Jodohku Orang Terdekat

Jodohku Orang Terdekat
Bab 4


__ADS_3

Bukan hubungan yang berjalan mulus gitu aja. Tahun pertama mereka berpacaran mereka memang selalu komunikasi dan memberi kabar. Hingga akhirnya di penghujung akhir semeter 3 mereka berlibur ke Bandung. Walau libur 2 bulan, tapi mereka hanya berlibur bersama 2 hari, itupun dengan beberapa teman lainnya.


Hingga memasuki perkuliahan semeter 4, tiba-tiba saja Abyan hilang kabar. Hanya sesekali bertegur sapa melalui pesan di sosial medianya. Lucu, seperti bukan orang berpacaran saja, lebih tepatnya ngenes sih, hehe.


Arumi tidak kaget, bahkan sudah menduga hal ini akan terjadi. Entah apa alasan Abyan begitu. Adakah wanita lain yang dekat dengannya? Ah, entahlah.. Terlalu lelah menduga hal yang mengotori pikiran dan mood saja.


Entah punya keberanian dari mana, saat Arumi menghabiskan weekend di Bogor untuk pergi ke sebuah Air Terjun, ia memilih untuk melimpir ke rumah Abyan. Ya, ia tau rumah Abyan sejak SMP karna ayahnya yang seorang guru kala itu.


Beruntungnya saat sampai rumahnya ternyata Abyan pas lagi pulang ke rumah juga. Ia masih tertidur hingga Arumi sendirilah yang membangunkan Abyan atas ijin dari mamanya.


"By, bangun by" kata Arumi sambil mengguncangkan pundaknya Abyan


Abyan yang merasa kenal dengan suaranya tapi cukup asing dirumahnya pun langsung mengucek-ngucek matanya untuk bangun.


"Hallo, By. Masih mau tidur?" tanya Arumi tersenyum


"Sayang, kamu disini? Ini beneran kamu?" tanya Abyan memastikan


"Bukan, ini bayangan!" jawab Arumi tertawa


"Tuhan... Aku kangen banget.. Maafin aku sayang" kata Abyan sambil menciumi tangan Arumi


"Its okay, gak apa-apa. Bangun yuk. Gak enak sama mama kamu kalo kelamaan di kamar" kata Arumi tersenyum


Sejujurnya ia rindu, mangkannya ia cukup bahagia ketika kerumahnya pas juga Abyan sedang pulang ke rumah. Namun, ia tak akan membahas kenapa tiba-tiba hilang. Hanya bisa terus tersenyum ketika bercakap dengannya.


"Arumi mau kemana nih pagi-pagi sudah sampai sini?" tanya mama Abyan yang sedang menyiapkan camilan


"Biasalah, tan.. Ngilangin penat cari yang seger-seger" jawabnya seraya tersenyum


"Sukanya main ke alam, ya?"


"Hehee, iya.. Seger sih liat ijo-ijo. Apalagi kalo sekalian mandi di Air terjun"

__ADS_1


"Yaudah, di makan dulu camilannya. Sambil nunggu Abyan mandi, gak apa kan kalau tante yang temenin ngobrol?" kata mama Abyan mempersilahkan sambil bertanya


"Gak apa dong tan.. Ini aku malah ngerepotin pagi-pagi sampe sini" kata Arumi


"Ya enggak dong.. Pas banget Abyan juga di rumah. Semalam baru aja sampe rumah, habis anter kakak sepupunya ke Bandung" terang mama Abyan


"Gimana Arumi kuliahnya, lancar kan? Sama kan ya satu semester sama Abyan?" sambung mama Abyan bertanya


"Oh pantes kaya capek banget. Iya nih tan satu semester kok" jawabnya singkat


"Hayo, lagi ngobrolin aku ya?" tanya Abyan yang sudah selesai mandi langsung menyambar camilan buatan mamanya


"Ya masa mama mau ngobrolin anak tetangga ke Arumi? Gosip dong" jawab mamanya


"Yee mama bisa aja nih" timpal Abyan


"Ma, aku ajak Arumi keluar dulu ya" sambung Abyan meminta ijin


Akhirnya mereka pun pergi menaiki motor yang Arumi kendarai dari rumahnya.


