
**
Beberapa Hari kemudian Asep pun mulai belajar untuk berfikir dewasa, saat ini sadar bahwa setiap hubungan harus saling percaya dan tidak boleh ada kecurigaan yang belum tentu benar.
Asep pun sudah meminta maaf atas kesalahan nya terhadap Lusi, dan Lusi pun memaafkan nya, kini hubungan mereka kembali seperti biasa.
Saat itu Asep sedang berada di rumah Lusi, seperti biasa mereka hanya bertiga, saat itu sedang duduk di kursi ruang tamu
"Udah cepet-cepet lamar, bilang ke emak kamu sep" ucap ibunya Lusi
Asep pun agak sedikit kaget dengan perkataan ibunya Lusi, "iya Bu, entar di bilangin sama Asep"
"Bener tuh, lebih cepat lebih baik" sahut Koko sambil terkekeh kecil
Lusi pun merasa malu dan diri nya hanya bisa berdiam diri saja.
"Aduh tiba- tiba gini di suruh ngelamar" seru Asep dalam hati.
Sebenarnya Asep merasa senang, namun dia agak sedikit bingung untuk berbicara kepada orang tua nya, tapi dia juga harus berani karena ini memang sudah takdir nya.
Waktu pun sudah larut malam, Asep dan Koko pun pulang ke rumahnya masing-masing.
Sesampainya dirumah Asep pun sedang berfikir bagaimana cara nya agak besok dia bicara kepada ibunya soal dia yang ingin melamar Lusi.
Setelah ia berfikir matang- Matang ia pun sudah mantap dengan pilihan nya serta ia benar-benar akan bicara kepada orang tua nya untuk melamar Lusi, lalu Asep pun memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya, saat ibu dan ayahnya sedang Sarapan Asep pun berbicara kepada orang tua nya.
"Ma, Pa, Asep mau ngelamar Lusi" ucap Asep dengan mantap
"Yakin? Udah di pikirin Mateng- Mateng belum?" Sahut ayah nya
"Udah pa, Asep sangat yakin dengan keputusan Asep"
"Yaudah kalo emang itu mau Asep, mama setuju" ucap ibu nya
"Papa juga Setuju"
"Jadi mau kapan?" Tanya Asep
__ADS_1
"Besok malam" jawab papa nya.
Setelah berbicara Asep pun pergi menuju kamar, ia pun membuka handphone nya lalu mengirim pesan kepada Lusi,
"Aku udah bilang sama mama dan papa ku, insyaallah besok malam aku akan ngelamar kamu"
Lusi pun membalas, "iya, entar aku sampein ke ibu"
"Yaudah kalo gitu"
"Iyaa".
Lusi pun memberitahu kepada ibunya dan kakak- kakanya, kalau besok malam Asep akan datang untuk melamar dirinya.
Pihak dari keluarga Lusi pun setuju dan begitu juga dengan keluarga Asep.
Berita soal Asep ingin melamar Lusi pun sudah tersebar di kampung nya, ada yang suka dan mendukung, lalu ada juga yang tidak suka dan menjadikan nya gosip.
Hal itu memang pasti menjadi pembicaraan orang- orang di desanya tersebut, karena Asep dan Lusi merupakan satu kampung.
Tapi hal itu tidak masalah, karna bagi Asep dan Luis mungkin memang sudah takdir nya jodoh.
**
Dirumah Lusi pun sudah kumpul banyak orang yaitu keluarga Lusi dan juga tetangga nya.
Setelah sampai di rumah Lusi, keluarga nya pun masuk ke dalam, dan disana pembicaraan pun di mulai.
"Saya kesini karena ingin melamar Lusi untuk anak saya" ucap ayah nya Asep terhadap ibu nya Lusi
"Kalau saya terserah anak nya aja pak" jawab ibunya Lusi
Ayah Asep pun bertanya kepada lusi, "bagaimana nak? Kamu mau menerima lamaran ini dan menikah dengan Asep?"
