Jodoh Pilihan Opa

Jodoh Pilihan Opa
33.


__ADS_3

Sedangkan pak Pujo yang masih di dalam ruangannya bersama dengan pak Wakapolri dan Tika langsung menatap tajam kedua orang tersebut.


" Jabatan anda memang jauh di atas saya tapi bukan berarti anda memakai jabatan anda hanya untuk menuruti ambisi anak anda. Sekarang anda bisa sombong karena jabatan anda tapi saya jamin berapa saat lagi anda akan menjadi bukan siapa-siapa. Perjuangan anda sampai menjadi seorang Wakapolri saya tahu begitu kerasnya tapi karier anda yang anda jalani dari nol sampai saat ini akan sia-sia karena keegoisan anak anda sendiri. Maaf saya harus tinggal karena saya harus menyusul mereka ke rumah sakit." Pamit pak Pujo.


Pak Wakapolri hanya diam membisu melihat anaknya mendorong tubuh Shanum. Sedangkan Shanum terlihat puas karena berhasil mendorong Shanum tapi dia juga kesal karena melihat Bayu tampak khawatir terhadap Shanum.


****


Sampai rumah sakit royal Medika Shanum langsung di bawa ke IGD karena sebelumnya Bayu sudah menelpon sepupunya Fadli. Jadi begitu sampai di rumah sakit Fadli sudah menunggu kedatangan kakak sepupunya.


Shanum pun langsung di periksa oleh dokter IGD yang saat itu bertugas.


" Bagaimana dokter Nike keadaannya?." Tanya Fadli ke dokter Nike yang memeriksa Shanum.

__ADS_1


" Ini dok ibu Shanum mengalami pendarahan ada baiknya kalau di lakukan pemeriksaan USG agar bisa tahu keadaan janin di dalam perut Bu Shanum." jelas dokter Nike yang membuat Bayu dan Fadli kaget.


" Apa dok hamil?." Tanya Bayu dan Fadli bersamaan karena mereka baru tahu kalau Shanum hamil.


" Iya ibu Shanum saat ini tengah mengandung apakah tidak ada yang tahu kalau ibu Shanum sedang hamil." tanya dokter Nike.


keduanya menggeleng pertanda kalau mereka berdua tidak tahu


Akhirnya Shanum pun menjalani pemeriksaan USG dan Alhamdulillah janin dalam kandungannya tidak apa-apa. Untungnya ibu Shanum cepat di bawah ke sini tapi ibu Shanum harus di rawat di sini karena harus bed rest dulu. Fadli pun langsung menyiapkan kamar inap untuk kakak sepupunya.


" Bagaimana keadaan Shanum bay?." Tanya pak Pujo


" Harus di rawat om! dan alhamdulilah kandungan Shanum baik-baik saja." Jawab Bayu.

__ADS_1


" Shanum sedang hamil bay?." Tanya pak Pujo yang juga kaget istri keponakannya sedang mengandung.


" Iya om, dan Bayu juga baru tahu kalau Shanum tengah hamil om." jawab Bayu lagi dengan raut wajah sedih.


" Kok bisa kamu nggak tahu bay! Shanum."


" Sepertinya juga nggak tahu om karena Shanum hanya mengeluh kurang enak badan dan rencananya sore ini mau ke rumah sakit untuk periksa." jelas Bayu.


" Berarti Shanum sendiri juga nggak tahu."


Bayu menggeleng.


" Mas Bayu semuanya sudah beres kak sha sudah bisa di pindahkan ke kamar rawat." Ucap Fadli yang menghampiri Bayu dan pak Pujo setelah mengurus kamar rawat inap untuk kakak sepupunya.

__ADS_1


Setelah Shanum di pindahkan ke kamar inap tak lama satu persatu keluarga Shanum maupun keluarga Bayu datang menjenguk Shanum. Mereka semua merasa sedih sekaligus bahagia, sedih karena Shanum harus masuk rumah sakit dan bahagia karena Shanum tengah hamil.


Apalagi mamanya Bayu dan umi Dania mereka berdua sangat senang sampai tidak berhenti mengeluarkan airmata nya karena akan punya cucu walaupun bukan cucu pertama. Tapi tetap saja yang paling di tunggu oleh mereka semua.


__ADS_2