
Setelah Ayah Lusi pulang dari rumah sakit kemarin, Alhamdulillah Hari demi hari ayah Lusi sudah membaik dan kini semua berjalan seperti biasa nya, Dan banyak juga tetangga yang melihat keadaan ayah Lusi yang sudah membaik.
Namun sekitar satu bulan ayah Lusi memutuskan untuk berkerja, padahal saat itu kondisi nya belum benar- benar pulih.
Ayah Lusi memutuskan untuk bekerja karena merasa kasian kepada anak laki- laki nya yang harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu babeh, apalagi saat dia dirawat dirumah sakit waktu itu, dan dia juga mengetahui Lusi yang berhenti bekerja untuk mengurus dirinya sehingga ayah Lusi merasa tidak enak jika harus berlama-lama dirumah saja apalagi ia merupakan tulang punggung keluarga.
Keesokan paginya ayah Lusi sudah mulai bekerja, ayah Lusi berkerja sebagai penggali sumur dan itu lah yang mungkin menyebabkan penyakit tersebut.
"Pak mau kerja Tah?" Tanya babeh saat itu yang hendak berangkat kerja
"Iyaa nak, kasian kamu nya kalo harus nyari duit sendirian" jawab ayah nya
"Tapi bapak udah bener- bener sehat belum? Kalau masih ngerasa sakit lebih baik bapak dirumah aja dulu sampe bener-bener sehat".
"Tenang aja bapak udah sehat kok"
"Yaudah kalo bapak mau nya begitu, babeh berangkat kerja dulu ya" ucap babeh yang berpamitan kepada ayah nya lalu berangkat bekerja.
Sedangkan Lusi masih menganggur dan dia pun sedang mencari-cari pekerjaan
"Ada loker ga Mel?" Tanya Lusi kepada Amel yang merupakan temannya melalui pesan singkat di WhatsApp
Dan tidak lama pun Amel membalas nya "Belum ada lus"
"Entar kalo ada kabarin ya"
"Iya selow aja pasti gua kabarin".
Bukan hanya Amel tetapi juga dengan semua teman- temannya yang ia tanyai soal lowongan pekerjaan, namun jawabannya sama seperti Amel tadi.
'susah juga ya nyari kerjaan, tapi gapapa deh pasti nanti juga dapet, intinya aku harus tetap berusaha dan bersabar' Lusi yang mengobrol dengan dirinya sendiri.
Waktu pun berlalu hingga waktu sore, ayah Lusi yang sudah pulang kerja pun nampak biasa-biasa saja dan Lusi yang melihat ayah nya itu pun bersyukur.
"Bapak nggak kenapa-kenapa kan? Ngerasa sakit lagi apa enggak?" tanya Lusi saat sedang mengobrol diruang tengah sambil menonton tv
"Enggak Kok nong, malah ngerasa sehat kok" jawab ayahnya sambil tersenyum
"Ya udah Alhamdulillah kalo gitu" ucap Lusi.
***
"Ko Dimana Lo?, Lagi Mabar nggak?" Tanya Asep melalui pesan suara
"Dirumah, Lagi enggak, ngapa geh emangnya?" Koko membalas
"Anterin gua yok ngambil uang dikarang Anyar nanti gua beliin rokok"
"Yaudah susul"
__ADS_1
"Okee gua otw"
Tidak lama kemudian Asep pun sampai dirumah koko, lalu mereka pun pergi menuju bank untuk mengambil uang.
Asep sering di transfer oleh ayah nya setiap bulan, ayah nya Asep bekerja dibengkel mobil dan tidak bisa pulang kerumah, pulang kerumah pun kalau ada hal-hal penting saja mangkanya itu Asep selalu dikirimi uang.
Karena Asep adalah kesayangan karena dia anak laki-laki semata wayang, dia memiliki dua saudara namun semuanya perempuan, lagi pula hanya Asep yang kekurangan pendidikan sehingga ayah nya sangat sayang kepadanya.
Setelah selesai mengambil uang, Asep pun mampir ke warung terlebih dahulu untuk membeli rokok untuk Koko, setelah itu Asep mengantarkan pulang Koko kerumahnya
"Tadi kek nya gua ngeliat ayah nya Lusi kerja, emang nya udah sehat ko?" Tanya Asep saat menuju pulang
"Udah kali, buktinya udah kerja lagi" jawab Koko
"Ya bagus lah"
Lalu mereka pun sampai dirumah Koko, setelah itu Asep pun memutuskan untuk langsung pulang saja.
