Jodoh Pilihan Opa

Jodoh Pilihan Opa
22.


__ADS_3

Setelah mandi dan berganti pakaian Bayu dan Shanum pun langsung pergi menuju ke restoran tempat acara makan malam. Untungnya jarak tempat tinggal Bayu dengan restoran tak terlalu jauh dari tempat tinggal Bayu hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai. Setelah Bayu memarkirkan mobilnya mereka pun langsung masuk ke dalam restoran.


" Selamat malam pak Bayu." Sapa seorang pelayan ke Bayu.


" Selamat malam juga mas Rizal, apa yang lain sudah pada datang?." tanya Bayu.


" Sebagian sudah pak, "


" Baiklah, saya ke sana dulu ya mas Rizal selamat bekerja." pamit Bayu.


" Terima kasih pak."


Bayu dan Shanum pun pergi menuju ruangan VIP tempat acara berlangsung. Begitu masuk Bayu pun langsung membawa Shanum menemui kedua eyangnya.


" Assalamualaikum, eyang." Bayu pun mencium tangan dan pipi kedua eyangnya.


" Walaikum salam, akhirnya datang juga." ucap eyang putri saat Bayu datang .


" Pasti eyang, oh iya eyang Bayu juga ajak Shanum loh." ucap Bayu.


" Assalamualaikum eyang." Shanum mencium tangan kedua eyangnya Bayu.


" Walaikum salam, akhirnya Bayu membawa calon istrinya juga." Ucap eyang putri sambil memeluk shanum


" Shanum eyang, selamat'ulang tahun eyang semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah SWT." ucap Shanum memperkenalkan diri. " Dan ini buat eyang semoga eyang suka." Shanum memberikan sebuket bunga ke eyang putri.


" Terima kasih sayang." Eyang putri menerima hadiah dari calon menantu cucunya.


Setelah menemui kedua eyang dan orang tua Bayu, Bayu pun mengajak Shanum untuk di perkenalkan dengan keluarga Bayu yang lainnya. Dan Shanum bersyukur semuanya menerima Shanum dengan baik bahkan Shanum langsung dekat dengan semua adiknya Bayu dan juga para sepupu Bayu yang perempuan.

__ADS_1


" kak Shanum kenalkan aku Demian aku adik sepupunya mas Bayu, kata mas Bayu kak Shanum tinggal di pesantren Al-Hikmah ya?." Tanya seorang anak laki-laki sekitar umur sepuluh tahun yang datang menghampiri Shanum.


" Hallo Demian salam kenal juga, iya kak Shanum tinggal di pesantren Al-Hikmah tapi bukan di dalam pesantrennya hanya rumah kak Shanum berada di lingkungan pesantren." jawab Shanum.


" Tapi kak Shanum pernah sekolah di sana?." tanya Demian lagi.


" Iya kak Shanum sekolah di sana sampai lulus SMA, memangnya kenapa l?." tanya Shanum balik.


" Ini kan tahun ini Demian lulus SD dan Demian rencananya mau meneruskan ke pesantren dan Demian tertarik dengan pesantren Al-Hikmah. Tapi kata mama calon istrinya mas Bayu tinggal di pesantren Al-Hikmah makanya Demian tanya ke kak Shanum." jelas Demian.


" kamu sudah mau lulus SD Dem?.' tanya Shanum yang tidak menyangka kalau Demian sudah akan lulus SD.


" Demian ini usianya baru sepuluh tahun tapi dia mengambil kelas percepatan makanya dia sepuluh tahun sudah kelas 6." jelas Bayu yang membuat Shanum kagum.


" Oh iya Dem, Abi dan uminya kak Shanum juga ngajar di sana loh."


" Oh iya, wah Demian jadi ingin cepat-cepat masuk sana."


" Ya sudah Nanti biar mas Bayu yang ajak kamu ke pesantren Al-Hikmah, nanti kak Shanum bakal ajak kamu keliling."


" Beneran ya kak."


' Iya." jawab Shanum.


" Ya sudah, Demian pamit dulu mau bilang sama mama dan papa." pamit Demian meninggalkan Bayu dan Shanum


" Demian tampan ya mas, apalagi dengan wajahnya yang bule. Memangnya orang tua Demian bukan orang Indonesia mas." tanya Shanum ke Bayu setelah Demian pergi.


" Papinya Demian orang Inggris dan menikah dengan Tante Vika setelah om Julian mualaf." jelas Bayu.

__ADS_1


Shanum pun ber"0" ria.


" Kalau aku ganteng nggak?." tanya Bayu sambil menaik turunkan alisnya.


" Nggak." Jawab Shanum sebal.


" Yakin.... "


" Iya yakin."


" Padahal aku itu mantan cover boy majalah loh." Jawab Bayu.


" Hahaha... Iya majalah trubus." kekeh Shanum sambil tertawa lepas dan membuat Bayu terpesona karena ini pertama kalinya Shanum tertawa lepas tanpa di paksakan selama dia mengenal sosok Shanum.


" Nih lihat." ucap Bayu sambil mempersilahkan foto-fotonya saat menjadi model.


" Hahaha... Paling kamu foto studio buat koleksi kamu aja biar di kira kaya model." gelak Shanum lagi.


karena Shanum tidak kunjung percaya akhirnya Bayu pun memperlihatkan video saat dia menjadi model cover boy. Dan Shanum yang di perlihatkan videonya sangat tidak percaya seorang Bayu yang menurut banyak orang adalah laki-laki yang dingin dan jarang tersenyum. Shanum akui memang Bayu mempunyai fisik yang paripurna, apalagi di tunjang dengan profesinya saat ini seorang polisi.


" Kok kamu bisa sih ikutan jadi cover boy gini." Tanya Shanum.


" Itu karena taruhan jaman SMA dengan sahabat aku yang kalah harus mau ikutan audisi kompetisi pemilihan cover boy. Aku nggak mungkin ingkar janji dong jadilah aku ikut audisi kompetisi pemilihan cover boy itu dan yang paling menyebalkan adalah aku malah menang kompetisi pemilihan cover boy tersebut." tutur Bayu sambil manyun.


Sedangkan Shanum tertawa melihat calon suaminya manyun.


" kamu itu manis Sha kalau tersenyum begini apalagi tertawa, tapi kamu tenang saja aku akan membuat kamu selalu bahagia bersama aku dan nggak akan aku biarkan satu tetes air mata pun jatuh dari mata indah kamu kecuali air mata bahagia." Ucap Bayu dalam hati.


Waktu terus berputar dan tak terasa sudah pukul sepuluh malam dan Bayu pun mengajak Shanum untuk pulang. Lalu mereka pun berpamitan dengan keluarga Bayu setelah itu mereka berdua keluar restoran menuju ke tempat parkir.

__ADS_1


" Mau langsung pulang atau mau mampir kemana gitu." Tawar Bayu


__ADS_2