Jodohku Orang Terdekat

Jodohku Orang Terdekat
Bab 15


__ADS_3

-- di Rumah sepupu Abyan --


"Getol banget, bang ngapelnya? Pergi nginep pulang nginep" kata Tante yang sedang menyiapkan sarapan dibantu Abyan


"Iya nih, Tan. Udah hampir setahunan cuma ketemu 2x. Itu pun tanpa perencanaan" jawab Abyan


"Loh kok bisa?" tanya Tantenya penasaran


"Iya, aku sih yang salah.. Tau sendiri kan aku kalo lagi berusaha sama sesuatu suka gak mau di ganggu. Nah bahkan sampe komunikasi pun, enggak" jawab Abyan jujur


"Segitunya banget. Bisa-bisanya loh menghilang dari pacar" timpal Tantenya


"Mangkannya.. Sama Mama dirumah juga diingetin biar lebih dewasa sih. Punya kesibukan baru, boleh aja. Tapi bukan berarti menghilang dari orang yang kita sayang dulu kali" katanya


"Hahaha, iyalah bener Mamamu itu loh. Berarti Mama udah kenal Arumi, dong?" tanya Tante lagi


"Udah.. Malah setelah satu semester gak ketemu, Arumi yang lagi healing ke Bogor, sekalian mampir ke rumah. Tapi untungnya sih pas aku ada dirumah itu. Malah baru banget semalemnya aku pulang" jawab Abyan

__ADS_1


"Kalo Mama aja bilang begitu, berarti Arumi anak baik dong ya" kata Tante "Apalagi kan Mama guru TK, biasanya cukup paham sama karakter orang sih" sambungnya lagi


"Iya, Tan. Malah sempet bilang, kamu baik-baik loh Bang sama Arumi. Dia anak baik, pasti dijaga baik juga sama orangtuanya. Jangan abai semau kamu. Sebaik-baiknya orang, bisa aja sakit hati yang bikin kamu kesusahan nantinya, gitu masa kata Mama" cerita Abyan


"Ya memang gak salah sih, Bang. Memang, semua orangtua pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya, walau nyatanya ada yang hasilnya tak baik karna memang gak maksimal juga dan banyak kondisi lainnya yang bikin anak kurang baik. Banyak sih yang baik juga, tapi kalo udah ketemu yang baik kenapa mesti gak dijaga dengan baik. Iya gak?" kata Tante


"Iya, Tan" timpal Abyan


"Duh, dari ditanya, cerita sampe akhirnya kena ultimatim nih aku pagi-pagi" sambungnya lagi


"Hahahaa, gak apa-apalah. Jarang-jarang kan cerita gini sama Tante" timpal Tantenya.


Tantenya yang sedang masak Sop Betawi sebagai santap sarapan dan makan siangnya hari ini, sedangkan Abyan yang tadi sempat membantu mengiris sayuran untuk acar pun, sekarang sedang duduk di bangku tempat makan sibuk dengan ponselnya.


"Nela kapan wisudanya Tan?" tanya Abyan membuka obrolan lagi


"Eh, bulan apa ya, Tante lupa. 3 bulan lagi kalau gak salah deh. Seminggu lagi jadwalnya sidang kayanya" jawab Tantenya masih dengan kesibukannya

__ADS_1


"Abis kuliah, mau langsung nikah Tan?" tanya Abyan lagi sambil sedikit tertawa menutup mulutnya


"Kamu ini! Tapi ya gak tau juga sih. Gimana Nela nya. Namanya perempuan kan. Lagian, Nela juga udah bisa cari uang sendiri kan" jawab Tantenya


"Iya sih. Cowoknya juga lumayan mapan kan untuk seusianya tuh" timpal Abyan


"Oh kamu tau ya?" tanya Tantenya


"Tau sedikit. Yang beberapa bulan lalu sama Nela kan aku ketemu. Sharing sedikit tentang bisnis juga sih. Lumayan, dapet ilmunya dari tuh cowok" jawab Abyan jelas


"Oh gitu.. Baguslah kalo mau berbaur sama saudara yang lain tuh" timpal Tantenya


Nela adalah kakak sepupunya Abyan. Sering bersama Abyan kalau ada keperluan. Karena, kakaknya Nela yang perempuan sibuk dengan anaknya yang masih kecil, tinggalnya juga beda kota karena ikut dengan suaminya.


"Wah wah wah, pagi-pagi udah ngerumpi ngomongin Nela nih" kata Nela yang muncul dari tangga


"Hahahaa, ya masa harus ngomongin anak tetangga sih? Emang gue ibu-ibu gosip!" timpal Abyan

__ADS_1


Tantenya pun tertawa. Memang yah, persepupuan yang ini tuh betul layaknya adik kakak yang bisa akur dan bisa ribut kapanpun. Karena kecilnya sama-sama juga sih.


__ADS_2