Jodoh Terbaik Dari Tuhan

Jodoh Terbaik Dari Tuhan
Episode 11


__ADS_3

“kamuuuuu” riska yang terkejut laki-laki yang menabraknya


adalah Angga


“Kamu udah kenal sama gue ris? Koq bisa?” Tanya anisa dengan


bingung melihat reaksi ariska saat melihat kakaknya.


“diaaa itu…”


“kamu cewek yang di rumah sakit itu kan, gak nyangka


ternyata kamu sahabat adikku, ini lo nis kemaren kakak jenguk temen di rumah


sakit gak sengaja bertabrakan sama sahabat kamu ini” belum sempat riska


menjawab pertanyaan nisa, Angga terlebih dahulu menjawab, karna dia tidak ingin


anisa tau kalau dia dan riska sedang ada masalah yang belum terselesaikan.


Ariska hanya terdiam sambil berpikir maksud dari perkataan Angga.


“ oooh bagus dong kalau kaka dan riska udah saling kenal,


bearti riska bisa dong jad sekretaris kakak di kantor” ucap anisa dengan


polosnya tanpa meragukan kata-kata angga. “ ris sini, lo koq lo ngelamun sih,


ayo duduk” anisa pun menarik  tangan


riska dan duduk disampingnya.


“ jadi apa kamu serius mau bekerja di tempatku, bagai mana


dengan kuliah kamu?” angga bertanya seolah-olah di antara mereka tidak pernah


terjadi masalah apa-apa.


“kakak tenang saja kami sekrangkan di semester akhir tidak


setiap hari harus ke kampus, kekampuspun hnya beberapa jam saja, jadi saat jam


istirahat tasya bisa pergi kekmpus jika memang di mendesak , yak an riiis?” bukannya


riska yang menjawab tapi anisa lah terlebih dahulu menjawab pertanyaan kakaknya


tersebut


“riska…”


“riiiiiis..”


Ariska masih terdiam, dia benar-benar bingung dengan keadaan

__ADS_1


ini, disatu sisi di sangat tidak mau bekerja dengan laki-laki yang sudah


menyandang status sombong dan semena-mena di matanya, tapi disis lain dia juga


tidak mungkin mengecewakan sahabat baiknya yang begitu semangat agar dia


bekerja di tempat kakaknya. Keadaan ini sungguh membuatnya dilemma hingga


ditidak mendengarkan pertanyaan angga tersebut.


“RISSSSSSKAAAAA” teriak nisa karna riska tidak mendengarkan


panggilannya.


“ haa ya da apa nis? Koq lo teriak-teriak sih, sakit tau


kuping gue nis.” Jawab Anisa yang terkejut dengan terikan nisa


“lo ngelamunin apa sih ris, di panggil-panggil gak jawab..”


“siapa yang ngelamun sih nis. Oh ya tadi lo panggil gue


kenapa?” Tanya nisa dengan tersenyum-senyum pada nisa


“jadi gimanaa, apa senin ini kamu udah bisa mulai bekerja? “


Angga kembali bertanya pada ariska


Ariska yang masih bingung untuk menjawab pertnyaan angga


pertanyaan kakaknya tersebut. Dan riska pun tak mau membuat sahabtnya tersebut


kecewa.


“eeemmm insaallah saya bisa tuan” jawab riska dengan


ragu-ragu. Anisa sungguh senang mendengar jawaban sahabtnya tersebut. Namun


saat hendak bertanya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan dia pun berpamitan pada


angga dan riska untuk mengangkat telpon tersebut. Beberapa menit setelah


kepergian nisa angga dan riska hanya berdiam tidak ada yang memulai pembicaraan


terlebih dahulu. Namun rasa penasaran riska dengan hutang dan perjanjian mereka


membuat riska bertanya sesuatu pada angga


“ tuan, kalau saya bekerja di perusahaan tuan apa perjanjian


yang tuan maksud kemarin tetap akan di lanjutkan?”


“ kenapa? Apa kamu tidak sabar ingin menjadi pacarku? Kamu

__ADS_1


tenang saja kenapa saa tidak menghubungimu sampai hari ini bukan berarti saya


lupa, karna saya sangat sibuk dan belum ada waktu buat menghubungi kamu. Jadi


kamu tenang saja perjanjian itu akan tetap terjadi kecuali kamu mempunyai uang


buat lunasin semua hutang-hutang kamu.”


“tapi kenapa kamu mau menerima aku kerja di perusahaan kamu?”


“jawabannya mudah saja, agar kamu tidak lari dari


tanggungjawabmu dan kamu tenang saja saya orang yang professional dalam urusan


pekerjaan, jadi masalah hutang di antara kita tidak akan berpenguruh dengan


posisi kamu sebagai sekretarisku”


“taa..tapi tuu….” Perkataan riska terputus karna secara


tiba-tiba anisa muncul di antara mereka


“wah wah wah sepertinya antara bos dan calon sekretarisna


ini udah ada kecocokan” goda anisa pada angga dan riska


“ apaan sih kamu dek, ya sudah kalian lanjut saja, kakak


masih ada urusan, ntar kamu di jemput mang ujang ya dek” angga yang berdiri


dari posisi duduknya dan bersiap untuk pergi dari kape tersebut.


Tak lama setelah Angga pergi,setelah mang ujang sampai riska


mengajak anisa pulang karna dia masih khawatir dengan mamanya yang baru keluar


dari rumah sakit. Anisa menawarkan tumpangan pada riska, awalnya riska menolak


tapi karna paksaan dari nisa akhirnya riska pun menerima tawaran tersebut.


 


 


 


 


 


 


.......

__ADS_1


semoga kalian suka ya dengan ceritaku, aku menerima saran dan masukan dari kalian semua karna ii adalah novel pertamaku pasti masih banyak kekurangan. selamat membacaaa jangan lupa di like dan tinggalkan komentar kalian.


__ADS_2