
Malam harinya Tantri sengaja mengajak Shanum makan malam di luar sambil menikmati kota Surabaya.
" Kamu belum cerita loh sama aku sha?." Tanya Tantri.
" Cerita apa?." Shanum pura-pura tak mengerti.
" Tujuan kamu datang ke sini? Aku nggak percaya kamu cuma liburan aja?."
" Aku lagi mencoba untuk menata hati aku Tan, dan aku nggak mau keluarga aku tahu kalau aku sedang tidak baik-baik saja." Ucap Shanum.
" Maksud kamu?." Tanya Tantri yang tak mengerti.
" Kamu kenal sama bagus kan Tan?."
" Bagus? Bagus yang mana?." Tanya Tantri yang merasa tidak punya teman yang bernama Bagus.
__ADS_1
" Kamu ingat laki-laki yang aku kenalin ke kamu dan Nina jaman kuliah dulu." Tantri pun mencoba mengingat-ingat laki-laki yang di maksud oleh Shanum.
" Jangan bilang kalau laki-laki yang di maksud kamu itu, manager cafe dan club yang nggak jauh dari kampus." Ucap Tantri yang baru mengingat laki-laki yang di maksud Shanum.
" Iya betul."
" Terus apa hubungannya dengan kamu, jangan kalau selama ini kalian menjalin hubungan." Tanya Tantri yang menatap tajam kearah Shanum.
Shanum mengangguk.
Tantri sendiri saja yang belum hijrah menutup auratnya, semenjak berteman dengan Shanum sedikit demi sedikit Tantri memahami tentang ajaran Islam. Yang selama ini Tantri hanya Islam KTP aja tidak ingin yang namanya pacaran. Dia hanya ingin kalau ada laki-laki yang mencintainya bisa langsung memintanya kepada orang tuanya.
" Jangan bilang keluarga kamu nggak tahu kalau kamu pacaran dengan si bagus itu." Ucap Tantri lagi.
Shanum tak menjawab tapi Tantri sudah tahu jawabannya.
__ADS_1
" Terus sekarang si bagus itu mutusin kamu terus kamu galau makanya kamu ke sini."
" Iya, kemarin bagus datang menemui aku dan memutuskan hubungan kita. Tapi tak lama ada seorang wanita yang ternyata calon istri bagus. Dan bagus cerita kalau dirinya di jebak yang membuat dia meniduri wanita itu. Dan wanita itu kini sedang hamil dan bagus harus bertanggung jawab dengan wanita itu." Cerita Shanum yang matanya sudah berkaca-kaca.
" Sha...sha kamu itu bodoh atau t***l sih, astaga sha kamu kenapa sih? Sebegitu cinta kamu sama laki-laki itu sampai kamu nggak bisa berpikir logis." Tantri benar-benar geram sama sahabatnya yang bisa begitu patah hatinya dengan laki-laki yang nggak patut di tangisi.
" Sha, aku bukan mau menghina pekerjaan si bagus, seharusnya kamu itu sudah bisa memperkirakan sejak awal dari pekerjaan bagus. Kalau memang dia laki-laki yang baik pasti akan menghindari tempat maksiat itu. Ya aku tahu bagus hanya bekerja di sana! Tapi masih banyak pekerjaan yang bisa dia dapatkan. Setebal apa pun iman kamu kalau setiap hari selalu di suguhkan pemandangan seperti itu bukanya nggak mungkin dia juga akan melakukan hal yang negatif ." Ucap Tantri.
" Tapi bagus nggak kaya gitu selama kita kenal."
" Sha... Kamu tuh bikin aku geregetan tahu, sudah nggak pantas laki-laki itu kamu tangisi. Allah itu masih sayang sama kamu jadi di kasih keburukan bagus di awal daripada setelah menikah nanti. Pokoknya setelah kita ke malang aku nggak mau lagi melihat kamu sedih, aku mau kamu ninggalin kesedihan kamu di sini." Shanum mengangguk.
Tantri pun mengajak Shanum makan malam dan pergi keliling Surabaya agar Shanum melupakan kesedihannya.
Shanum cukup terhibur malam ini setelah diajak berkeliling kota Surabaya di malam hari.
__ADS_1
Sekitar jam sepuluh malam Shanum dan Tantri pun kembali ke hotel. Dan saat akan masuk ke dalam lift dan mereka sudah masuk ke dalam lift pintu lift hampir tertutup. Tiba-tiba terbuka kembali ternyata ada berapa orang laki-laki berseragam polisi masuk ke dalam lift yang sama.