Jodoh Terbaik Dari Tuhan

Jodoh Terbaik Dari Tuhan
Pekerjaan baru


__ADS_3

Ketika mentari mulai menampakkan diri, kicauan burung mulai terdengar, dan bisingnya suara kendaraan mulai memadati gendang telinga. Di dalam kamar masih bergelut di dalam selimut seorang gadis masih menikmati kemalasannya. Pengangguran!!! Ya, itulah status terbaru Airin saat ini. Tidak ada pekerjaan dan juga belum mencari pekerjaan baru. Ia sangat menikmati masa itu.


Setelah dua hari berada di rumah, kebosanan mulai melanda. Dia yang terbiasa aktif bekerja, sejak kemarin tidak melakukan apapun. Makan, tidur, nonton tv. Hanya itu yang dia lakukan. Benar benar sangat membosankan. Akhirnya ia bertekad akan mencari pekerjaan baru. Entah bekerja di manapun asal tidak berdiam diri di rumah.


Kebetulan hari itu hari Sabtu. Biasanya setiap hari Sabtu tertera banyak lowongan pekerjaan di koran Mulai dari pencari asisten rumah tangga, sales, buruh pabrik, karyawan dan berbagai macam. Ia memutuskan untuk membeli koran demi mencari lowongan. Di baca dan di teliti satu persatu , ada beberapa kolom yang menarik perhatiannya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat surat lamaran beberapa lembar untuk tujuan yang berbeda. Ia hanya berdoa semoga salah satu dari lamaran yang ia tulis itu bisa membawa dia mendapatkan pekerjaan.


Hari Senin, semangat sudah mulai terkumpul kembali. Setelah mandi pagi, sarapan, dan membantu pekerjaan kakaknya di rumah Airin segera berangkat ke tempat dimana dia akan melamar pekerjaan. Bermodalkan tekad dan doa, ia memilih tempat terdekat dahulu. Diberikannya surat lamaran tersebut kepada petugas. Hingga akhirnya sampai pada tempat yang terakhir. Dia tak berharap lebih. Karena di tempat terakhir dia menaruh lamaran pekerjaan kali ini terlihat jelas sebuah perusahaan yang lumayan besar di kota tersebut.


Begitu masuk di lobi perusahaan tersebut, ia serahkan semua berkas lamarannya pada seorang wanita yang berada di meja resepsionis. Wanita itu tampak berbeda dari beberapa orang lainya. Grogi, jantung berdegup sangat kencang. Beberapa pertanyaan yang terlontar ia jawab dengan senyum. Ia berusaha menetralkan kegugupannya.


Saat hendak keluar dari perusahaan tersebut, suara tak asing memanggilnya dari lobi. Hingga akhirnya dia berbalik badan dan nyamperin orang di lobi tersebut dan ngobrol beberapa saat. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan seorang wanita yang berada di meja resepsionis tadi.


Jangan lupakan Rio, lelaki yang selalu mensuport Airin walaupun cintanya tergantung. Bahkan hari ini Rio lah yang mengantar Airin melamar pekerjaan. Ke sana ke mari tanpa di bayar.Terlihat kejam memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi.


Setelah dua hari dari pengantaran lamaran, kini di hp Airin ada telpon masuk yang tak ia kenal. Dan ternyata telpon tersebut merupakan sebuah panggilan kerja dari salah satu lamaran yang ia kirim. Senyum ceria terpampang jelas di wajahnya. Ia tak mengira jika Tuhan secepat itu mengabulkan doanya.

__ADS_1


Karena tak ada baju resmi sebelumnya, hari itu Airin langsung berbelanja baju yang akan ia gunakan esok hari. Berbekal dari uang gaji dan pesangon yang masih ia simpan, ia pun berangkat ke mall terdekat. Belum adanya pengalaman baju resmi, ia pun kesulitan memilih. Akhirnya dengan bantuan SPG di toko tersebut, Airin pulang dengan membawa beberapa kantong belanjaan.


