Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri

Jodoh Dengan Wanita Di Desa Sendiri
Bab 29 Ending Yang Bahagia


__ADS_3

Setelah selesai menjenguk Cecil, mereka pun pulang, sesampainya di rumah mereka pun sibuk mengurus usaha rice bowl nya.


Akhir- akhir ini Lusi sering sekali muntah, dan merasa mual, sehingga Asep memutuskan untuk membeli minyak kayu putih dan menanyakan ke apotek siapa tau ada obat nya juga.


Asep pun pergi menuju apotek, sekitar 10 menit Asep pun sampai.


"Ada yang bisa di bantu mas?" Tanya penjaga apotek


"Minyak kayuk putih satu, sama obat mual"


"Obat Mual Gimana mas?"


"Gak tau mba, pokoknya istri saya akhir akhir ini sering mual mual"


"Mual karena apa mas?"


"Gak tau, istri saya selalu tiba-tiba mualnya, padahal di udah makan, saya juga bingung"


"Kapan terakhir istrinya haid mas?"


"Kek nya udah lama deh istri saya ga haid, apa sakit gara gara itu ya?"


"Kalo berhubungan intim terakhir kapan mas?"


Asep langsung mengigit bibirnya menahan senyum malu malu.


Penjaga apotek paham bila Asep tak mungkin menjawab pertanyaannya.


"Kalo minta jatah pake ****** apa enggak mas?" Tanya penjaga apotek lagi


Lagi-lagi Asep di buat malu dengan pertanyaan seperti itu, ia pun kemudian menggeleng kan kepala nya.


Penjaga apotek itu hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala, "kasih tolak angin aja dulu kalo gitu, siapa tau masuk angin, biasanya juga pada gitu"


"Itu apa?" Tanya Asep saat penjaga apotek memasukkan kotak tes pack


"Buat cek, siapa tau hamil, total nya 28 ribu"


"Ini akurat gak alat nya?" Tanya Asep sebelum menyerahkan uangnya untuk membayar


"Akurat kok mas, bagusnya kalo tesnya diwaktu pagi"


Lalu Asep membayar nya, kemudian pergi menuju rumahnya, sesampainya di rumah ia pun langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamar.


"Sayang, kamu coba test pack aja" ucap Asep begitu masuk kamar


Lusi mengerutkan keningnya merasa bingung, "buat apa? Aku kan cuma masuk angin"

__ADS_1


"Ya dia cek aja dulu, kamu kan udah lama ga haid, dan saat kita melakukan hubungan itu, aku selalu keluar di dalem terus, kan siapa tau kamu hamil" paksa Asep


"Kalau gak hamil gimana?" Tanya Lusi lalu mengeluarkan test pack dari plastik yang dibawa suaminya.


"Gapapa, yang penting kan di coba dulu, abis test baru minum tolak angin nya". Jawab asep


Lalu Lusi pun masuk kedalam kamar mandi untuk test pack, Asep pun ikut menunggu sambil berdiri di depan kamar mandi.


Sudah berkali-kali juga ia menanyakan bagaimana hasilnya, sementara Lusi hanya diam saja menunggu hasilnya muncul.


"Sayang kamu ga pingsan kan?" Tanya Asep sambil mengetuk pintu untuk yang kesekian kalinya.


"Enggak" jawab Lusi


"Kenapa kamu diam saja?"


Lusi membuka pintu kamar mandinya, lalu Asep langsung masuk melihat test pack nya yang sedang memproses hasilnya bersama Lusi.


"Kayaknya gak hamil deh" ucap Lusi


"Tunggu aja dulu", ucap Asep


"Sayang, emang garisnya ada banyak ya kalo test?" Tanya Asep yang memperhatikan satu garis lagi yang muncul


"Hah? Ada lagi?", Tanya Lusi kaget lalu ikut berjongkok bersama Asep memperhatikan test pack nya yang di letakkan di atas WC duduk yang tertutup.


Dan benar saja hasilnya test pack tersebut bergaris dua yang menandakan kalau Lusi hamil.


"Alhamdulillah" jawab asep


Mereka pun bergembira dan senang karena sebentar lagi mereka akan menjadi mama muda dan papa muda.