Selama di perjalanan, Abyan memandangi Arumi melalui spion yang ia arahkan agar terlihat langsung wajah Arumi. Sedangkan, Arumi yang cukup salting malah menikmati pemandangan di bagian kiri jalan yang memang cukup menyegarkan.


Ya, jalanan dari rumah Abyan menuju tempat wisata alam memang tergolong sepi, tidak ramai seperti di kota. Karna sudah memasuki area pegunungan juga jadi sangat sejuk dan nyaman untuk dinikmati.


Hingga akhirnya Abyan menepikan motor di sebuah kafe dengan pemandangan alam yang cukup memanjakan mata. Ia tau, saat ini butuh banyak ketengan yang perlu mereka dapatkan karna memang cukup lama mereka tidak bertemu bahkan berinteraksi intens. Selain itu, karna Arumi mood nya seringkali tak baik, mangkannya ia harus menjadikan pertemuan ini moment yang menenangkan.


Arumi tidak komplain. Karna ia tau Abyan tidak mungkin tidak tau apa yang ia rasakan. Menurut saja. Hingga duduk di bangku yang pas untuk menikmati pemandangan juga mengobrol santai dengannya.


"Kamu dari rumah jam berapa?" tanya Abyan membuka obrolan


"Jam enam" jawabnya singkat


"Cepet loh cuma satu jam setengah" kata Abyan

__ADS_1


"Iya, kan jalanan masih sepi" timpalnya lagi


"Hebat loh feeling kamu kuat banget sampe tau aku ada di rumah" kata Abyan lagi


"Iseng aja tadi belokin. Eh kebetulan ya" jawabnya sambil tersenyum miris


Ya, ia merasakan saking mirisnya gak berkabar intens sampai harus samperin kerumahnya yang jauh disini.


"Maaf-" kata Abyan


"Untuk?"


"Untuk sikap aku ke kamu" jawab Abyan


"Emang kamu udah bersikap apa sama aku?" tanya Arumi balik


"Ya, aku udah hilang kabar. Gak nemenin hari-hari kamu walau sekedar berkirim pesan atau telfonan" jawab Abyan


"It's okay, gak apa kok. Aku udah duga ini akan terjadi. Dan aku udah cukup menata hati" jawab Arumi getir


"Yah kan aku bikin kamu sedih lagi" kata Abyan


"Aku gak masalah, kak. Sejak dulu kan emang aku yang ngejar kamu. Jadi, walau setelah berkabar intens lalu hilang kabar, ya it's oke. Aku sudah menata hati aku. Bahkan aku gak akan tanya kamu kemana? Kamu kenapa? Apa kamu marah sama aku? Aku ada salah apa? Gak, aku gak akan tanya kamu kok. Aku cukup menikmati saatnya kita bertemu, saatnya kita berkabar, bahkan saatnya kita berpisah, entah sementara atau selamanya, aku nikmati" terang Arumi yang berhasil meluruhkan air matanya


"Gak gitu, sayang. Gak selamanya. Ini sementara. Karna kita akan selamanya bersama" kata Abyan yang langsung memeluk Arumi.


Sakit melihat Arumi menangis karnanya. Tapi, ia tak akan memberi penjelasan sekarang. Biarlah semua berlalu sebagaimana mestinya, sebagaimana yang Arumi katakan.


"Udah ya, jangan nangis. Aku kangen kamu. Walau kamu yang harus berjuang untuk bertemu" kata Abyan setelah Arumi mengurai pelukannya


"Oke.." jawab Arumi singkat


Pesanan mereka pun datang.

__ADS_1


Bingung sebenarnya, karna tadi dirumah Abyan sudah makan camilan yang dibuatkan mamanya. Malah pergi langsung ke kafe. Akhirnya Arumi pun memilih memesan kopi dingin saja.


Pertemuan yang tak direncakan biasanya amat mengesankan. Dan inilah yang mereka rasakan sekarang. Menikmati keindahan alam yang bisa membuat hati dan pikiran pun tenang. Sambil bercanda ria, mengobrol apapun yang bisa dibicarakan. Rindu. Itulah yang sama-sama ia rasakan. Dan tak ada yang bisa menyangkalnya atas kesenangan ketika bersama saat ini.


__ADS_2