Keesokan harinya, sebelum jam 08.00 pagi ia sudah bersiap menuju ke tempat yang kemarin menelponnya. Sesampainya di tempat tersebut, Airin melihat banyak orang orang yang berpakaian resmi, tapi yang bikin Airin bingung adalah, apakah ruko yang tak begitu luas itu mampu untuk menampung semua orang itu. Banyak pertanyaan pertanyaan aneh yang muncul di benaknya. Hingga sebuah panggilan kepadanya. Ia segera berjalan menuju sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut ia di tanya dengan beberapa pertanyaan yang tak terlalu sulit, hingga ia dinyatakan di terima dan bisa mulai kerja esok hari.


Airin yang berasa bahagia bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Senyum di bibirnya terukir bahkan sampai ia dalam perjalanan pulang ke rumah.


Semangat pagi hari ketika ia berangkat bekerja di hari pertamanya. Setelah sarapan, dan tak ingin kesiangan, ia pun segera berangkat bekerja. Tak ingin terlambat dihari pertamanya bekerja di tempat yang baru.


Sesampainya di sana, sudah banyak berdatangan para karyawan.Ia segera menuju ke tempat administrasi untuk meminta petunjuk tentang pekerjaan apa yang harus dia lakukan. Anehnya ia di suruh bergabung dengan karyawan lainya. Merasa bingung, ia pun hanya menurut apa yang dikatakan oleh seniornya itu. karena kemarin sewaktu wawancara penerimaan katanya ia di terima di bagian gudang. Namun apa yang dia kerjakan hari ini sangat berbeda. Ikut keluar bersama team lainya membawa barang di tangannya.


Tiga hari berlalu Airin melakukan pekerjaan tersebut.


Setelah di pikir pikir dan bertanya pada teman lainnya, ia merasa tertipu. Awalnya teman temanya pun juga sama seperti dia, katanya di terima sebagai karyawan gudang. Namun karena mereka berhasil menjual barang, jadi mereka masih banyak yang bertahan. Berbeda dengan Airin yang tak banyak bicara pada orang baru, ia merasa kesulitan untuk menjual. Dan akhirnya pupus sudah pekerjaan yang ia harapkan.


Ia memutuskan tak lagi melanjutkan pekerjaan tersebut. Pemikirannya sekarang adalah mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan skill nya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, ia menceritakan kepada kakaknya tentang apa yang terjadi 3 hari ini. Dan kakaknya yang merasa iba, mendukung keputusannya untuk berhenti dan mencari pekerjaan lainnya.


Dua hari telah berlalu. Setelah berhenti dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan panggilan kerja lagi. Awalnya ia ragu dengan apa yang dia dengar, karena teringat dengan tempat dimana dia mengantarkan lamaran tempo hari. Mengingat para pekerjanya di sana berpenampilan rapi.


Dengan penampilan yang rapi, hari ini Airin mendatangi perusahaan tersebut. Doa yang tak henti terucap dari mulut. Ia berharap semoga kali ini mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari kemarin. Setidaknya walaupun sekedar jadi cleaning servis tak apalah, asal tidak berada di luar ruangan seperti tempo hari. Karena ia menyadari dengan ijazah yang ia punya hanya dari SMA terbuka atau paket C. Jika dibandingkan dengan pelamar kerja lainya pastilah berbeda.


Sambutan yang hangat ketika ia sampai di meja resepsionis. Setelah menyampaikan kedatangannya karena panggilan kerja, Ia pun di antar ke sebuah ruangan untuk melakukan sesi tanya jawab. Menghadap pada wanita tempo hari yang ia temui tempo hari waktu menyerahkan surat lamaran. Beberapa pertanyaan terjawab dengan mudah. Dan saat itu juga dia dinyatakan diterima bekerja sebagai staf administrasi.


~bersambung~


Maaf ya gaaaeeees kalau ceritanya dianggap ber tele tele. Lama bertemu dengan jodohnya. Lah ini kan memang novel, bukan cerpen, jadi ya memang agak panjang. hehe...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, demi karya recehan ini. RATE, LIKE dan KOMEN man teman.


terimakasih 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2