Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri

Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri
Bab 22


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Asep sering ke rumah Lusi, dia selalu membelikan makanan dan mengajak Lusi pergi jalan-jalan, Setiap hari kadang- kadang Asep sering mengantarkan nya berkerja.


Karena Koko merasa ke dua nya sudah sama- sama suka, Koko pun menyarankan untuk menembak Lusi.


"Udah tembak si Lusi, pasti dia mau, jangan kelamaan nanti di ambil orang nangis lagi Lo" ucap Koko saat sedang duduk dirumahnya dan disitu ada Asep


"Grogi gua ko, gimana caranya, gua baru pertama kali nembak cewek" ucap Asep


"Lu liat aja di YouTube, hahaha" saran Koko sambil terkekeh kecil


"Hahah serius sih elu ini malah becanda"


"Ya emang serius, lu liat YouTube aja, nah nanti malam kan malam Minggu, lu ajakin dia keluar gitu"


"Yaudah gua chat dulu ya"


Lalu Asep mengirim pesan kepada Lusi


'lus, gua mau ngomong sesuatu'


'ngomong aja' balas Lusi


'entar malam aja di luar sambil makan- makan'


'yaudah oke'


Lalu Asep Koko ngobrol lagi dengan Koko


"Lu ikut ya ko" ajak Asep


"Ya elu berdua aja lah aneh lu ini"


"Udah sih ikut aja nemenin gua, grogi gua"


"Yaudah roko tapi ya sebungkus"


"Iya tenang aja"


Lalu Asep pun memutuskan untuk pulang, setelah dirumahnya Asep pun berpikir bagaimana nanti malam bicara terhadap Lusi, lalu ia pun mengikuti saran Koko untuk menonton tutorial dari yutub,


Beberapa jam kemudian akhirnya dia paham harus bagaimana, walaupun dirinya agak sedikit grogi tapi mau tidak mau dia harus berani, karena memang ini yang ia inginkan selama ini.


Meskipun ini pangalaman pertama bagi dirinya untuk mengungkapkan perasaan nya langsung depan Lusi.


Malam harinya sekitar pukul setengah tujuh Asep pun kerumah Lusi, Koko dan Lusi pun sudah siap- siap, mereka pun berangkat menuju cafe, Koko ikut untuk menemani Asep mengungkapkan perasaan supaya Asep tidak terlalu gugup saat berbicara.


Sesampainya di cafe yang mereka tuju, Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di kursi


"Mau pesen apa?" Tanya Asep

__ADS_1


"Ayam bakar aja" jawab Lusi


"Elu ko?"


"Ngikut aja"


"Oke"


Lalu Asep pun memesan makanan dan tidak lama kemudian makanan pun datang, lalu Meraka pun menikmati makanan nya, setelah selesai makan mereka pun ngobrol.


Koko selalu menyuruh Asep untuk ngobrol ber dua, namun Asep terus merasa malu, lalu Koko pun mengajak Asep keluar sebentar


"Udah ngomong ini kesempatan elu, jangan sia- siain kesempatan ini, kalo lu nggak ngungkapin sekarang elu bakal kehilangan Lusi" ucap Koko


"Grogi gua ko mau ngomong nya"


"Tinggal ngomong aja apa susah nya sih, kan udah pasti di terima" ucap Koko kesal


"Ya udah iya"


"Entar gua duduk nya misah"


Lalu Koko dan Asep masuk lagi kedalam,


Saat itu Lusi sudah bisa menebak kalau Asep akan mengungkap perasaan nya, Lusi tau dari Koko, dan Lusi pun bilang ke Koko akan menerima Asep kalau dia mau ngomong langsung depan nya.


Lalu Koko pun memisahkan diri dan duduk di meja yang tak jauh dari Lusi dan Asep, namun tetap tidak mendengar percakapan mereka berdua.