Tanpa ragu Lusi pun menjawab, "iya saya mau om"
"Alhamdulillah" ucap keluarga Asep bersamaan.
Lalu Asep pun memasang kan cincin kepada Lusi, dan begitu pun sebaliknya Lusi memakai kan cincin kepada Asep.
__ADS_1
Setelah itu dari pihak keluarga Asep dan Lusi pun merencanakan tanggal pernikahan yang pas dan cocok untuk dilaksanakan.
Beberapa menit kemudian keputusan pun sudah di ambil, dan sepakati dari keluarga ke dua belah pihak tersebut, Asep dan Lusi akan menikah seminggu kedepan.
Setelah itu dari pihak keluarga berbincang-bincang, dan Tidak lama kemudian keluarga Asep pun berpamitan untuk pulang.
Saat Lusi berada di kamar, ia pun merasa bahagia, dia tidak menyangka karena dia akan menikah dengan seorang pria yang tidak lain adalah teman kakak dan sodaranya sendiri, dan bukan hal itu juga tetapi karena mereka yang tinggal 1 kampung.
Disisi lain Asep pun juga merasa senang, sekaligus agak deg-degan karena seminggu lagi dia sudah menikah, ia pun bersyukur meski selama ini cinta nya butuh perjuangan banyak namun, akhirnya dia bisa menikah dengan Lusi.
Keesokan paginya, Lusi ingin berangkat kerja namun tidak boleh dengan ibu nya.
"Nak, jadwal pernikahan kamu itu cuma seminggu, jadi kamu jangan kerja dulu, calon pengantin itu harus di rumah, pamali kalo keluar- keluar, apa lagi kerja"
"Cuma hari ini doang kok ma, Lusi mau ambil gajih sekalian bilang ke boss, kalo Lusi mau nikah"
"Yaudah gapapa, tapi hari ini aja ya, besok- besok gak boleh, oh iya kamu mau berangkat sendirian?"
"Enggak kok ma entar Asep yang nganterin Lusi, tadi Lusi udah bilang ke dia, dan bentar lagi juga dia dateng"
"Yaudah kalo gitu mama mau nyuci dulu, hati- hati ya di jalan, sampein juga ke Asep"
"Iya ma".
Lusi pun menunggu Asep di depannya, dan tidak lama kemudian Asep pun datang, Lusi pun langsung naik ke motor, lalu mereka pun menuju tempat kerja Lusi.
Sesampainya di sana, Lusi pun menjelaskan nya kepada boss, dan boss nya pun mengerti, lalu boss nya memberikan gajih Lusi.
Saat itu Lusi hanya mengambil sisa gaji nya dan bilang kepada bos nya bahwa ia akan resign, karena dirinya mau menikah seminggu lagi.
Setelah itu mereka pun kembali pulang, sesampainya di rumah Lusi, Asep pun langsung pulang.
H-1 sebelum acara pernikahan di mulai, Asep dan Lusi pun tidak boleh bertemu, dan Asep hanya bisa berkomunikasi dengan Lusi melalui handphone nya.
Saat itu Koko, babeh, Aceng dan davit, sibuk memunjung dan menyebar kan undangan pernikahan Asep dan Lusi, sudah 3 hari mereka membantu babeh untuk pernikahan Lusi, dan saat itu juga banyak orang yang bantu- bantu di dapur.
Tidak terasa malam pun tiba, saat itu menyebar undangan pun sudah selesai, seperti biasa kalau orang ada hajatan pasti malam saat acara besok akan di mulai akan ada acara leg-legkan atau yang di sebut main kartu, dan menghias janur kuning.
Lusi saat itu melihat- lihat orang- orang yang mempersiapkan acara pernikahan dirinya dengan Asep.
__ADS_1
Sedangkan Asep saat itu sedang berada di dalam kamar, ia belajar untuk mengucap kan janji suci besok, setelah sudah cukup, Asep pun memutuskan untuk tidur saja.
Bersambung...