Lalu mereka pun pergi ke klinik untuk memastikan apakah Lusi benar benar hamil atau hasi test pack nya salah, sesampainya di klinik Asep dan Lusi masuk ke dalam, lalu Lusi menunjukkan hasil testpack nya yang positif dan menceritakan gejala yang ia alami kepada dokter.


Dan dokter menyatakan kalau hasil testpack nya benar benar positif hamil dan tidak ada kesalahan.


Asep dan Lusi semakin senang mendengar pernyataan dokter itu.


Lalu Dokter meminta Lusi naik ke tempat tidur untuk melakukan USG agar lebih jelas.


"Kenapa ada dua titik?" Tanya Asep


"Kemungkinan janin nya kembar mas.." jawab dokter


"Janin nya bagus, sehat, insyaallah tidak ada masalah".


Setelah selesai periksa Asep dan Lusi memutuskan pulang, ditengah perjalanan Asep mampir untuk membeli susu untuk ibu hamil, setelah itu barulah mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah mereka langsung mengabarkan kepada semua keluarga nya, kalau Lusi hamil, setelah itu Asep memposting hasil USG di media sosial nya, dan orang-orang banyak yang memberikan selamat dengan beragam komentar.


"Cieee bentar lagi jadi bapak"


"Gila udah jadi bapak muda aja lu"


"Selama ya bentar lagi jadi ayah...


"...."


Keesokan hari Minggu, sepanjang hari Asep dan Lusi hanya di rumah saja untuk menikmati kebersamaan.


"Kenapa kok ke sedih gitu?" Tanya Lusi


"Gapapa, aku gak nyangka aja kalau aku sebentar lagi akan menjadi ayah, apa lagi kalau aku mengingat perjuangan aku waktu itu untuk mendapatkan kan mu, aku masih gak nyangka, tapi sekarang aku sangat bahagia, akhirnya kita bisa menjalani kehidupan ini secara bersamaan." Ucap Asep mengenang masa-masa dulu,


"Iya mas, aku tau kok, bahkan aku juga gak nyangka kalau sudah mau jadi mama aja, dan sekarang aku sangat bahagia menikah dengan mu, andai saja aku dulu terpengaruh oleh omongan Orang- orang mungkin aku gak akan sebahagia ini" ucap Lusi memeluk Asep


Asep pun memeluk balik istrinya, dia sangat bersyukur, dibalik perjuangan yang susah waktu itu ada bahagia yang saat ini dia rasakan bersama Lusi.


Saat ini Asep yang mengurus usahanya, dan Lusi tidak boleh melakukan aktivitas yang berat-berat karena Asep khawatir jika nantinya terjadi apa-apa.


**


9 bulan kemudian.....


Lusi pun sudah melahirkan sebuah anak kembar, yang berjenis kelamin perempuan semuanya.


"Cantik semua ya, kayak ibunya" ucap ibu Asep


"Hhhe mama bisa aja" ucap Lusi.


Setelah mendapat kan ijin pulang barulah Lusi dan Asep pulang kerumahnya.


Saat mereka di rumah, teman- temannya dan keluarga nya, pada datang untuk melihat anak dari Asep dan Lusi.


Sungguh ramai dan ceria suana saat itu, sehingga Asep yang melihat keadaan itu matanya jadi berkaca kaca.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Asep, sehingga Asep pun kaget, ternyata orang itu adalah Koko.


"Kok mata lu berkaca kaca gitu, Kenapa?" Tanya Koko yang melihat mata Asep yang berkaca-kaca seperti ingin menangis.


"Gapapa, gua cuma terharu aja ngeliat pemandangan yang indah ini" jawab asep


Lalu teman temannya yang lain pun datang dan saling mengobrol tentang keadaan mereka masing-masing, dan teman teman Asep semua nya kini sudah menjadi orang-orang yang sukses.


Begitu juga dengan Asep dan Lusi, yang usahanya kini berkembang, dan menilik 4 cabang, dan saat ini semua nya di urus oleh tangan kanan nya yaitu Adi.

__ADS_1


TAMAT!....


Terimakasih guyss sudah mau baca ceritaku, see you next time.......


__ADS_2