
Sepeninggalan om Pujo tinggal pak Wakapolri dan Tika masih berada di sana.
" Tika kamu apa-apaan sih pakai mendorong tubuh istrinya Bayu." Ucap pak Wakapolri yang juga kaget putrinya Berani mendorong Shanum.
" Habis Tika kesal pah, Emang apa kurangnya Tika sih sampai bang Bayu nggak mau sama Tika." Jawab Tika.
" Tapi kan nggak harus kamu dorong kan kalau ternyata ada apa-apa dengan istrinya Bayu bagaimana?."
" Biarin aja, kalau perlu biar mati sekalian jadi kan Tika bisa miliki bang Bayu seutuhnya." jawab Tika yang sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan.
Karena Tika yang memang sudah terobsesi dengan Bayu menjadikan dia melakukan segala cara agar keinginannya tercapai.
Sedangkan pak Wakapolri hanya bisa mengelus dada dan tak menyangka kalau putrinya akan melakukan hal tersebut. Akhirnya pak Wakapolri pun mengajak putrinya untuk keluar dari ruangan pak Pujo. Setelah itu pak Wakapolri kembali ke kantornya begitu juga dengan Tika yang kembali ke tempatnya.
***
Setelah mendapat telpon dari om nya Hendra pun langsung menyuruh ajudannya untuk memanggil pak Wakapolri. Dan tak lama pak Wakapolri pun datang dan langsung menghadap pak Hendra.
__ADS_1
" Silahkan duduk pak Bambang." Ucap Hendra mempersilahkan untuk pak Bambang duduk.
Pak Bambang pun duduk di hadapan pak Kapolri dengan wajah penuh tanda tanya
" Maaf pak Bambang boleh saya tanya."
" Boleh dan silahkan.'
" Apakah hari ini pak Bambang menemui pak Pujo."
" Maaf kalau boleh tahu ada keperluan apa pak Bambang menemui pak Pujo."
" i...itu cu..cuma mau menemui anak saya saja dan."
" Oh... pak Bambang hanya menemui anaknya pak Bambang yang sedang pelatihan di sana. bukannya tujuan pak Bambang ke sana itu ingin menemui Bayu dan juga istrinya untuk meminta Bayu menjadikan istri keduanya." Skakmat Hendra dengan suara tinggi dan tegas walaupun pak Bambang lebih tua tapi Hendra tidak suka dengan sifat pak Bambang yang sangat tidak patut di tiru.
Pak Bambang cukup kaget karena atasannya bisa tahu kalau tadi memang dia menemui Bayu dan istrinya.
__ADS_1
" Pak Bambang tahu siapa keluarganya Bayu dan siapa keluarga istrinya." tanya Hendra karena pak Bambang tak kunjung menjawabnya.
pak Bambang menggeleng.
" pak Bambang tahu keluarga Hartono?." Tanya Hendra.
" Iya tahu, mereka keluarga yang cukup berpengaruh di sini." Jawab pak Bambang.
" Dan pak Bambang tahu nama lengkap Bayu?." Tanya Hendra lagi.
" Kalau nggak salah nama lengkapnya Bayu Ragil baskara Hartono." pak Bambang langsung mengusap wajahnya saat dia baru menyadari kalau nama belakang Bayu itu Hartono.
" Dan pak Bambang tahu keluarga al-fatir."
' Me..mereka keluarga yang sama dengan keluarga Hartono, mereka juga cukup berpengaruh lebih berpengaruh dari keluarga Hartono."
" Istrinya Bayu adalah cucu dari Gibran al-fathir dan khayra putri pemilik pesantren Al-Hikmah dan Shanum itu sepupu saya. Jadi sepertinya pak Bambang salah orang kalau menekan Bayu dan Shanum demi memenuhi keinginan putri pak Bambang." Pak Bambang sendirii semakin pucat karena dia tahu sekali power dua keluarga tersebut dan kalau mereka tersinggung bisa-bisa kariernya yang sudah dia capai akan hilang seketika.
__ADS_1