Jodoh Pilihan Opa

Jodoh Pilihan Opa
14. Sakha emosi


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan bagus berapa saat lalu dan kini mereka kembali dekat lagi. Walaupun mereka kembali dekat tapi mereka tetap menyembunyikan kedekatan mereka karena Shanum tahu keluarganya terutama kakaknya sangat menentang dia dekat dengan bagus. Tapi tanpa Shanum ketahui kalau Abi,umi dan kakaknya sudah mengetahui kalau dia dekat lagi dengan bagus.


Seperti saat ini harusnya Shanum akan menemui kliennya setelah jam kerja. Tapi karena mendapatkan telpon dari bagus dan mengajak ketemuan, Shanum pun langsung membatalkan ketemuan dengan kliennya. Entah apa yang ada di pikiran Shanum yang lebih memilih bagus daripada pekerjaannya yang dimana dia harus membantu orang yang membutuhkan bantuan hukum.


Shanum mengendari mobilnya menuju tempat dia janjian dengan bagus. Karena jalanan yang lumayan macet Shanum agak telat sampai di cafe. Setelah sampai cafe Shanum pun memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam cafe. Shanum pun melihat ke sekeliling mencari keberadaan Bagus. Dan Shanum pun langsung menghampiri Bagus.


" Assalamualaikum Gus, maaf sudah lama ya nunggunya.' ucap Shanum yang duduk di depan Bagus.


" Walaikum salam, nggak kok aku juga belum lama kok sampai." Jawab Bagus.


" Kamu mau pesan apa?." tanya Bagus.


" Aku pesan ice lemon tea sama beef ramen aja ." Jawab Shanum.


Bagus pun memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk Shanum.


Tanpa Shanum sadari di sebelah mejanya yang terhalang oleh sekat yang membuat Shanum maupun Bagus tidak menyadari kalau ada umi, kakak dan omnya ada di tempat yang sama juga.


Umi Dania yang melihat anaknya menemui laki-laki merasa sangat tidak menyukai itu dan kalau saat ini dia tidak ingat kalau sedang berada di cafe mungkin umi Dania akan menyeret putrinya pulang.


Dan umi Dania mengirim pesan ke anaknya dan ingin mengetahui apa anaknya akan jujur.


Umi Dania : Assalamualaikum nak, masih di tempat kerja atau sudah di jalan.


Umi dania harap-harap menunggu balasan dari anaknya tak lama Shanum membalas pesan uminya.


Shanum: Walaikum salam umi, masih di kantor umi, kemungkinan Sha pulang telat karena Sha lembur.

__ADS_1


Mendapat balasan dari anaknya umi Dania langsung kecewa, Dia kecewa anaknya berbohong.


Om Rayyan yang melihat sang kakak memasang wajah kecewa, Om Rayyan pun langsung bertanya dengan suara sekecil mungkin.


" Ada apa kak?." tanya om Rayyan.


umi Dania pun memberikan ponselnya menunjukkan chat dirinya dengan sang anak.


Om Rayyan langsung menggenggam tangan kakaknya untuk menguatkan sang kakak karena anaknya sudah membohonginya. Om Rayyan juga pasti akan kecewa kalau anak-anaknya membohonginya.


Sedangkan Sakha yang membaca chat umi dengan sang adik sangat marah bagaimana adiknya bisa berbohong dengan uminya.


Kembali ke meja Shanum dan Bagus.


" Oh iya Num, aku mau minta tolong sama kamu." Ucap Bagus membuka obrolan.


" Begini aku sebenarnya aku malu tapi ya mau gimana lagi soalnya cuma kamu harapan aku satu-satunya. Aduh aku jadi nggak enak ngomongnya." Ucap Bagus.


" Ngomong aja, insyaallah kalau aku bisa aku bantu." Kata Shanum.


" Jadi gini Num aku lagi ada proyek tapi aku kekurangan Dana, aku bingung mau pinjam sama siapa? Aku janji proyek itu kelar aku bakal langsung balikin."


" Memangnya kamu perlu dana berapa?." Tanya Shanum.


" Aduh, Gimana ya aku nggak enak sama kamu, tapi aku janji bakal langsung ganti kok."


" Iya memangnya kamu perlu berapa?.''

__ADS_1


" Aku perlu sekitar satu milyar." Jawab Bagus.


" Kalau satu milyar aku nggak ada, tabungan aku cuma empat ratus juta saja." Ucap Shanum.


" Masa sih kamu nggak bisa bantu, bagi kamu satu milyar mah kecil kamu kan cucunya Gibran al-Fathir masa nggak bisa kasih aku pinjam satu milyar. Kalau nggak gini deh kamu transfer dulu empat ratus juta nanti yang enam ratus juta kamu pinjam sama kakek kamu." Ujar Bagus.


" Ya udah deh aku akan transfer kamu empat ratus juta tapi untuk sisanya aku nggak janji.'


Bugh ......


Sakha yang mendengar pembicaraan Antara Shanum dan juga bagus membuat Sakha sudah tidak lagi bisa menahan emosinya, dia pun langsung bangun dari duduknya dan langsung menghampiri laki-laki itu dan langsung memberikan pukulan ke laki-laki itu. Dan Bagus pun terjungkal dari duduknya.


" Siapa Lo main mukul aja." Teriak bagus sambil meringis.


Istrinya bagus yang duduk di bangku lain langsung bangun menghampiri bagus dan membantunya bangun.


Sedangkan Shanum berdiam diri di tempatnya dia kaget melihat keberadaan kakaknya dan terlebih lagi sang kakak memukul laki-laki yang dia suka. Tidak sampai di situ ke kagetan Shanum, Shanum kaget tiba-tiba ada perempuan yang menghampiri Bagus dan membantunya berdiri.


" Lo nanya gue siapa? Gue Sakha kakaknya Shanum dan gue nggak rela Lo mencoba manfaatin adik gue." Ucap Sakha emosi.


" Bang Sakha sudah nggak enak di lihatin orang, bagus nggak manfaatin Sha kok. Bagus cuma mau pinjam uang ke Sha itu aja." Ucap Shanum membela bagus.


Sakha yang mendengar adiknya membela laki-laki itu makin emosi.


Om Rayyan yang melihat Sakha sudah diliputi emosi yang semakin memuncak pun langsung meminta kedua keponakannya untuk pulang. Apalagi Om Rayyan melihat sang kakak yang sudah menangis.


" Sakha...ajak adik kamu pulang sekarang." Ucap Om Rayyan dengan Suara tegas.

__ADS_1


__ADS_2