
Sesampainya di Kebun Raya Cibodas.
"Motornya mau ikut masuk atau gak, yang?" tanya Abyan pada Arumi
"Gak usah lah. Kita liburan tipis-tipis. Sampe Air Terjun bawah aja jalan" jawab Arumi
Akhirnya mereka pun memarkirkan motor di tempat yang sudah disediakan tentunya.
Udara segar khas pegunungan memanjakan kedatangan mereka. Berjalan santai sambil mengobrol bersama. Menikmati liburan tanpa beban agar mood kembali baik. Menyusuri jalanan tangga menurun yang tidak terlalu lebar menuju Air Terjunnya.
"Capek gak sayang?" tanya Abyan pada Arumi
"Gak kok, masih oke" jawabnya
"Aman, De?" sambung Arumi bertanya pada Dea
__ADS_1
"Aman kak" jawab Dea diacungi jempol
"Harusnya yang tanya gitu tuh, Lutfi loh sayang, bukan kamu" timpal Abyan
"Yee, emangnya elo main sayang sayang aja ama cewek siapa aja" sambar Lutfi "uppsss" sambungnya menutup mulut
"Terus aja terus.." kata Abyan
Dea dan Lutfi pun tertawa bersama. Sedangkan Arumi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Yah, lo gak tau aja ceritanya" Abyan yang menjawab
"Apa tuuh? Ceritain dongg" timpal Lutfi tambah kepo
"Iya, By, ceritain aja ceritain.. Yang penting kamu seneng" timpal Arumi
__ADS_1
"Eh, enggak kok enggak sayang. Ini kan rahasia aku" kata Abyan sambil mengelus kepala Arumi
"Dahlah, gak usah kepo-kepo lu, Fi. Ini semua usaha gue sih biar Arumi terus sama gue" sambung Abyan pada Lutfi.
"Lu tau, De, kenapa?" tanya Lutfi tak berhenti kepo pada Dea
"Masih aja lu kepoin. Udah sih, bukan urusan lu. Lu gak bakal ngerti kalo belom ada effort ke pasangan" jawab Dea
"Oh gitu? Iya deeh, si paling Effort" kata Lutfi
Mereka pun tertawa. Entahlah random sekali obrolan mereka ini. Apapun yang ada terlihat, bisa jadi bahan obrolan. Selama perjalanan sampai Air terjun, menikmati Mie Rebus di warung dekat Air terjun, hingga kembali lagi tak berhentinya obrolan mereka ini.
Benar-benar menikmati liburan tanpa beban. Walau sebenarnya pasti ada aja beban di kepala mereka, tapi itu tak menjadikannya harus saling berkeluh kesah. Justru tujuan liburan adalah meringankan beban. Merefreshkan otak dari hiruk pikuknya kehidupan yang tentunya tak mudah dijalani.
Arumi yang berkuliah sambil menekuni usaha online shopnya. Abyan yang berkuliah dengan jurusan diluar zona nyaman keluarnya juga sambil menekuni usaha sablon dan desainnya. Dea yang hidup tanpa orangtua, kuliah dengan bermodalkan Beasiswa pun tak dapat dipungkiri harus mencari uang untuk tambahan keperluannya. Dan Lutfi sebagai anak Broken Home, tinggal di sebuah kosan bersampingan dengan Abyan membuatnya selalu menghabiskan waktu dikosan, karena tidak tau harus pulang kemana, Ayah dan Ibunya sudah punya keluarga baru. Sedangkan kedua kakaknya tentu sibuk menata karirnya membuatnya segan mengganggu kehidupannya. Lutfi sebenarnya cukup terfasilitasi oleh orangtuanya, bahkan ia bisa makan apapun yang ia mau, tapi bukan berarti ia fine-fine aja. Terkadang ia merasa sedih ketika teman-temannya bisa menghabiskan waktu liburnya di rumah bersama keluarganya. Walau kehidupan mahasiswa seringkali banyak menghabiskan waktu diluar, tetap ada bagian hampa dihidupnya.
__ADS_1
Di perjalanan pulang, Arumi meminta Abyan menurunkannya di stasiun saja, agar Arumi menaiki commuterline menuju Jakarta. Tapi, kali ini Abyan mengabaikan permintaan Arumi. Bagaimanapun, ia meminta ijin pada orangtuanya dan tanggungjawabnya adalah mengembalikannya langsung. Merekapun berpisah di perempatan jalan dengan Dea dan Lutfi yang menuju kampus.