Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri

Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri
Bab 26 Aktivitas Harian


__ADS_3

"Istriku lagu apa kok cantik banget sih" ucap Asep ceria setelah keluar dari kamar mandi dan mendapati Lusi sedang menyiapkan makan malam untuk nya.


"Masak.." jawab Lusi lembut sambil menumis sayuran.


"Jangan pake cabe ya" ucap Asep lalu memeluk Lusi dengan manja dari belakang


"Mas, tunggu dulu ya, sekalian abis isya" ucap Lusi begitu Asep merangkulnya


Asep langsung membanting dirinya sendiri ke samping dan memunggungi Lusi, "Arghhh!"


Geram Asep kesal karena masih harus menunggu hampir satu jam lagi.


"Kita sholat isya duluan aja yuk!" Ajak Asep


Lusi langsung mendelik mendengar ajakan Asep yang tidak sabaran.


"Yaudah gak jadi bikin sambel.." ucap Lusi terus memasak sambil membiarkan suaminya bermanja-manja.


Ini kali ke dua Asep jadi sangat ceria, sama seperti hari dimana ke duanya sah menikah secara agama, tapi kali ini dua kali lipat lebih ceria, di tambah manja juga.


Dulu Asep mengira tidak akan berubah kalau menikah dan merasakan nikmatnya surga, tapi ternyata salah, begitu ia sudah mencoba kenikmatan dari istrinya, Asep sudah tidak mau lepas dari nya.


"Aku bantuin ya biar cepat, biar gak terlalu capek kamu nya" ucap Asep sambil mengecup kening Lusi.


"Ga usah, ini udah mau selesai" jawab Lusi sambil mematikan kompor nya.


Asep langsung duduk manis sambil memperhatikan Lusi, senyum sumringah nya juga tak kunjung hilang, chating pesanan rice bowl tak di gubris apa lagi ajakan Mabar dari teman- teman tongkrongan nya, pokoknya Asep hanya ingin menemani Lusi dan minta jatah lagi.


"Ceria banget ku mas" ucap Lusi sambil mengambil kan nasi dan lauk untuk Asep


Asep mengangguk sambil tersenyum sumringah, "keliatan banget ya kalo aku lagi seneng" tanya Asep tidak tau diri.


Lusi tertawa kecil mendengar pertanyaan Asep


"Oh iya boothnya jadi bikin?" Tanya Lusi


Asep mengangguk, "nanti udah aku urus sama papa, kamu tinggal masak aja, papa dah kasih tempat yang oke di pasar satu sama depan mini market satu..." Jawab asep


"Banyak banget"


"Yang dipasar kecil, kayak meja doang, kalo di mini market gede, bagus warna merah, jadi orang- orang bisa lihat"

__ADS_1


"Sewa di mini market papa tu berapa bulan?" Tanya Lusi


"Gak disewa, ngapain di sewa, itu papa kasih buat kamu, papa modalin kita"


Lusi menghela nafas lalu tersenyum, "tapi harus tetap kita hitung, masuk ke modal, kan kalo balik modalnya gede bisa bikin stand booth lagi" jelas Lusi


Asep mengangguk paham, "nanti aku tanya papa ya, tapi kalo belum naik biasanya sebulan empat juta, minimarket papa kan strategis"


"Buat kemasannya yang kemarin udah jadi di bikin?"


Asep mengangguk, "udah"


Asep dan Lusi mencoba membuat usaha, yang di modalkan oleh ayah asep.


**


"Nonton film lagi yuk!" Ajak Asep yang bingung cari modus agar bisa minta jatah lagi.


"Film apa?" Tanya Lusi yang ikut duduk disamping Asep


"365 days Gimana?" Ucap Asep


Lusi langsung menahan tawa paham kemana arah modus yang akan dilakukan suaminya.


"Mau nonton film, apa nonton film nih?" Goda Lusi kepada Asep


Asep langsung nyengir, "hihih, iya aku mau kayak tadi lagi, tapi kan habis makan jadi nunggu makanannya di cerna sambil nonton gitu maksudnya" ucap Asep malu malu.