"Nong gua mau ngomong sesuatu" ucap Asep cengengesan


"Ngomong aja" jawab Lusi yang sedikit malu


"Sebenarnya mah nong, gua ini udah nunggu lu selama 3 tahun"


"Iyaa gua juga tau, dan gua paham sama maksud elu, kalo emang mau kita jalanin aja dulu" ucap Lusi


"Iya udah kita jalanin aja dulu"


Lusi pun hanya tersenyum dan Asep terus cengar-cengir, Karena saat itu Asep memang sangat grogi dan gugup, bukan Karena takut di tolak, tapi karena ini memang pengalaman pertama nya dalam mengungkapkan perasaan kepada seorang wanita di depannya langsung.


Namun karena bantuan dari Aceng dan Koko, dirinya pun berani mengungkapkan hal tersebut, meski grogi dan gugup selalu ada di dirinya.


Dan ketika mendengar jawaban dari lusi, Asep begitu senang, dan akhirnya dirinya bisa mendapatkan Lusi, dan perjuangan nya selama ini tidak sia-sia, meski harus menahan sakit dan sabar beberapa tahun terakhir ini.


Lalu Koko pun kembali ke tempat duduk dimana Asep dan Lusi sedang berbicara,


"Pulang yuk" ucap Koko, karena Koko juga penasaran apa yang dikatakan oleh Lusi saat sedang mengobrol dengan Asep tadi.


"Ya udah ayok pulang" jawab Lusi

__ADS_1


Asep pun pergi ke kasir untuk membayar, dan dia juga memesan makanan di bungkus untuk di ibunya Lusi.


Setelah Asep kembali mereka pun berjalan keluar dan pergi menuju rumah Lusi.


15 menit kemudian mereka pun sampai, setelah itu Asep dan Koko duduk di kursi ruang tamu di rumah Lusi.


Saat Lusi sedang ke kamar Koko pun bertanya kepada Asep


"Gimana di terima nggak?" Tanya Koko dengan suara agak pelan


Asep pun tersenyum "di terima, tapi katanya jalanin aja dulu"


"Berarti dia masih mau liat perjuangan elu, jadi elu jangan sampe buat kesalahan, pokoknya lu harus buktiin ke dia kalo lu itu benar-benar serius sama dia"


"Iyaa gua juga tau"


Mereka pun berhenti berbicara ketika lusi menghampiri mereka dan duduk.


"Beli kopi sana ko" ucap Asep


"Sama cemilan geh"


"Iyaa nih duitnya" ucap Asep menyodorkan uangnya


"Ayo Lus ikut nggak?" Ajak Koko


"Ikut lah"


Lalu Lusi dan Koko pun pergi kewarung, dan saat di tengah perjalanan Koko pun bertanya kepada Lusi


"Bilang apa aja tadi si Asep lus?" Tanya Koko, meski dirinya sudah tau namun ia harus pura- pura tidak tau, karena Koko ibarat penengah di antar Asep dan juga Lusi


"Katanya geh dia udah nunggu gua selama 3 tahun, terus dia ngungkapin perasan nya ke gua" jawab Lusi


"Terus lu terima nggak?"


"Gua bilang jalanin aja dulu"


"Lah kenapa?"


"Ya gua masih mau liat dia ke depannya gimana, gua takutnya kalo udah bener-bener jadian, dia malah nyakitin gua lagi"


Koko pun mengangguk, Koko mengerti apa maksud Lusi.


Lusi sudah sering kali berpacaran, dan dia selalu di sakiti, mungkin dia merasa trauma dengan masa lalunya, mangkanya dia masih ingin melihat Asep ke depannya gimana, ya walaupun sudah jelas kalau perjuangan Asep begitu besar.


Tapi bagaimana lagi, itu semua keputusan Lusi, yang penting sekarang Koko sudah merasa kalau dia bisa membantu Asep mendapatkan Lusi, dan Koko akan menagih janji Asep.


Di sisi lain Asep merasa bimbang, entah mengapa, dia merasa bingung saja harus bahagia atau gimana, walaupun dia sudah mengungkapkan perasaan nya, tapi dia masih belum puas dengan jawaban Lusi.

__ADS_1


Bersambung!


****


__ADS_2