceng ketika membantu Asep lebih dekat kepada Lusi, hal itu membuat Asep malu namun dalam hatinya mah berbunga- bunga dan juga senang
Tanpa bantuan dari Koko dan Aceng mungkin Asep tidak akan dekat seperti ini, Aceng membantu Asep dengan cara ketika dia sedang bersama Lusi, seperti menggoda Lusi dengan nya, hal tersebut juga di sampaikan oleh Aceng ke orang tua Lusi, karena memang orang tua Lusi sudah merestui Asep jika memang mau berpacaran dengan Lusi dan tugas Koko mencari info tentang perasaan Lusi kepada nya.
Tidak terasa waktu pun larut malam, dan setelah selesai berbincang-bincang Asep memutuskan untuk pulang, dan Koko dan Asep menginap di rumahnya.
Koko dan Aceng pun saat sedang berkumpul di rumah Asep, selalu memberikan petunjuk kepada Asep agar tidak melakukan kesalahan.
Karena bagaimana pun Asep tidak pernah mendekati seorang wanita sebelum nya.
Asep memang sudah menyukai Lusi sejak dulu, alasan Asep menyukai Lusi adalah karena dulu oom nya dan teteh nya Lusi sempat hampir menikah, namun teteh nya Lusi menolak karena tidak mau jauh- jauh dari orangtua karena oom nya Asep tinggal di Palembang.
Maka dari itu Asep ingin melakukan hal yang sama seperti oom nya tersebut, Sehingga membuat Asep selalu berjuang untuk mendapatkan Lusi.
Tapi cinta nya itu rumit karena satu desa, maka dari itu lah Asep diam- diam, agar tidak ada omongan yang tidak enak lagi, Karena waktu itu ada omongan dari seseorang kepada Lusi sehingga membuat Asep dan Lusi berjauhan.
**
"Inget si Lusi udah mulai ada perasaan sama lu, jadi sekarang tinggal gimana caranya lu nembak dia" ucap Koko saat di kamar bersama Asep dan Aceng
"Iya sep bener kata si Koko, tapi kalo menurut gua lu berjuang aja dulu" tambah Aceng
"Iya gua juga tau, dan gua yakin kali ini mah berhasil, dan lu orang juga harus lebih gesit ngebantuin nya" ucap Asep
__ADS_1
"Gampang itu mah" sahut Koko
"Lu juga jangan lupa berdoa biar Lusi nggak kecantol orang lain lagi, dan supaya di permudahkan juga, karena kisah cinta lu ini rumit" saran Aceng
"Iyaa" jawab asep
Lalu satu persatu mereka pun tidur.
Keesokan paginya Asep pun mengantarkan lusi Bekerja,
"Sep nanti hari Minggu anterin nyari kacamata ya" ucap Lusi
"Iya siap, entar di anterin"
"Okee".
Lusi sudah lama tidak mengganti kaca mata minus nya, Lusi memiliki rabun jauh karena dulu dia sering bermain berlebihan.
Awal waktu kena Lusi merasa sedih dan menyesal tapi saat ini sudah terbiasa.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di toko parfum tempat Lusi Bekerja dan hari Minggu nanti tepat sebulan dia kerja disana
Lalu Asep pun kembali ke rumah nya dan ketika sampai hanya ada Koko dirumah nya,
Lalu Asep pun membangunkan Koko
"Ko mau pulang nggak Lo?"
Koko pun mendengar suara Asep, dan langsung bangun "mau lah"
Lalu Asep pun mengantar kan Koko pulang.
Koko yang sampai di rumahnya pun seperti biasa mandi, makan dan membuka handphone nya.
Waktu pun berlalu hingga waktu sore, saat itu ayah Koko pulang bekerja
"Ko mau kerja nggak kamu" ucap ayah nya koko
"Dimana?" Tanya Koko yang saat itu sedang bermain ponsel
"Di toko elektronik, tadi kak Bohari nyari, kalo kamu mau bapak bilangin sama kak Bohari"
"Yaudah mau"
"Tapi nginep kerja nya"
Koko pun berpikir sejenak, "Yaudah gapapa"
"Yaudah entar dibilangin".
Saat itu ibunya Koko yang sedang memasak pun mendengar percakapan nya
"Kerja dimana pak?" Tanya ibunya menghampiri ayahnya yang duduk dikursi depan
"Elektronik Slamet, Bohari tadi nyari"
"Kapan?"
"Iya entar ini lagi di telpon"
Ayah Koko pun menelpon temannya dan Mengabarkan kalo anaknya Koko itu mau kerja.
Koko yang sedang bermain handphone pun sempat berpikir apakah dia bakal betah? Karena kerjanya menginap, sedangkan Koko tidak pernah jauh dari orangtua nya.
Tapi Koko ingin mencoba nya dulu, dan siapa tau dari situ dirinya bisa belajar mandiri.
****
__ADS_1