*


"Sayang..." Panggil Asep karena tidak merasakan keberadaan Lusi dalam pelukan nya atau di atas tempat tidurnya.


"Lusi?" Panggil Asep lagi yang sama sekali tidak tanggapan


"Sayangg!! Lusi!!" Asep langsung bangun dengan panik


"Baru mau di bangunin" ucap Lusi yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah mandi keramas Duluan sebelum Asep bangun.


"Kamu kok udah bangun duluan, mau ngapain..." Tanya Asep lalu mencium bibir Lusi sebagai morning kissnya.


"Tadi ada yang nelpon, kata nya mau pesan dua buat lauk anaknya, jadi aku bangun dan nyiapin pesanan nya, nanti kamu yang anterin ya" ucap Lusi sambil memeluk Asep sebentar sebelum lanjut beraktivitas.

__ADS_1


Asep mengangguk lalu mandi sementara Lusi sibuk di dapur, Asep kesal sekali, seharusnya ia mematikan ponselnya saja kemarin, jadi ia bisa bercinta lagi dengan Lusi dari pagi sampai siang.


Tapi mau bagaimana lagi, Lusi sudah terlanjur menanggapi pesanan tetangganya, mau tidak mau Asep harus bangun dan ikut beraktivitas normal.


"Nanti sekalian cukur dong..." Ucap Lusi yang melihat Asep dengan wajah cemberut duduk di meja makan


"Yang mana yang mau di cukur?" Tanya Asep yang masih BT.


"Rambut dong sayangku, itu dah panjang" jawab Lusi menanak nasi lalu mengelap tangan nya yang basah sebelum memeluk suaminya yang lagi bad mood, "kenapa cemberut?" Tanya Lusi


"Aku sebel kamu juala, aku kan masih pengen lagi sampe nanti siang" keluh Asep sebal


Lusi tertawa mendengar keluhan Asep, Lusi kira Asep tidak bisa manja kepada nya seperti ini


"Kan bisa abis sholat isya lagi kayak kemarin" jawab Lusi


"Hari ini kamu juga ada janji sama siapa itu temanmu yang mau bantu kita jualan" sambung Lusi.


"Iya deh, tapi aku pengen cukur nya ditemani sama kamu" ucap Asep lalu melebarkan tangan nya untuk memeluk Lusi


"Yaudah iya" jawab Lusi lembut.


Lalu Asep pun mengantarkan pesanan setelah itu dia bertemu temannya yang mau membantu nya jualan, sebenarnya Asep dan Lusi ingin mengajak Koko, namun kata nya Koko sudah bekerja dan sekarang ini dia sibuk dengan urusan sendiri.


Setelah bertemu temannya ia pun langsung pulang ke rumah, entah mengapa sejak Asep sudah menikah dengan Lusi, ia ingin selalu berada di rumah.


"Sayang aku pulang" ucap Asep saat masuk rumah


"Iyaa sayang" jawab Lusi lalu mengecup punggung tangan suaminya itu.


"Jadi nganterin aku cukur nggak?" Tanya Asep


"Yaudah Ayuk, sekalian aku mau beli cemilan"


Jawab Lusi


Lalu mereka berdua pun pergi untuk mencukur rambut Asep, setelah cukur, Asep dan Lusi mampir ke minimarket untuk membeli cemilan, setelah itu barulah mereka pulang ke rumah.


Asep dan Lusi merasa sangat bahagia, awalnya Lusi tidak menyangka kalau menikah dengan Asep akan sebahagia ini, dulu pas mereka masih pacaran dia sering mendengar omongan-omongan orang yang tak enak didengar oleh nya, sehingga ia sempat ingin menjauh dari Asep.


Namun ini lah takdir, seberapa pun rintangan nya, dan sebesar apa pun ujian nya, kalau sudah di takdir kan bersama, maka akan bersama, meskipun cinta mereka itu terbilang aneh, karena satu desa sendiri.

__ADS_1


Mereka berdua juga sempat berterima kasih kepada Aceng dan Koko yang membantu mereka untuk dekat, jika tidak ada mereka mungkin Asep dan Lusi saat ini tidak akan bersama.


__ADS_2