Jodoh Pilihan Opa

Jodoh Pilihan Opa
21.


__ADS_3

Tak lama pelayan datang mengantarkan pesanan mereka berdua.


" Ayo kita makan dulu baru nanti lanjut ngobrolnya kamu pasti sudah lapar kan." Ajak Bayu.


" Iya, aku juga sudah sangat lapar soalnya energi aku tadi terkuras habis. Aku mending menghadap klien di persidangan daripada menghadap atasan kamu." Seru Shanum.


" Hahaha.... Kamu tuh ada-ada aja." Kekeh Bayu.


" Beneran tahu mas, aku biasanya di persidangan selalu mengintimidasi lawan tapi tadi aku merasa terintimidasi tahu mas." Keluh Shanum.


" Emang mas nggak merasa." Tanya Shanum.


" Ya nggak lah."


" kok bisa."


" Asal kamu tahu dia itu adik papa aku tahu, jadi aku biasa aja tapi kalau soal kerjaan om Broto sangat profesional nggak pernah membeda-bedakan aku dengan anggota yang lain." ujar Bayu.


" Tapi kamu kok nggak bilang sih." ucap Shanum sebal.


" Iya maaf, memang aku yang minta sama om Broto untuk bersikap seperti biasa saja antara atasan dengan bawahan. Rencananya nanti aku mau memperkenalkan kamu ke keluarga aku nanti malam sambil acara makan malam nanti."


" Oh iya aku lupa nanti malam kan eyang putri kamu ulang tahun kan. Nanti kita cari kado ya."


Bayu mengangguk dan mereka kembali meneruskan makannya


Selesai makan Bayu dan Shanum pun langsung berburu membeli barang-barang untuk acara seserahan nantinya. dan terakhir mereka berdua pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin dan mas kawin karena rencananya Bayu juga akan memberikan satu set perhiasan di luar cincin kawin.


" Selamat datang, silahkan mau cari apa?." Tanya pelayan toko menyambut kedatangan Bayu dan Shanum dengan ramah.


" Bisa kami lihat koleksi cincin kawin terbaik yang ada di toko ini " jawab Bayu.


" Bisa... Bisa mohon di tunggu sebentar." pelayan toko tersebut pun langsung mengeluarkan koleksi cincin kawin yang mereka punya.


" Silahkan mas dan mbaknya " pelayan itu mempersilahkan Bayu dan Chantika untuk melihat koleksi mereka.

__ADS_1


" Kalau yang ini model terbaru dan limited edition karena pemilik toko hanya mendesain cincin ini hanya satu pasang saja." ucap pelayan itu lagi


Bayu dan Shanum langsung melihat cincin yang di maksud pelayan itu, Bayu melihat Shanum sepertinya sangat menyukai desain cincin tersebut.


" Menurut kamu cincin ini bagaimana?." tanya Bayu ke Shanum.


" Bagus mas, desain sederhana tapi tetap elegan." jawab Shanum.


" Kamu suka?." tanya Bayu lagi.


" Iya mas."


" Ya sudah bagaimana kalau kita pilih ini aja, aku juga suka dengan desain nya."


Akhirnya mereka pun memilih cincin kawin yang limited edition tersebut. Dan tak lupa Bayu juga meminta Shanum untuk memilih satu set perhiasan yang akan Bayu berikan juga ke Shanum sebagai salah satu mas kawinnya.


" Mas mau ngasih kado ulang tahun apa buat eyang putri." Tanya Shanum saat mereka sedang menunggu pelayan menyiapkan perhiasan yang mereka berdua beli.


" Aku sih sudah nyiapin kado buat eyang tapi kalau kamu mau nyiapin kado sendiri .aku temani." ujar Bayu.


" Bagaimana kalau kamu kasih bunga saja atau tanaman karena eyang tuh pecinta bunga dan juga tanaman. Maklum cuma itu kegiatan eyang saat ini." jelas Bayu.


" Boleh deh mas, tapi nanti bantu pilih ya." Bayu pun mengangguk.


Akhirnya perhiasan yang di pesan pun sudah jadi, Bayu dan Shanum pun pergi meninggalkan toko perhiasan.


