Jodoh Terbaik Dari Tuhan

Jodoh Terbaik Dari Tuhan
Masa Training


__ADS_3

Hari pertama untuk bekerja di tempat baru. Tempat yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Airin. Ia benar benar tak menyangka diterima di tempat ini. Entah apa alasannya sehingga ia bisa menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut. Mungkin lebih tepatnya ini yang dinamakan sebuah keberuntungan. Dengan penawaran gaji masa training yang lumayan, lebih tinggi dari gaji terakhir yang ia terima dari sewaktu kerja di toko tempo hari. Tentu saja ia tak menolak, justru bersyukur bisa membuktikan bahwa bisa bekerja selain di tempat itu.


Sapaan teman baru yang ramah membuat dirinya semakin percaya diri. Walaupun ia belum tahu dengan siapa dan apa yang akan dipelajarinya. Yang jelas positif tinking sangat diperlukan saat ini. Mencoba memahami keadaan lingkup pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah. Perlu mengamati dan banyak bertanya pada seniornya.


Perintah untuk dia belajar bersama seseorang yang bernama mbak Tien, senior yang mengajarkannya hal yang baru. Duduk tak jauh dari tempat orang tersebut, dia harus melihat dan memahami apa pun yang dikerjakan oleh seniornya. Berbekal brosur tentang program perusahaan, ia menyimak bagaimana cara menerima tamu dan menanganinya. Tak perlu belajar lama, ia sudah bisa memahami dan mencoba mempraktekkan apa yang ia lihat sebelumnya.


Senyum dan acungan jempol dari senior menambahkan semangat yang ada pada dirinya. Tak jauh dari tempat duduk, pintu kaca sebuah ruangan terbuka dari pagi. Tentunya pasti ada orang di dalamnya. Ia tak tau dan tak menyadari jika orang yang di dalam ruangan tersebut mengawasi dan melihat cara kerjanya.


Hari kedua bekerja kali ini ilmu yang dipelajari berbeda. Senior yang membimbingnya mengajari tentang pencatatan laporan tentang keluar masuknya tamu dan beberapa laporan lainya. Tak perlu waktu lama ia juga sudah memahami. Sebagai orang yang baru belajar ia tak kesulitan. Ketika ada tamu datang, ia juga tak segan segan untuk menyambut dan melayani.


Hari ketiga, dimana tempat ia bekerja merupakan perusahaan yang bekerja di lembaga kursus. Menerima tamu setiap hari yang silih berganti mengharuskan dia menjelaskan dan mengatur jadwal yang ada. Tetapi hari ini sungguh tak ia duga, wanita yang tempo hari mewawancarai dan menerima ia bekerja di tempat tersebut tak lain adalah boss nya. Wanita itu duduk di sebelah Airin yang bertujuan ingin mendengar dan melihat secara dekat cara kerja Airin.


Berbeda dari hari sebelumnya, Airin yang biasa mengendalikan keadaan justru ia merasa grogi ketika sadar telah di awasi. Ia menelan ludahnya gugup dan tak bisa berkonsentrasi. Hingga ketika tamu tersebut pulang, sebuah kalimat teguran menghampirinya.


"Rin kamu kenapa? bukanya kemarin sudah bisa menjelaskan dengan mudah. Kenapa hari ini berbeda?" tanya mbak Tien senior pembimbing.


"Aku bingung mbak mau menjelaskan bagaimana, tadi ada Bu bos, aku takut keliru." jawab Airin.

__ADS_1


""Justru bagus kan, kamu bisa menunjukkan kemampuanmu. Siapa tau Bu bos suka dengan cara kerjamu." kata mbak Tien.


"Tapi aku malah grogi mbak. Gak enak, malu, takut." jawab Airin lagi.


"Malu kenapa? udah ga usah takut. Bu boss orangnya baik kok. Kalau kamu kerja bener dalam masa training, pasti akan berlanjut dipertahankan." jelas mbak Tien.


"Tapi....." belum selesai Airin menjelaskan,sudah keburu dipotong oleh seniornya.


"Ga usah banyak alasan, cepat kerja yang bener. Dan tunjukan kalau kamu bisa jika ingin tetap kerja di sini." kata mbak Tien dengan menepuk pundak Airin memberikan semangat.


Dukungan teman dan senior lainya sangat berarti bagi Airin. Beberapa tenaga pengajar di tempat itu juga ramah dan menunjukkan sikap yang baik kepadanya. Ternyata posisi pekerjaan yang ia duduki saat ini bukan sebagai staf administrasi, bukan juga sebagai resepsionis. Melainkan bisa di bilang serabutan. Bagaimana tidak, jika ia juga harus mengurusi kerjasama dengan lembaga lainya. Namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut. Selagi tenaganya masih mampu, ia akan tetap mengerjakan.


Melihat secara langsung cara kerja Airin, Ia memiliki rasa kepercayaan yang bisa diberikan kepada Airin. Ia tak menyangka jika anak baru tersebut mampu memberikan nilai kepuasan atas kerjanya.


Dua bulan telah berlalu. Kini masa training percobaan berada pada bulan terakhir. Dimana pada akhir bulan tersebut akan ditentukan lanjut bekerja atau cukup sampai hanya masa training. Jika hasil kerja bagus dan bisa memuaskan, ia bisa melanjutkan sebagai karyawan kontrak. Namun jika hasilnya tidak memuaskan ia harus berhenti dan mencari pekerjaan baru.


Mungkin memang sudah digariskan jalan rejeki untuk Airin. Baru menginjak Minggu pertama bulan ke tiga, kantor cabang yang ada di luar kota membutuhkan tenaga baru yang sudah menguasai materi. Mau tidak mau, siap tidak siap ia harus berangkat ke kota tersebut. Dua jam lebih perjalanan ia diantar oleh sopir perusahaan dan seseorang yang tempo hari menjadi partner kerjanya.

__ADS_1


Duduk di bangku belakang kemudi ia bisa menyimak obrolan ke dua orang yang berada di bangku depan.


Ia tak menyangka jika orang tersebut adalah bos utama pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


Sesampainya di kota tersebut ia tak perlu mengeluarkan uang untuk membayar kost karena ia menempati salah satu kamar mess perusahaan. Dengan ada tambahan gaji, tentunya ia juga lebih bersemangat.


Cukup dua Minggu berada di kantor cabang tersebut ia sudah bisa mengajari orang baru. Mencetak skill yang tak kalah dengan anak sebelumnya. Ya, memang Airin termasuk orang yang keras. Ia akan mengajari orang yang benar niat saja. Jika sekiranya sulit untuk diajari maka ia akan melepaskannya.


Bekerja dengan orang baru, lingkungan yang masih terbilang baru juga tidak menjadikan beban tersendiri. Karena ia sudah terbiasa hidup dengan berganti ganti komunitas. Jadi tak heran jika ia dengan mudah ber adaptasi. Semua itu ia lakukan dengan senang hati. Semakin banyak tempat baru yang di singgahi maka semakin besar pula pengalaman yang akan di peroleh. Selama masih berstatus lajang, ia bertekad akan memperbanyak pengalamannya agar saat nanti sudah tua ia tak menyesal.


~bersambung~


Rasanya tak terasa seribu kata. Alhamdulillah Tuhan memberikan nikmat luar biasa. Semoga para reader's tercinta selalu mendapatkan nikmat yang tiada Tara. Amiin...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys,


RATE, LIKE, & KOMEN pastinya...

__ADS_1


terimakasih🤗


__ADS_2