Jodoh Terbaik Dari Tuhan

Jodoh Terbaik Dari Tuhan
Teman Baru


__ADS_3

Tiga tahun lebih Airin bekerja di toko itu. Ada perasaan senang, ada perasaan bosan juga. Senang karena semua temanya baik baik begitu pun dengan sang boss yang juga baik. Rasa bosan muncul karena yang ia lakukan hanya itu itu melulu. Duduk di depan layar bermain dan menyusun garis demi garis. Di pikirannya sesekali ia pingin mencoba hal baru.


Hingga datang lah kesempatan entah itu kebetulan atau memang kesengajaan. Yang jelas semua sudah diatur oleh Zat pemberi kehidupan.


Semakin banyak berbaur dengan teman, maka akan semakin besar pula celah untuk terjadinya selisih paham. Begitupun yang Airin alami saat ini. Adanya tambahan karyawan toko karena demi pelayanan yang memadai, sehingga bertambah pula pekerjaan yang harus dia lakukan. Sebanding pula dengan upah yang dia dapat.


Siang itu pesanan begitu banyak menumpuk. Sudah menjadi kebiasaan kalau dia mengerjakan akan dikasih tanda pada kertas nota pesanan dan juga dipisahkan agar mudah menandai mana yang sudah dikerjakan dan mana yang belum. Namun berbeda dengan hari ini, tumpukan nota yang ada di mejanya berantakan, bercampur menjadi satu antara yang sudah dia kerjakan dan belum.


Sebagai manusia biasa dia merasa kesal melihat semua itu. memilah lagi,meneliti dan memastikan lagi mana yang sudah tercetak dan mana yang belum. Sungguh mengulang pekerjaan yang seharusnya tidak ia lakukan.


Namun siapa sangka usaha dia untuk memilah tadi menjadi tiada guna. Adanya partner baru dalam bekerja menjadikan dia bertambah pusing. Bukan membantu mengurangi pekerjaan malah menambah pekerjaan dia.


"Rin, ini sudah tercetak loh. Ini nih barangnya. **K**enapa kamu cetak ulang?" Tanya Lina salah satu teman kerjanya bagian cuting sambil menunjukan lembaran yang dia pegang.


"Lah kapan aku nyetaknya? aku belum merasa nyetak kok. Lagian kalau aku nyetak udah pasti aku kasih tanda lah." jawab Airin dengan bingung.


"*I*ni ada, aku tadi lihat di tumpukan bahan sudah ada ini". jawab Lina.


"Beneran aku aja barusan ambil bahan terus langsung produksi ini, coba aku cek dulu di komputer. Sudah aku masukin dan tandai apa belum. Karena yang aku cetak file nya aku tandai. " Airin berjalan masuk ke ruang komputer kemudian mengotak atik komputer mencari file yang dia cari. Dan benar saja, di situ file masih tertulis belum proses cetak.


"Sebentar aku tanya Maya dulu ya, jangan jangan dia yang nyetak semua ini." airin berjalan mencari Maya dan menanyakan tentang beberapa hasil cetakan yang sempat membuatnya bingung.


Maya adalah teman baru yang di rekrut untuk menambah tenaga agar pesanan yang semakin lama menumpuk segera teratasi. Dia lulusan terbaru dari sebuah perguruan tinggi jurusan desain grafis. Maka tak diragukan lagi kemampuannya untuk membantu mengatasi pesanan.

__ADS_1


"May maaf, ini kamu yang nyetak kah?" tanya Airin dengan sopan karena dia tak ingin di anggap senior sok pintar.


"*I*ya mbak, biar cepat selesai pesanannya" . jawab Maya dengan tak memiliki rasa sungkan.


"Emang kamu ambil file dimana?" tanya Airin lagi.


"Di komputer mbak Airin lah, aku lihat file yang harus di cetak ya aku cetak" jawab Maya tanpa rasa bersalah.


"Memangnya kenapa mbak? " sambungnya


""Harusnya kamu ngomong, biar aku gak cetak dobel." jawab Airin yang mulai geram.


