
“kamuuuuu” riska yang terkejut laki-laki yang menabraknya
adalah Angga
“Kamu udah kenal sama gue ris? Koq bisa?” Tanya anisa dengan
bingung melihat reaksi ariska saat melihat kakaknya.
“diaaa itu…”
“kamu cewek yang di rumah sakit itu kan, gak nyangka
ternyata kamu sahabat adikku, ini lo nis kemaren kakak jenguk temen di rumah
sakit gak sengaja bertabrakan sama sahabat kamu ini” belum sempat riska
menjawab pertanyaan nisa, Angga terlebih dahulu menjawab, karna dia tidak ingin
anisa tau kalau dia dan riska sedang ada masalah yang belum terselesaikan.
Ariska hanya terdiam sambil berpikir maksud dari perkataan Angga.
“ oooh bagus dong kalau kaka dan riska udah saling kenal,
bearti riska bisa dong jad sekretaris kakak di kantor” ucap anisa dengan
polosnya tanpa meragukan kata-kata angga. “ ris sini, lo koq lo ngelamun sih,
ayo duduk” anisa pun menarik tangan
riska dan duduk disampingnya.
“ jadi apa kamu serius mau bekerja di tempatku, bagai mana
dengan kuliah kamu?” angga bertanya seolah-olah di antara mereka tidak pernah
terjadi masalah apa-apa.
“kakak tenang saja kami sekrangkan di semester akhir tidak
setiap hari harus ke kampus, kekampuspun hnya beberapa jam saja, jadi saat jam
istirahat tasya bisa pergi kekmpus jika memang di mendesak , yak an riiis?” bukannya
riska yang menjawab tapi anisa lah terlebih dahulu menjawab pertanyaan kakaknya
tersebut
“riska…”
“riiiiiis..”
Ariska masih terdiam, dia benar-benar bingung dengan keadaan
__ADS_1
ini, disatu sisi di sangat tidak mau bekerja dengan laki-laki yang sudah
menyandang status sombong dan semena-mena di matanya, tapi disis lain dia juga
tidak mungkin mengecewakan sahabat baiknya yang begitu semangat agar dia
bekerja di tempat kakaknya. Keadaan ini sungguh membuatnya dilemma hingga
ditidak mendengarkan pertanyaan angga tersebut.
“RISSSSSSKAAAAA” teriak nisa karna riska tidak mendengarkan
panggilannya.
“ haa ya da apa nis? Koq lo teriak-teriak sih, sakit tau
kuping gue nis.” Jawab Anisa yang terkejut dengan terikan nisa
“lo ngelamunin apa sih ris, di panggil-panggil gak jawab..”
“siapa yang ngelamun sih nis. Oh ya tadi lo panggil gue
kenapa?” Tanya nisa dengan tersenyum-senyum pada nisa
“jadi gimanaa, apa senin ini kamu udah bisa mulai bekerja? “
Angga kembali bertanya pada ariska
Ariska yang masih bingung untuk menjawab pertnyaan angga
pertanyaan kakaknya tersebut. Dan riska pun tak mau membuat sahabtnya tersebut
kecewa.
“eeemmm insaallah saya bisa tuan” jawab riska dengan
ragu-ragu. Anisa sungguh senang mendengar jawaban sahabtnya tersebut. Namun
saat hendak bertanya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan dia pun berpamitan pada
angga dan riska untuk mengangkat telpon tersebut. Beberapa menit setelah
kepergian nisa angga dan riska hanya berdiam tidak ada yang memulai pembicaraan
terlebih dahulu. Namun rasa penasaran riska dengan hutang dan perjanjian mereka
membuat riska bertanya sesuatu pada angga
“ tuan, kalau saya bekerja di perusahaan tuan apa perjanjian
yang tuan maksud kemarin tetap akan di lanjutkan?”
“ kenapa? Apa kamu tidak sabar ingin menjadi pacarku? Kamu
__ADS_1
tenang saja kenapa saa tidak menghubungimu sampai hari ini bukan berarti saya
lupa, karna saya sangat sibuk dan belum ada waktu buat menghubungi kamu. Jadi
kamu tenang saja perjanjian itu akan tetap terjadi kecuali kamu mempunyai uang
buat lunasin semua hutang-hutang kamu.”
“tapi kenapa kamu mau menerima aku kerja di perusahaan kamu?”
“jawabannya mudah saja, agar kamu tidak lari dari
tanggungjawabmu dan kamu tenang saja saya orang yang professional dalam urusan
pekerjaan, jadi masalah hutang di antara kita tidak akan berpenguruh dengan
posisi kamu sebagai sekretarisku”
“taa..tapi tuu….” Perkataan riska terputus karna secara
tiba-tiba anisa muncul di antara mereka
“wah wah wah sepertinya antara bos dan calon sekretarisna
ini udah ada kecocokan” goda anisa pada angga dan riska
“ apaan sih kamu dek, ya sudah kalian lanjut saja, kakak
masih ada urusan, ntar kamu di jemput mang ujang ya dek” angga yang berdiri
dari posisi duduknya dan bersiap untuk pergi dari kape tersebut.
Tak lama setelah Angga pergi,setelah mang ujang sampai riska
mengajak anisa pulang karna dia masih khawatir dengan mamanya yang baru keluar
dari rumah sakit. Anisa menawarkan tumpangan pada riska, awalnya riska menolak
tapi karna paksaan dari nisa akhirnya riska pun menerima tawaran tersebut.
.......
__ADS_1
semoga kalian suka ya dengan ceritaku, aku menerima saran dan masukan dari kalian semua karna ii adalah novel pertamaku pasti masih banyak kekurangan. selamat membacaaa jangan lupa di like dan tinggalkan komentar kalian.