**
Keesokan harinya sekitar pukul dua siang tiba-tiba ayah Lusi pulang saat itu di antarkan oleh rekan kerjanya, Lusi yang tau ayah nya sudah pulang pun mendadak panik karena jam masih siang tapi ayah nya tiba-tiba sudah pulang.
"Kenapa pak?" Tanya Lusi khawatir dan saat itu dia berlari menghampiri ayah nya yang di bopong oleh rekan kerjanya ke dalam rumah
"Ini tiba-tiba kata nya ngerasa sakit pala" jawab rekan kerjanya
"Kalau gitu saya langsung ya" ucap rekan kerja nya ayah Lusi
"Makasih ya om" ucap Lusi
"Iya sama-sama".
Lalu Lusi pun menghampiri ayahnya dikamar
"Bapak kenapa? Kan Lusi udah bilang kalau masih sakit jangan kerja dulu" ucap Lusi
"Bapak juga nggak tau, kemarin mah ngerasa sehat-sehat aja tapi tadi tiba-tiba kepala bapak pusing"
"Kalau gitu bapak istirahat aja dulu" ucap Lusi lalu beranjak dari sana dan membiarkan ayah nya itu istirahat.
"Bapak gimana itu Mak?" Tanya Lusi yang sudah berada diruang tamu bersama ibu nya
"Doain aja semoga nanti nggak kenapa-kenapa" jawab ibunya
"Lusi takutnya bapak kumat lagi Mak, kan kata dokter bapak belum boleh kerja dulu, selama bapak belum benar-benar pulih"
"Iya emak juga tau, tapi mau gimana lagi, ngelarang bapak kamu nggak mungkin juga kan? Itu kan kemauan dia, tau sendiri bapakmu nggak bisa dilarang, jadi sekarang doain aja semoga nggak kenapa-kenapa".
**
__ADS_1
Sekitar pukul tujuh malam ayah Lusi mendadak panas dingin, ibu nya Lusi yang melihat itu pun khawatir memanggil Lusi dan babeh setelah itu mereka pun memutuskan untuk membawa ayah itu kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit babeh pun menghubungi kakak-kakaknya.
Tidak lama kemudian kakak-kakaknya pun datang
"Kenapa lagi bapak beh?" Tanya salah satu kakaknya
"Nggak tau babeh geh, tau-tau Abah udah panas dingin sama ngeluh sakit kepala" jawab babeh
Lalu dokter pun datang untuk memeriksa ayah babeh
"Mohon tunggu diluar dulu ya" ucap dokter
Lalu mereka pun menunggu diluar ruangan, dan tidak lupa juga doa yang tidak pernah terputus-putus dipanjatkan oleh mereka.
Tidak lama kemudian Dokter pun keluar dan berbicara kepada mereka
"Maaf sebelum nya, dengan berat hati saya mengatakan bahwa bapak Adi penyakit nya kambuh lagi dan harus dirawat untuk beberapa waktu"
"Tapi ayah saya nggak akan kenapa-kenapa kan dok?" Tanya babeh
"Insyaallah tidak apa-apa, Yasudah kalau begitu kalian bisa masuk, saya tinggal dulu ya"
"Iya dok terimakasih" ucap Lusi
"Iya sama-sama" ucap dokter tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka
Setelah itu mereka pun berganti-gantian untuk masuk ke dalam ruangan tersebut untuk melihat keadaan ayah nya.
Ayah Lusi pun harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa waktu ke depannya dan diperbolehkan pulang jika sudah membaik.
Lalu babeh serta kakak-kakaknya pun memutuskan untuk pulang, karena babeh yang harus bekerja dan kakak-kakaknya yang harus mengurus keluarga nya.
"Beh besok pagi mampir ke rumah sakit dulu ya, terus bawain baju ganti bapak sama emak" ucap ibunya saat babeh Hendak pulang
"Iyaa Mak" jawab babeh
"Kalo nggak Lusi ikut pulang dulu aja, biar besok kakak babeh nggak kerepotan" ucap Lusi
"Yaudah kalo gitu" ucap ibunya yang menyetujui.
Lalu mereka pun berpamitan dan bergegas meninggalkan rumah sakit dan kemudian pulang.
Sesampainya dirumah Lusi dan babeh pun memutuskan langsung tidur dan sekitar pukul tiga pagi Lusi pun bangun karena ia ingin melaksanakan sholat tahajud, Lusi pun beranjak dari tempat tidur nya, lalu ia menuju kamar mandi untuk berwudhu.
Setelah memakai mukena dan menggelar sajadah ia pun melaksanakan sholatnya dan setelah selesai ia pun berdoa untuk kesembuhan ayahnya yang kini sedang dirawat dirumah sakit lagi.
****
__ADS_1