Jodoh Pilihan Opa

Jodoh Pilihan Opa
36.


__ADS_3

Shanum pun siuman dan tampak kaget melihat keluarganya dan keluarga suaminya semuanya berkumpul.


" Eh.. tunggu ini dimana kok aku bisa disini dan sepertinya aku kenal tempat ini deh tapi dimana ya?." Gumam Shanum begitu membuka matanya.


" Sayang akhirnya kamu siuman juga." ujar Bayu yang langsung menghampiri brankar Shanum..


" Iya sayang mama sama umi kamu khawatir tahu." Ucap mama mertuanya.


Shanum mengernyitkan keningnya karena dia masih bingung dengan apa yang terjadi.


" Tadi kamu jatuh dan tak sadarkan diri di ruangan om Pujo jadi Bayu langsung membawa kamu ke rumah sakit dan saat Bayu mengabarkan kamu masuk rumah sakit membuat kami semua khawatir." jelas mama mertuanya


Shanum pun langsung mengingat apa yang terjadi dan dia pun ingat apa yang terjadi.


" Tapi ke khawatiran kami terbalas dengan berita bahagia, akhirnya kami akan di berikan cucu lagi. iya kan besan." Ucap mama mertua yang dianggukin oleh umi Dania.

__ADS_1


" Maksudnya? " tanya Shanum bingung meminta penjelasan.


" Jadi begini saya ." ucap Bayu menghampiri istrinya. " Di dalam sini ada Bayu junior sayang." Sambil memegang perut Shanum.


" Maksud mas Bayu Sha hamil." Shanum menatap Bayu dengan penuh pengharapan.


Bayu mengangguk dan seketika itu juga Shanum sudah tidak bisa membendung air matanya. Shanum sangat bahagia sekali dia sudah menunggu kehadiran buah hati cinta mereka berdua.


" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah karena sudah mengabulkan doa-doa Sha." ucap Shanum sambil menghapus air matanya.


Hari itu semua keluarga Bayu maupun Shanum datang untung menjenguk dan mengucapkan selamat ke Shanum. Dan tentu saja membuat ruangan VVIP menjadi sangat ramai.


Sedangkan di teman lain pak Bambang tampak termenung di ruangannya dengan tangan menopang dagunya. Dan wajah tampak terlihat penyesalan dengan apa yang telah dia lakukan demi memenuhi keinginan putri kesayangannya yang tak pernah bisa dia tolak.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundak pak Bambang. " Bang sayang anak boleh tapi kalau kita tahu itu salah ya toh jangan di turuti itu sama saja kita menjerumuskan anak kita." Seru pak Widodo rekan se lettingnya pak Bambang.

__ADS_1


" Saya hanya ingin melihat putri saya bahagia itu saja Wid."


" Iya saya tahu! Tapi setidaknya selidiki lebih dulu siapa keluarga mereka."


' Itu yang saya sesali Wid, saya hanya berpikir dengan jabatan saya saat ini saya bisa menekan Bayu." Ucap pak pak Bambang dengan suara sangat lemah.


" Kalau saran saya lebih baik kamu minta maaf kepada mereka."


" Apa mereka mau memaafkan saya Wid, secara mereka adalah keluarga yang mempunyai power dan pengaruh yang sangat luar biasa." Ucap pak Bambang yang sudah frustasi.


" Saya dulu belajar di pesantren Al-Hikmah dan om istrinya Bayu adalah adik kelas saya. Dan saya sangat tahu keluarga mereka seperti apa? Kalau pak Bambang mau meminta maaf terlebih dahulu dan mau mengakui kesalahan yang pak Bambang telah lakukan. Mereka pasti akan memaafkan kamu dan anak kamu, Karena kamu sudah berjiwa berani untuk meminta maaf dan mereka akan menghargai dan memaafkan kamu dan anak kamu." jelas pak Widodo.


" Iya saya akan meminta maaf kepada mereka, kamu mau kan menemani saya.'


' Lebih baik kamu minta tolong sama pak Hendra saja."

__ADS_1


" Iya kamu benar pak Hendra masih keluarga mereka."


__ADS_2