Dan kini keduanya sudah berada di sebuah toko bunga dan Shanum pun memilih satu buket bunga lili sesuai dengan apa yang Bayu sarankan karena menurut Bayu eyangnya itu sangat menyukai bunga lili. Setelah dari toko bunga Bayu mengantar Shanum terlebih dahulu ke rumahnya untuk Shanum menaruh barang belanjaannya dan juga berganti pakaian baru setelah itu Shanum ikut ke rumah Bayu.


***


Mobil Bayu sampai di rumah Shanum dan Shanum meminta tolong kepada bibi untuk membawa barang-barang yang tadi dia beli bersama Bayu ke kamarnya.


" Assalamualaikum Abi.. Umi." Shanum dan Bayu pun langsung mencium tangan Abi dan umi.


" Walaikum salam."

__ADS_1


" Sha buatkan Bayu minum dulu sana." ucap Umi Dania menyuruh putrinya untuk membuatkan minum untuk calon menantunya


" Iya umi." Shanum pun pergi menuju ke dapur.


" Bagaimana tadi bay? Semuanya lancarkan." Tanya Abi Khalid.


" Alhamdulillah semuanya lancar bi, tinggal menunggu hari H saja." Jawab Bayu.


" Oh iya Abi mau tanya nanti setelah menikah kalian mau tinggal dimana?" tanya Abi Khalid. " Maaf Lo kalau Abi bertanya seperti itu " Ucap Abi Khalid lagi yang nggak enak dengan calon menantunya.


" Tidak apa-apa kok bi, wajar kalau Abi bertanya seperti itu. Bayu mengerti Abi pasti menginginkan putri Abi berada di tempat yang nyaman." Abi Khalid mengangguk." Tapi maaf bi sebelumnya bukan Bayu tidak ingin membelikan Shanum rumah Alhamdulillah Bayu sudah punya rumah sendiri. Tapi Bayu sudah membicarakan ini ke Shanum bi, untuk sementara kami akan tinggal di rumah dinas bi. Memang rumah dinas tidak besar tapi insyaallah nyaman, lagi pula Bayu lebih tenang kalau nantinya Bayu ada tugas malam bi." Jelas Bayu.


" Itu juga yang ingin Abi tanyain,, Abi kepikiran kalau kamu tugas malam Shanum bagaimana? Karena Abi yakin Shanum pasti tidak ingin memakai asisten rumah tangga." ucap Shanum.


" Abi tahu aja!." Ucap Shanum yang baru saja datang membawakan minuman untuk Bayu.


" Di minum dulu mas " ucap Shanum meletakkan gelas berisikan minuman untuk Bayu.


" Terima kasih." Bayu pun meminum minuman yang di berikan oleh Shanum.


" Mas Bayu, Sha tinggal dulu ya mau mandi dan siap-siap.' Pamit Shanum.


" Memang kalian mau pergi lagi." Tanya Umi Dania.


" Iya umi, mas Bayu mau mengajak Sha pergi makan malam dalam rangka ulang tahun eyangnya mas Bayu." jawab Shanum.


" Iya umi, hari ini eyang ulang tahun dan kami mengadakan acara makan malam buat merayakannya dan sekalian memperkenalkan Shanum ke keluarga lainnya." jelas Bayu.


Umi Dania hanya mengangguk.


" Ya sudah gimana kalau kita shalat ke masjid yuk Bay." ajak Abi Khalid


" Mi minta tolong ambilkan nak Bayu baju Koko dan kain sarung." ucap abi Khalid ke umi Dania yang meminta sang istri mengambilkan baju Koko dan kain sarung untuk Bayu.


Setelah baju berganti pakaian dengan baju Koko dan kain sarung, Bayu dan Abi Khalid pun berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib.

__ADS_1


selepas magrib Bayu dan Shanum pun berpamitan dengan umi Dania dan Abi Khalid. Tapi sebelum ke restoran tempat acara berlangsung mereka pergi terlebih dahulu ke rumah Bayu karena Bayu harus berganti pakaian, maklum dia sudah dari pagi pergi dengan Shanum.


__ADS_2