"Kan sudah kelihatan mbak, itu barangnya juga ada. Kenapa harus ngomong dulu, kan sama aja." jawab Maya lagi.


"*G*ini ya may, selama aku kerja di sini ini aku gak hanya asal cetak masukin bahan. Aku selalu menandai dan memisahkan mana yang harus dicetak sesuai warna yang sama atau tidak. Jadi tidak akan ada bahan yang terbuang sia sia." jawab Airin sambil tangannya memilah nota.


"Bukanya aku ngomelin kamu tanpa alasan, tapi kamu sudah membuat aku pusing. Kamu menambah pekerjaan aku." keluh Airin dengan nada yang mulai agak meninggi.


"Aku cuma berusaha bantu aja. Lalu salahnya dimana?" jawab Maya lagi dengan muka yang mulai masam.


"*K*amu itu sudah di beri bagian tersendiri, jadi ga usah sok sok an membantu yang kamu gak paham. Lain kali urusi dulu kerajaanmu, jangan ngurusi pekerjaan orang lain. " jawab Airin dengan emosi.


Ya, Airin memang mempunyai sifat yang ramah kepada siapapun yang dia kenal. Namun untuk urusan tugas dan pekerjaan dia termasuk orang yang idealisme, tidak mau dicampuri oleh orang lain. Sehingga apa yang Maya lakukan sangat tidak berkenan bagi dia.

__ADS_1


Walaupun sangat emosi, Airin masih bisa berusaha meredamnya. Dia menyadari bahwa dia sekarang lagi bekerja. Tak mungkin dia akan meluapkan emosinya apalagi dengan anak baru.


Pemilik toko hanya mengamati apa yang terjadi. Tak ada teguran atau apapun. Seolah tak terjadi apa apa, pemilik toko hanya diam. Namun mengenal Airin yang cenderung suka bekerja sendiri sebenarnya ia tak keberatan. Toh selama ini pekerjaan yang dia kerjakan beres. Tapi melihat Airin kewalahan jadi ada rasa iba yang akhirnya ia putuskan untuk mencari karyawan tambahan.


Keputusan untuk mendapatkan karyawan baru akhirnya munculnya sosok Maya tersebut. Dia memang pandai, Lulusan desain grafis yang tak diragukan, tapi sikap kepribadian yang belum di kenalnya mengakibatkan hal yang selama ini tak pernah ia duga.


Secara usia kelihatan setara, mungkin jika ada selisih perbedaannya cuma setahun apa dua tahun saja. Perbedaan sikap yang sudah mulai terlihat diantara keduanya menjadikan Bos pemilik toko itu berpikir akan kah mereka berdua bisa bekerja bareng? atau kah akan terjadi lagi hal yang tak ia duga. Semua pemikiran itu terlintas di benaknya. Pemilik toko hanya bisa berdoa semoga ke depannya mereka bisa akur dan kerjasama untuk mengembangkan toko tersebut.


Begitu pun di ruang depan tempat proses penyukitan bahan, terlihat banyak sekali potongan lembaran yang sedang mereka kerjakan.


Semakin banyak kita bergabung dengan seseorang semakin banyak pula hal hal yang akan terjadi. Entah itu akan membawa dampak baik atau pun buruk. Komunitas yang kita sedikit banyak akan membawa pengaruh bagi kita.


Namun jika kita ingin berkembang lebih banyak, tak perlu membatasi diri untuk berkumpul dengan orang banyak. Selama niat dan tujuan kita baik, maka tak perlu takut untuk bergabung.


Akan kah Maya si anak baru membawa pengaruh pada Airin? Atau kah justru Maya yang akan terpengaruh oleh Airin? Semua itu akan terjawab di beberapa episode selanjutnya. Hahaha...


_______________________________________________


Setelah sekian purnama bertapa untuk mencari wangsit, kini penulis abal abal mulai beraksi.


Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan jejak WARISAN ya teman teman....


Warisan cukup seperti biasa, RATE, LIKE, dan KOMEN.

__ADS_1


Terima kasih semua...


selamat beristirahat...


__ADS_2