
Kedatangan anggota keluarga membuat Bayu di interogasi oleh mereka.
" Bay katanya Shanum pingsan di ruangannya om kamu ya? Kok bisa bay memang kamu nggak tahu kondisi istri kamu kaya gimana? terus kok kamu dan Shanum ada di ruangan om kamu, kamu nggak buat masalah kan bay." Tanya Fathan papanya Bayu.
" Shanum memang sedang kurang enak badan pah dan rencananya sore ini Bayu akan bawa Shanum ke rumah sakit. Tapi Bayu juga nggak tahu kenapa tiba-tiba Shanum datang ke ruangan om Pujo." jelas Bayu.
" Fathan biar aku yang jelasin kenapa Shanum bisa pingsan di ruangan saya." ucap om Pujo yang juga merasa bersalah.
" Begini hari ini ruangan saya kedatangan pak Wakapolri dan putrinya, awalnya saya kita pak Wakapolri ingin menemui putrinya yang kebetulan sedang ikut pelatihan. Tapi ternyata dia bilang ingin bertemu dengan Bayu, saya pun menyuruh ajudan memanggil Bayu. Ternyata bukan hanya Bayu saja yang di panggil oleh pak Wakapolri tetapi Shanum juga di panggil." jelas om Pujo.
" Ada urusan apa pak Wakapolri memanggil Bayu dan juga Shanum." tanya opa Lukito yang curiga ada yang tidak beres.
" Awalnya saya juga bingung kesalahan apa yang di lakukan oleh Bayu sampai pak Wakapolri memanggilnya. Ternyata putrinya pak Wakapolri menyukai Bayu dan meminta untuk di jadikan istri kedua Bayu kalau memang Shanum tidak mau melepaskan Bayu. Tapi Bayu langsung menegaskan kalau dia tidak ada niatan untuk berpoligami karena hanya Shanum lah yang ada di hatinya." jelas om Pujo.
Penjelasan om Pujo membuat seluruh keluarga geram dengan pak Wakapolri dan juga putrinya.
" Terus kenapa Shanum bisa pendarahan? " Tanya mama Utami mamanya Bayu.
__ADS_1
" Saat Bayu mau mengajak Shanum keluar dari ruangan om Pujo tiba-tiba Shanum di dorong oleh Tika dan membuat Shanum pendarahan." Jawab Bayu dengan mata berkaca-kaca.
" Jadi Shanum sengaja di dorong oleh wanita itu.' Ucap Sakha dengan nada tinggi karena kesal adik kesayangannya sengaja di dorong yang membuat Shanum masuk rumah sakit.
Abi Khalid yang melihat putranya emosi langsung memenangkan putranya. Abi Khalid tahu perasaan putranya yang memang sudah sangat dekat dari kecil karena memang hanya dua bersaudara.
Sedangkan opa Lukito dan juga opa Gibran akhirnya menghubungi pak Kapolri untuk memberitahukan apa yang terjadi. Apalagi pak Kapolri masih saudara jauh Oma Khayra Jadi gampang buat opa Gibran untuk meminta pak Kapolri untuk memberikan peringatan ke Wakapolri.
Opa Gibran langsung menelpon Hendra Kapolri.
" Assalamualaikum Hen." Opa Gibran mengucapkan salam begitu telponnya di angkat oleh Hendra.
" Alhamdulillah baik, kamu sendiri?."
" Alhamdulillah juga baik, ada apa nih om?" Tanya Hendra.
Opa Gibran pun langsung menceritakan apa yang terjadi dengan Shanum. Dan membuat Hendra kaget dan juga geram dengan bawahannya itu. Hendra janji akan membereskannya dan meminta keluarga omnya untuk tenang dan fokus ke kesembuhan Shanum saja.
__ADS_1
Setelah menelpon Hendra Opa Gibran meminta seluruh keluarga terutama Bayu untuk fokus ke Shanum saja. Dan keluarga pun mengikuti apa yang di bilang oleh Opa Gibran untuk mengutamakan kesembuhan Shanum dan janin dalam kandungannya.
Sedangkan Hendra yang mendapatkan telpon dari Om nya dan di beritahu apa yang terjadi cukup membuat Hendra geram dan langsung memanggil Wakapolri.
***
Sepeninggalan om Pujo tinggal pak Wakapolri dan Tika masih berada di sana.
" Tika kamu apa-apaan sih pakai mendorong tubuh istrinya Bayu." Ucap pak Wakapolri yang juga kaget putrinya Berani mendorong Shanum.
" Habis Tika kesal pah, Emang apa kurangnya Tika sih sampai bang Bayu nggak mau sama Tika." Jawab Tika.
" Tapi kan nggak harus kamu dorong kan kalau ternyata ada apa-apa dengan istrinya Bayu bagaimana?."
" Biarin aja, kalau perlu biar mati sekalian jadi kan Tika bisa miliki bang Bayu seutuhnya." jawab Tika yang sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan.
Karena Tika yang memang sudah terobsesi dengan Bayu menjadikan dia melakukan segala cara agar keinginannya tercapai.
__ADS_1
Sedangkan pak Wakapolri hanya bisa mengelus dada dan tak menyangka kalau putrinya akan melakukan hal tersebut. Akhirnya pak Wakapolri pun mengajak putrinya untuk keluar dari ruangan pak Pujo. Setelah itu pak Wakapolri kembali ke kantornya begitu juga dengan Tika yang kembali ke tempatnya.