
Matahari sudah menundukan sinarnya di sebelah barat, Arumi dan Abyan pun memutuskan untuk beranjak pulang dari gantole.
Selama diperjalanan, mereka pun banyak bercengkrama. Termasuk membicarakan alasan kenapa Abyan menghilang.
Ternyata, ia sedang menekuni sebuah usahanya yaitu dibidang fashion. Yang mana ia membuat bisnis kaos agar bisa masuk ke distro ataupun pesanan seragam. Ya, menyablon dan sebagainya usaha yang sedang ditekuni oleh Abyan. Karna Abyan seringkali mengotak-atik desain sehingga ada minat di bidang tersebut.
"Kalo kamu, udah kemana aja semenjak aku gak ada?" tanya Abyan pada Arumi
"Hmm cuma pergi kalo ada acara aja. Bukan karna gak ada kamu juga sih. Tapi ada yang lagi dipelajari aja di online, jadi lumayan menyita waktu" jawab Arumi
"Wah asik, dong. Lagi pelajarin apa sih?" tanya Abyan lagi
"Itu loh, aku lagi coba buka onlineshop. Masih ngereseller sih gak modal sendiri. Karna masih bingung juga. Tapi setelah dipelajari dan ditekuni, hasilnya lumayan juga" jawab Arumi jelas
"Wah keren! Yaudah, next kita buat brand bareng aja gimana?" Usul Abyan
"Ya aku sih boleh aja.. Selagi gak ada yang marah" timpal Arumi sambil melengos melihat ke arah jendela
Abyan pun diam saja, tidak menjawab. Ya karna Abyan tidak ingin ribut dengan Arumi. Jadi, apapun yang cukup buat Arumi emosi, takkan ia jawab, cukup didengarkan.
"By, kayanya aku butuh kopi. Sebelum masuk tol, melimpir dulu ya" pinta Arumi
__ADS_1
"Siap tuan putri" jawab Abyan
Berhubung memang sudah sampai bawah yang mana hampir masuk tol, Abyan pun menepikan mobilnya di sebuah mini market untuk membeli apa yang Arumi butuhkan. Ia turun sendiri, dan meminta Arumi menunggu saja.
Tentu Abyan gak hanya membelikan kopi, air mineral dan camilan pun ia belikan untuk menemani perjalanan menuju Jakarta.
Sedangkan Arumi, di dalam mobil diam-diam mengintip notifikasi pesan masuk yang ada di ponsel Abyan.
'Yan, serius nih kabarku gak direspon? Kamu dimana? Aku udah sampe dari tadi loh. Baru aja tadi baikan dikantin, malah ngeselin lagi!' isi pesan masuk yang Arumi baca, yang ternyata dari Nindya.
Oh jadi benar tadi yang Arumi lihat di kantin.
"Thanks ya" kata Arumi "Padahal aku gak pesen yang ini loh" sambungnya lagi
"Tapi gak salah kan? Aku masih inget loh, yang" kata Abyan memastikan
"Hahaa kirain lupa!" timpal Arumi
Melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, mengantarkan Arumi pulang.
"Loh, kamu mau nganterin aku? Gak keluar Bogor aja?" tanya Arumi ketika Abyan meluruskan kendaraannya menuju Jakarta.
__ADS_1
"Gak lah. Waktu aku sama kamu masih banyak. Biar kamu duluan yang istirahat" jawab Abyan santai
"Baiklaah" jawab Arumi dengan perasaan lega, dengan senang tentunya.
Menikmati perjalanan dengan padat merayap, sambil mengobrol dan menikmati cemilan yang sudah Abyan belikan tadi.
Kali ini, pembicaraannya lebih ke tentang rencana bagaimana kalau membangun usaha bersama. Mereka berdua sama-sama antusias.
Benar yang katakan Dea, mereka hanya dekat bahkan mungkin seperti pacar ketika di kampus saja. Mungkin bisa dikatakan Abyan tidak setia, tapi Arumi malas memperdebatkan itu semua. Lagi pula, mengeluarkan unek-uneknya ke Abyan langsung itu sudah membuatnya lega. Walau tak dapat jawaban, yang penting Abyan tau.
Abyan pun menepikan kendaraannya dekat pintu stasiun terdekat dengan rumah Arumi.
"Loh, masuk parkiran aja By?" pinta Arumi
"Gak usah, sayang. Disini aja. Kamu temeninnya lewat hp aja ya. Biar kamu cepet sampe rumah dan istirahat" jawab Abyan
Arumi menurut saja. Benar juga, kalau harus masuk, berarti makin lama ia sampai rumah.
Bukan maunya Abyan, tapi Arumi yang meminta Abyan agar ke stasiun langsung saja. Karna kalau di antar ke rumah Arumi, khawatir terlalu lama dan Abyan bisa semakin malam sampai rumahnya.
Arumi sesampainya dirumah, sedangkan Abyan sudah menaiki commuterline tujuan Bogor. Mereka terus berkomunikasi sampai Abyan sampai kosan dan mereka sama-sama istirahat.
__ADS_1